Sunday, November 1, 2020

ancaman bagi orang yang meminta-minta kepada manusia untuk memperbanyak harta

‌‌💰🚦⛔️ *LARANGAN MEMINTA-MINTA KEPADA MANUSIA UNTUK MEMPERBANYAK HARTA*

Syaikh Muhammad bin Sholih Al-'Utsaimin rohimahullah 

Dari Abu Huroiroh rodhiallahu 'anhu berkata Rosulullah ﷺ bersabda:

مَنْ سأل الناس تكثُّرًا، فإنما يسأل جمرََا، فَلْيَسْتَقِلَّ أو لِيَسْتَكْثِرَ

“Barang siapa yang meminta kepada manusia untuk memperbanyak harta, maka sesungguhnya dia sedang meminta bara api, maka silakan dia meminta sedikit atau meminta banyak.”
HR. Muslim 

Dari Samuroh bin Jundub rodhiallahu ‘anhu berkata Rosulullah ﷺ  bersabda :

إنَّ المسألة كَدٌّ يَكُدُّ بها الرجل وجهَه، إلا أن يسأل الرجل سلطانًا، أو في أمرٍ لابُدَّ منه.

“Sesungguhnya meminta-minta itu adalah kepayahan yang seorang menyusahkan wajahnya dengannya. Kecuali seseorang meminta kepada penguasa atau meminta dalam suatu perkara yang memang terpaksa memintanya.” 
HR. Tirmidzi, dan dia berkata hadits Hasan Shohih.

Hadits-hadits ini berisi penjelasan ancaman meminta-minta harta kepada manusia bukan dalam kondisi darurat. Dan dalam hadits Abu Huroiroh sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda : 
“Barang siapa yang meminta kepada manusia untuk memperbanyak harta, maka sesungguhnya dia sedang meminta bara api. Maka silakan dia meminta sedikit atau meminta banyak.

Yakni minta kepada manusia harta mereka untuk memperbanyak hartanya, maka sesungguhnya dia ini sedang meminta bara api silakan mempersedikit atau memperbanyak.
Kalau dia meminta banyak harta, maka akan ditambah baranya.
Kalau meminta sedikit maka sedikit bara apinya, dan jika dia meninggalkan meminta-minta maka dia selamat dari bara api.
Dalam hadits ini ada dalil bahwasanya meminta-minta kepada manusia bukan karena hajat yang mendesak itu termasuk dosa besar.

📑 Syarh Riyadh Ash-Sholihin 2/378-379

#adab #meminta #minta #harta #dosa 
@ahlussunnahposo

↘️ *Gabung Dan Bagikan:*
📚 t.me/salafyonline
🌎 simpellink.com/salafyonline

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

bahaya berbicara tentang agama tanpa 'ilmu

🎙️❌⚠⛔ *BAHAYA BERBICARA TENTANG AGAMA TANPA 'ILMU*

✍🏻 Syaikh Muhammad bin Sholih Al-'Utsaimin _rohimahullah_ berkata,

لو أن شخصاً سأل عن طريق بلد من البلدان فقلت: الطريق من هنا، وأنت لا تعلم، لعد الناس ذلك خيانة منك وتغريراً، فكيف تتكلم عن طريق الجنة وهو الشريعة التي أنزل الله وأنت لا  تعلم عنها شيئاً؟!

Seandainya ada orang bertanya tentang jalan di sebuah negeri, lalu engkau mengatakan, "Jalannya lewat sini," padahal sebenarnya engkau tidak tahu, niscaya orang akan menganggap itu sebagai bentuk khianat dan penipuan darimu. 

Lantas, bagaimana engkau berani berbicara tentang jalan menuju surga, yaitu 'ilmu syari'at yang diturunkan oleh Allah, padahal engkau tidak mengetahuinya sama sekali?!"

📚 _Adh-Dhiya'ul Lami'_, hlm. 322

⚪ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

akibat cinta kepemimpinan

➡️⤴️🎙️ *SEBAB-SEBAB SESEORANG TERUS LARUT DI DALAM KEBATHILAN SETELAH DATANG PENJELASAN  KEPADANYA*

Bismillahirrohmanirrohiim

Segala puji bagi Allah. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad dan keluarganya, serta para shahabat beliau seluruhnya.

