Monday, October 1, 2018

Melatih anak utk beramal shalih

✊ MELATIH ANAK UNTUK BERINFAK

Termasuk bagian dari tarbiyah adalah membiasakan anak-anak untuk beramal saleh. Mengajak mereka untuk shalat berjamaah di masjid, melibatkannya dalam kerja bakti dan amal saleh lainnya hingga mengajak mereka untuk peduli terhadap korban bencana dengan berinfak.

Musibah gempa bumi dan tsunami yang menimpa saudara-saudara kita di Lombok dan Sulteng merupakan momen yang tepat. Harapannya sikap dermawan tersebut hingga dewasa tetap melekat.

Subhanallah walhamdulillah, benih-benih sikap mulia tersebut mulai tampak di anak-anak kaum Muslimin. Melihat kakak-kakak kelas mereka, santri Relawan Peduli Lombok, semangat anak-anak madrasah dan tahfizh di salah satu Pondok Pesantren terbakar. Mereka mengumpulkan donasi dan logistik semampunya untuk membantu korban gempa.

Semoga bisa diikuti oleh anak-anak muslimin yang lain. Barakallahufikum.

🌏 Ikuti update informasi dan programnya melalui:

✅ Channel Telegram:
http://t.me/programpedulilombokdansulteng

✅ Official Website:
http://pedulibencana.com

✅ Twitter:
@lombok_peduli
@PeduliSulteng

✅ Email:
pedulibencana2018@gmail.com

✅ Contact Person:
▪ +62 8786-426-2106 (Wil. Lombok)
▪ +62 813-5043-8570 (Wil. Palu)
▪ +62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulisulteng

Kedustaan para provokator

☝️🏽⚡️☝️🏽⚡️
MUSIBAH GEMPA BUMI DI PALU TERJADI KARENA "KRIMINALISASI" HABIB RIZIEQ & GUS NUR⁉️

http://news.detik.com/read/2018/09/30/001015/4235010/1365/fpi-gus-nur-jadi-tersangka-palu-langsung-gempa

Ketua Umum FPI Sobri Lubis menyebut bencana yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini ada hubungannya dengan kasus hukum yang menimpa Habib Rizieq dan Gus Nur.+#+

👆🏿Takutlah kepada Allah Ta'ala.

APAKAH TELAH TURUN WAHYU ALLAH YANG MEMBERITAKAN PENYEBAB GEMPA TERSEBUT KEPADA ANDA⁉️

⚠️ Apakah munkarnya demonstrasi, menggerakkan massa campur baur lelaki dan wanita di jalanan berteriak-teriak, mencerca pemerintah muslimin bukan jalan-jalan yang bisa mendatangkan murka Allah Ta'ala⁉️

Masih teringat teriakan provokatif ancaman revolusi Gulingkan SBY

👆🏿Maka berhentilah melemparkan klaim-klaim dusta untuk membodohi umat demi mempolitisasi musibah dengan cara berdusta dan menipu manusia....karena sungguh Islam ini telah sempurna dan wahyu Allah Ta'ala tidak turun lagi sepeninggal Baginda Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam.

Wallahul musta'an.

Semoga Allah Ta'ala mengokohkan kita semuanya di atas jalan yang Allah Ridha dan mengaruniakan Khusnul khatimah, Amien.

Wasiat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam


(Syarh Hadits Ke-16 Arbain anNawawiyyah)


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ [رواه البخاري]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Berilah wasiat kepadaku”. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Janganlah engkau marah”. Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau: “Janganlah engkau marah”.(HR. al-Bukhari)

PENJELASAN HADITS

Seorang laki-laki datang kepada Nabi dan meminta  diberi wasiat. Nabi mewasiatkan kepadanya untuk jangan marah. Hal itu diulangi beberapa kali, menunjukkan pentingnya wasiat tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa menahan amarah memiliki kedudukan, manfaat, dan keutamaan yang tinggi. Sebagian ulama’ menyatakan bahwa wasiat Nabi disesuaikan dengan keadaan orang yang meminta wasiat. Orang yang meminta wasiat tersebut adalah seorang pemarah, maka Nabi memberikan wasiat kepadanya agar jangan marah.

Janganlah engkau marah”, kata sebagian para Ulama’ mengandung 2 makna:

Latihlah dirimu untuk senantiasa bersikap sabar dan pemaaf, jangan jadi orang yang mudah marah.


Jika timbul perasaan marah dalam dirimu, kendalikan diri, tahan ucapan dan perbuatan agar jangan sampai terjadi hal-hal yang engkau sesali nantinya. Tahan diri agar jangan sampai berkata atau berbuat hal-hal yang tidak diridhai Allah.


(disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di)

Marah Sumber Keburukan

Dalam hadits riwayat Ahmad, laki-laki yang meminta wasiat kepada Nabi itu berkata: “(kemudian aku memikirkan wasiat Nabi tersebut), ternyata kemarahan adalah mencakup keburukan seluruhnya”.