Adapun setelah itu:

Sesungguhnya di antara perkara yang tidak ada keraguan padanya dari perkara yang telah Allah tetapkan dan bimbingkan adalah bahwasanya kembali kepada kebenaran itu lebih baik daripada terus-menerus di dalam kebathilan. Karena sikap terus-menerus di dalam kebathilan merupakan tanda seorang yang tidak diberi taufiq dan terkena makar. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim di dalam Al-Fawa'id:

والخذلان أن يكلك الله إلى نفسك

"Khidzlan adalah Allah membiarkanmu diurus oleh dirimu sendiri."

Ada beberapa sebab seseorang tetap berada di dalam kebathilan setelah datang penjelasan kepadanya, di antaranya:

1. Hubbur ri'asah (cinta kekuasaan) dan hubbut tashoddur (senang tampil).

Al-Imam Asy-Syatibi rohimahullah berkata di dalam Al-I'thishom:

آخر الأشياء نزولاً من قلوب الصَّالحين: حبُّ السُّلطة والتَّصدر

"Perkara terakhir yang keluar dari hati orang-orang sholih adalah rasa cinta kepada kekuasaan dan senang tampil."

Ibrohim bin Adham berkata:

مَا صَدق َاللهَ عَبدٌ أَحَبَّ الشُّهرة

"Seorang hamba yang menyukai ketenaran tidaklah bersikap jujur kepada Allah."

Al-Hafizh Adz-Dzahabi mengomentari ucapan Ibrohim bin Adham, 

عَلاَمَة ُالمُخلِصِ الذي قد يُحِبُّ شُهرَةً، ولا يشعرُ بها، أنّه إذا عُوتب في ذلك لا يَحْرَدُ ولا يُبَرِّئُ نفسَهُ، بل يعترف ويقول: رحمَ الله من أهدى إليَّ عُيوبي، ولا يَكُنْ مُعْجباً بنفسِه؛ لا يشعرُ بعيوبها، بل لا يشعر أنّه لا يشعر، فإنّ هذا داءٌ مزمنٌ

"Tanda orang ikhlash yang terkadang ia senang ketenaran tetapi ia tidak menyadarinya adalah: apabila ia ditegur, maka ia tidak marah dan tidak pula berlepas diri dari kesalahannya. Bahkan ia mengakuinya dan berkata, "Semoga Allah merahmati orang yang telah menunjukkan aib-aib diriku kepadaku." Dia bukan orang yang berbangga diri, bukan pula orang yang tidak menyadari aib-aibnya. Bahkan ia bukan orang yang tidak menyadari bahwa dirinya tidak sadar. Sesungguhnya ini semua merupakan penyakit kronis." [Siar A'lamin Nubala' (7/397)]

Ibnu 'Abdil Barr melantunkan dalam Jami' Bayanil Ilm (1/975):

حبُّ الرئاسـة داءٌ يحلــق الدنيا ويجعل الحبَّ حرباً للمحبينا

يفري الحلاقيم والأرحام يقطــعها فلا مروءة يبقها و لا ديـنا

مَنْ دان بالجهل أو قبل الرسوخ فما تَلفـيه إلاَّ عـدواً للمحقينا

يشنا العلوم ويقلي أهلها حســداً ضاهى بذلك أعداءَ النبيينا

"Hubbur ri'asah adalah penyakit yang bisa menghancurkan dunia dan menjadikan kecintaan tersebut sebagai ajang peperangan bagi para pecintanya.

Hubbur ri'asah akan menebas leher-leher dan memutus hubungan silaturohim, sehingga tidak menyisakan kehormatan dan tidak pula agama.

Barang siapa beragama dengan kebodohan atau sebelum kokoh ke'ilmuannya, niscaya engkau tidak mendapatinya kecuali sebagai musuh bagi para pembawa kebenaran.

Ia akan membenci 'ilmu dan para pembawanya karena hasad. Dengan itu, ia telah menyerupai musuh-musuh para nabi."

Abu Nu'aim berkata:

والله ما هلك مَنْ هلكَ إلاَّ بحبِّ الرِّئاسة

"Demi Allah, tidaklah binasa orang yang telah binasa, kecuali karena hubbur ri'asah."

2. Sombong dan enggan menerima kebenaran.

Al-Imam Sufyan bin Uyainah berkata:

ليس العاقل الذي يعرف الخير والشر، وإنما العاقل الذي إذا رأى الخير اتبعه وإذا رأى الشر اجتنبه

"Orang berakal bukanlah orang yang mengetahui kebaikan dan kejelekan. Orang berakal hanyalah orang yang: bila melihat kebaikan, ia pun mengikutinya dan bila melihat kejelekan, ia pun menjauhinya." [Al-Hilyah (8/339)]

Al-Imam Ibnul Qoyyim berkata di dalam Al-Fawa'id (155):

Di antara tanda-tanda kebahagiaan dan keberuntungan adalah seorang hamba setiap kali 'ilmunya bertambah, bertambah pula sikap rendah hati dan kasih sayangnya. Setiap kali 'amalnya bertambah, bertambah pula rasa takut dan kehati-hatiannya. Setiap kali umurnya bertambah, semakin berkurang ketamakannya. Setiap kali hartanya bertambah, bertambah pula kedermawanannya. Setiap kali kedudukan dan kemuliaannya bertambah, bertambah pula kedekatannya kepada manusia, usahanya dalam memenuhi segala kebutuhan mereka, dan sikap rendah hatinya kepada mereka.

Sedangkan tanda-tanda kesengsaraan adalah setiap kali 'ilmunya bertambah, bertambah pula kesombongan dan keangkuhannya. Setiap kali 'amalannya bertambah, bertambah pula sifat bangga dirinya, sikap merendahkan manusia, dan berbaik sangka kepada dirinya sendiri. Setiap kali umurnya bertambah, bertambah pula ketamakannya. Setiap kali hartanya bertambah, bertambah pula sifat bakhil dan kikirnya. Setiap kali kedudukan dan kemuliaannya bertambah, bertambah pula kesombongan dan keangkuhannya. 

Seluruh perkara ini adalah ujian dan cobaan dari Allah. Allah menguji hamba-hamba-Nya dengan berbagai perkara tersebut. Maka, dengan hal-hal tersebut sebagian orang menjadi berbahagia dan sebagian lainnya menjadi sengsara."

Abu Darda' rodhiyallahu 'anhu berkata:

علامة الجهلِ ثلاثة: العجبُ، وكثرة المنطق فيما لا يعنيه، وأنْ ينهى عن شيءٍ ويأتيه

"Tanda kebodohan ada tiga, yaitu 'ujub, banyak bicara pada perkara yang bukan urusannya, melarang dari suatu perkara tapi dia sendiri melanggarnya."

'Ali bin Abi Tholib rodhiyallahu 'anhu berkata:

الإعجاب آفة الألباب

"Sifat bangga diri adalah petaka bagi akal."

Sebagian salaf selain beliau pun berkata:

إعجاب المرء بنفسه دليلٌ على ضعف عقله

"Sifat bangga diri adalah tanda kelemahan akal seseorang."

Mereka juga berkata:

لا ترى المعجب إلاَّ طالباً للرئاسة

"Engkau tidaklah melihat seorang pun yang berbangga diri, melainkan pasti ia menginginkan kepemimpinan." [Jami' Bahanil 'Ilm (1/570-571)]

Seseorang harus menyadari dengan sebaik-baiknya bahwa Allah maha mengawasi dirinya, mengetahui mata yang khianat, dan mengetahui segala hal yang disembunyikan oleh hati. Menyadari bahwa hati-hati manusia berada di antara dua jari-jemari Ar-Rohman. Allah membolak-balikkan hati-hati itu sekehendak-Nya subhanahu wa ta'ala.