Jika seseorang marah dan tidak berusaha untuk mengendalikannya, ia akan berbicara atau berbuat di luar kesadaran sehingga nanti akan ia sesali. Betapa banyak kalimat talak diucapkan suami karena marah, dan setelah kemarahannya mereda ia sangat menyesal. Ada juga orangtua yang sangat marah kepada anaknya sehingga memukul dan menganiayanya, akibatnya anaknya menjadi cacat. Betapa banyak kemarahan menyebabkan hubungan persaudaraan menjadi putus, harta benda dirusak dan dihancurkan. Semua itu menunjukkan bahwa kemarahan yang tidak dikendalikan akan menyebabkan keburukan-keburukan.

Keutamaan Menahan Amarah

Menahan amarah adalah sebab memperoleh ampunan Allah dan surga-Nya:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Dan bersegeralah menuju ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang lebarnya (seluas) langit dan bumi yang disediakan bagi orang yang bertakwa, yaitu orang yang menginfakkan (hartanya) di waktu lapang atau susah, dan orang-orang yang menahan amarah, dan bersikap pemaaf kepada manusia, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik (Q.S Ali Imran:133-134)

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ تَغْضَبْ وِلَكَ الْجَنَّة

Janganlah engkau marah, niscaya engkau mendapat surga (H.R at-Thobarony dan dishahihkan oleh al-Mundziri)

Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ اللَّهُ مِنْ الْحُورِ الْعِينِ مَا شَاءَ

Barangsiapa yang menahan amarah padahal ia mampu untuk melampiaskannya, Allah akan panggil ia di hadapan para makhluk pada hari kiamat, hingga Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari (terbaik) yang ia inginkan (H.R Abu Dawud, atTirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Sahabat Nabi Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhu berkata: Tidak ada luapan yang lebih besar pahalanya di sisi Allah selain daripada luapan kemarahan yang ditahan oleh seseorang hamba demi menggapai wajah Allah (riwayat al-Bukhari dalam Adabul Mufrad)

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Marah

Jika seseorang mulai tersulut emosinya untuk marah, hal yang harus dilakukan untuk menahan atau meredakan kemarahan adalah:

         1. Diam, tidak berkata apa-apa

وَإِذَا غَضِبْتَ فَاسْكُتْ

Jika engkau marah, diamlah (H.R al-Bukhari dalam Adabul Mufrad, dishahihkan Syaikh al-Albany).

      2. Mengingat-ingat keutamaan yang sangat besar karena menahan amarah.

      3. Mengucapkan ta’awwudz: A’udzu billaahi minasysyaithoonir rojiim.

Nabi pernah melihat dua orang bertikai dan saling mencela, sehingga timbul kemarahan dari salah satunya. Kemudian Nabi menyatakan:Aku  sungguh tahu suatu kalimat yang bisa menghilangkan (perasaan marahnya):A’udzu billaahi minasysyaithoonir rojiim (H.R al-Bukhari dan Muslim)

      4. Merubah posisi : dari berdiri menjadi duduk, dari duduk menjadi berbaring.

 إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ وَإِلَّا فَلْيَضْطَجِعْ

Jika salah seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri hendaknya ia duduk. Jika dengan itu kemarahan menjadi hilang (itulah yang diharapkan). Jika masih belum hilang, hendaknya berbaring (H.R Abu Dawud)

Faidah          : hadits yang menyatakan bahwa jika seseorang marah hendaknya berwudhu’ dilemahkan oleh sebagian Ulama’ di antaranya Syaikh al-Albany dalam Silsilah al-Ahaadits ad-Dhaifah no 582.

Marah Dalam Hal Syariat Allah Dilanggar

Bukanlah artinya seseorang tidak boleh marah sama sekali. Marah ketika ada penyelisihan terhadap syariat Allah adalah suatu hal yang diharapkan.

Nabi Muhammad shollallaahu ‘alaihi wasallam tidak pernah membalas perlakuan buruk terhadap diri pribadi beliau, namun jika ada penyelisihan terhadap syariat Allah, beliau bersikap marah dan bertindak dengan tegas. Kemarahan beliau adalah karena Allah.

Ummul Mu’minin ‘Aisyah –radliyallaahu ‘anha- menyampaikan kepada kita:

مَا خُيِّرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ أَمْرَيْنِ إِلاَّ أَخَذَ أَيْسَرَهُمَا مَا لَمْ يَكُنْ إِثْمًا فَإِنْ كَانَ إِثْمًا كَانَ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنْهُ وَمَا انْتَقَمَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  لِنَفْسِهِ إِلاَّ أَنْ تُنْتَهَكَ حُرْمَةُ اللهُ فَيَنْتَقِمُ ِللهِ بِهَا

“ Tidaklah Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wasallam diberi pilihan di antara 2 hal kecuali beliau ambil yang paling mudah di antara keduanya selama tidak ada (unsur) dosa. Jika ada(unsur) dosa, beliau adalah manusia yang paling jauh darinya. Tidaklah Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wasallam membalas (ketika disakiti) untuk dirinya sendiri, namun jika hal-hal yang diharamkan Allah dilanggar, beliau membalas untuk Allah ‘Azza wa Jalla “(H.R AlBukhari-Muslim)