Ibnu Abi Hatim menyampaikan di dalam Az-Zuhd (59) ucapan Al-Hasan Al-Bashri rohimahullah:

إنَّ القلب لأشد طيرورة من الريشة في يومٍ عاصفٍ

"Sesungguhnya hati adalah benda yang lebih mudah terbang daripada sebuah bulu di hari yang penuh angin badai."

Semoga Allah menutup hidup kita dengan kebaikan. Semoga sholawat dan salam tercurahkan kepada Nabi kita, Muhammad, serta kepada keluarga dan para shahabatnya.

Ditulis
*_'Abdullah bin 'Abdurrohim Al-Bukhori hafizhohullah_*

3 Zulhijah 1429

https://www.salafycirebon.com/sebab-sebab-seseorang-terus-larut-di-dalam-kebatilan-setelah-datang-penjelasan-kepadanya.htm
@salafy_cirebon
#kebatilan #kebenaran

↘️ *Gabung Dan Bagikan:*
📚 t.me/salafyonline
🌎 simpellink.com/salafyonline

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

keutamaan membaca sholawat kepada Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam

‌‌🌴🌻 *KEUTAMAAN MEMBACA SHOLAWAT KEPADA NABI ﷺ*

Syaikh Muhammad bin Sholih Al-'Utsaimin rohimahullah 

Pertanyaan :

Semoga Allah berlaku ihsan kepada anda, penanya berkata apa hadits yang diriwayatkan terkait keutamaan memperbanyak sholawat kepada Rosulullah pada malam Jum'at atau pada hari Jum'at?

Jawaban :

Haditsnya adalah sesungguhnya Rosulullah ﷺ menganjurkan untuk memperbanyak membaca sholawat dan salam kepada beliau pada hari Jum'at. 
Dan memperbanyak sholawat kepada Nabi ﷺ di hari manapun dalam satu pekan memiliki keutamaan yang besar. Kalaulah tidak ada dalam hal itu kecuali dalam rangka menjalankan perintah Allah :

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
(QS. Al-Ahzab 56)

Dan bersholawat itu adalah menjalankan sebagian hak Nabi ﷺ atas umatnya, karena hak beliau itu sangatlah besar, lebih besar daripada hak kedua orang tua. Oleh karena itu wajib bagi kita untuk mendahulukan kecintaan kepada beliau di atas kecintaan kepada orangtua, anak, dan manusia seluruhnya, bahkan atas diri sendiri. 
Dan diantaranya adalah seorang insan akan diberi pahala atasnya. Karena barangsiapa yang bersholawat kepada Nabi ﷺ satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.

Maka satu kebaikan akan dibalas sepuluh kebaikan. Kemudian sesungguhnya memperbanyak sholawat kepada Nabi ﷺ akan mengharuskan memperbanyak menyebut beliau di dalam hatinya, sehingga hal itu akan menambah keimanan kepada beliau, dan menambah kecintaan kepada beliau dan berpegang teguh dengan sunnah beliau.

📑 Fatawa Nur ala Ad-Darbi kaset 341

فضل الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم

السؤال:

  أحسن الله إليكم. يقول
السائل: ما هو الحديث الوارد في فضل كثرة الصلاة على الرسول صلى الله عليه وسلم ليلة الجمعة أو يوم الجمعة؟

الجواب:
الشيخ: الحديث هو أن الرسول صلى الله عليه وسلم حث على كثرة الصلاة والسلام عليه يوم الجمعة، ومن المعلوم أن كثرة الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم في أي يوم من أيام الأسبوع فيها فضل عظيم، لو لم يكن من ذلك إلا أنه امتثال أمر الله عز وجل حيث قال: ﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً﴾،