Nabi Muhammad shollallaahu ‘alaihi wasallam pernah marah ketika melihat ada gambar makhluk bernyawa di rumahnya, kemudian beliau bersabda:

أَنَّ الْمَلَائِكَةَ لَا تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ وَأَنَّ مَنْ صَنَعَ الصُّورَةَ يُعَذَّبُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ

Sesungguhnya para Malaikat (penyebar rahmat) tidaklah masuk ke rumah yang di dalamnya ada gambar (makhluk bernyawa), dan barangsiapa yang menggambar (makhluk bernyawa) akan diadzab pada hari kiamat dan dikatakan kepadanya: Hidupkan makhluk yang kalian ciptakan (H.R al-Bukhari no 2985).

Berserah diri ketika musibah menimpa

════════════════════

      🌾 PETUAH ULAMA 🌾

════════════════════

🤲🏽🌋💦 BERSERAH DIRI TATKALA MUSIBAH MENIMPA

🎙 Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullaahu Ta'ala :

🌊 Dan apa yang Allah takdirkan berupa musibah (wajib bagi seseorang) untuk berserah diri sepenuhnya kepada-Nya.

✅ Karena itu merupakan wujud keridhaannya yang sempurna bahwa Allah adalah Rabbnya.

📒 Sumber : ( Al-Ubudiyyah 1/57 )
_________________

‏ 🎙  قــــــــــال شـيخ الإسـلام ابن تيـميہ رحمہ الله تعالـــﮯ :

« ومـا قـدّرَ الله سبحـانه وتعـالى
مـن المـصائب ‏يجـب الاستـسلام لـهُ ، ‏فـإنهُ مـن تـمام الرّضـا بـالله ربًّـا »

📒  العــــبودية【 ٥٧/١ 】

•••┈••••○❁🌻❁○••••┈•••

✍🏻WhatsApp
Ⓚ①ⓉⒶ🌏ⓈⒶⓉⓊ
Bagi-bagi faedah ilmiahnya....ayo segera  bergabung
🌐📲 Join Channel Ⓚ①Ⓣ
https://t.me/KajianIslamTemanggung

📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ]  Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

Bertaqwalah wahai muslimin

💥⚠🔥⛔ *ORANG YANG BERTAKWA TIDAK BERBICARA JIKA TIDAK PENTING, KARENA UCAPAN YANG MUBAH SERING MENYERET KEPADA YANG HARAM*

✍🏼 Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz _rahimahullah_ berkata:

*إن وصيتي لكل مسلم تقوى الله سبحانه وتعالى في جميع الأحوال، وأن يحفظ لسانه عن جميع الكلام إلا كلاما ظهرت فيه المصلحة؛ لأنه قد يجر الكلام المباح إلى حرام أو مكروه، وذلك كثير بين الناس.*

"Sesungguhnya wasiat saya untuk setiap muslim adalah bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam semua keadaan, dan hendaknya dia menjaga lisannya dari semua ucapan selain ucapan yang jelas maslahatnya, karena ucapan yang mubah sering kali menyeret kepada yang haram atau makruh, dan itu banyak terjadi diantara manusia."

📚 *Majmu'ul Fatawa, jilid 3 hlm. 236*

🌍 *Sumber* || https://twitter.com/rayatalislah/status/1046684406373646337?s=19

⚪ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Bertaqwalah wahai muslimin

💥⚠🔥⛔ *ORANG YANG BERTAKWA TIDAK BERBICARA JIKA TIDAK PENTING, KARENA UCAPAN YANG MUBAH SERING MENYERET KEPADA YANG HARAM*

✍🏼 Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz _rahimahullah_ berkata:

*إن وصيتي لكل مسلم تقوى الله سبحانه وتعالى في جميع الأحوال، وأن يحفظ لسانه عن جميع الكلام إلا كلاما ظهرت فيه المصلحة؛ لأنه قد يجر الكلام المباح إلى حرام أو مكروه، وذلك كثير بين الناس.*

"Sesungguhnya wasiat saya untuk setiap muslim adalah bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam semua keadaan, dan hendaknya dia menjaga lisannya dari semua ucapan selain ucapan yang jelas maslahatnya, karena ucapan yang mubah sering kali menyeret kepada yang haram atau makruh, dan itu banyak terjadi diantara manusia."

📚 *Majmu'ul Fatawa, jilid 3 hlm. 236*

🌍 *Sumber* || https://twitter.com/rayatalislah/status/1046684406373646337?s=19

⚪ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Bersegeralah menuju ampunan Allah

💥⚠🔥⛔ *KETIKA BENCANA DATANG BANYAK DARI KITA YANG JUSTRU SEMAKIN DURHAKA KEPADA ALLAH*

Allah Ta'ala berfirman:

*وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا طُغْيَانًا كَبِيرًا.*

"Kami terus menakut-nakuti mereka, namun hal itu tidak menambah mereka kecuali semakin melampaui batas." *(QS. Al-Isra': 60)*

⚪ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