وأنه قيام ببعض حق النبي صلى الله عليه وسلم على أمته؛ لأن حقه عليها عظيم، أعظم من حق الوالدين، ولهذا كان يجب علينا أن نقدم محبته على محبة الوالدين والولد والناس أجمعين بل وعلى النفس، ومنها أن الإنسان يثاب على ذلك؛ فإن من صلى على النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم صلاة صلى الله عليه بها عليه عشراً، فالحسنة بعشر أمثالها، ثم إن كثرة الصلاة على النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم تستلزم كثرة ورود ذكره على القلب فيزداد بذلك الرجل إيماناً بالرسول صلى الله عليه وعلى آله وسلم ومحبة له وتمسكاً بهديه وسنته.
فتاوى نور على الدرب
الشريط رقم [341]

#dzikir #shalawat #jumat #pahala #sunnah 
@ahlussunnahposo

↘️ *Gabung Dan Bagikan:*
📚 t.me/salafyonline
🌎 simpellink.com/salafyonline

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

kunci untuk mendapatkan kehidupan hati, rahmat dan rizqi

🔑🌸🌸 *KUNCI UNTUK MENDAPATKAN KEHIDUPAN HATI, RAHMAT DAN RIZQI*

✍🏻 *Ibnul Qoyyim* rohimahullah mengatakan:


‏° مفتاح حياة القلب: تدبر القرآن، والتضرع بالأسحار، وترك الذنوب

° ‏ومفتاح حصول الرحمة: الإحسان في عبادة الخالق، والسعي في نفع عبيده

° ‏ومفتاح الرزق: السعي مع الاستغفار والتقوى ".

✔️Kunci untuk mendapatkan kehidupan  hati adalah: mentadabburi Al-Quran, berdo'a di waktu-waktu sahur, dan meninggalkan dosa.

✔️Sedangkan kunci untuk mendapatkan rahmat Allah adalah dengan berbuat ihsan dalam beribadah kepada Sang Pencipta, dan berupaya memberikan manfaat kepada hamba-hamba-Nya.

✔️Adapun kunci untuk mendapatkan rizqi adalah berusaha dengan disertai istighfar dan ketaqwaan.

📚 Haadi Al-Arwah 69.

https://t.me/elarabekalrugea/6733
@salafy_cirebon
#hati #rahmat #rejeki #kunci

↘️ *Gabung Dan Bagikan:*
📚 t.me/salafyonline
🌎 simpellink.com/salafyonline

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

tujuan membaca Al-Quran

🍃🌼 ‌‌ *SALAH KAPRAH SEBAGIAN MANUSIA DALAM MEMBACA AL-QURAN*

Syaikh Sholih bin 'Abdillah Al-Fauzan hafizhohullah:

“Bahkan mereka telah dicengkeram oleh taqlid buta kepada nenek moyang mereka, mereka menyangka bahwasanya Al-Quran hanyalah untuk di ambil berkahnya saja, untuk meraih pahala dengan membacanya. Bukanlah tujuan membaca Al-Quran (menurut mereka) adalah untuk mentadabburi dan meng'amalkan isinya.

Sedikit sekali orang yang membaca Al-Quran untuk tujuan ini, akan tetapi kebanyakan mereka membaca Al-Quran sebatas :

1.  Untuk mencari berkah, 
2. Untuk berlezat-lezat dengan suara pembacanya, 
3. Untuk menyenandungkannya 
4. Atau membacakannya kepada orang sakit untuk pengobatan.

Adapun kalau membaca Al-Quran untuk di'amalkan, untuk menghayatinya, untuk menjadi rujukan isi kandungannya, untuk bisa menilai keadaan manusia dengan Al-Quran ini, maka ini tidak ditemukan, kecuali sangat sangat sedikit dari kalangan manusia.
Dan kita tidak mengatakan : sesungguhnya hal itu tidak ada, akan tetapi ada dalam jumlah yang sangat sedikit. 

📑 Syarh Ushul As-Sittah 10-11

#akidah #pahala #berkah #salah #baca #alquran
@ahlussunnahposo

↘️ *Gabung Dan Bagikan:*
📚 t.me/salafyonline
🌎 simpellink.com/salafyonline

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

cara melembutkan hati

🌹🌻🌷💐 *BANYAK MENGINGAT KEMATIAN MELEMBUTKAN HATI*

✍🏼 Syaikh Sholih al-Fauzan _hafizhohullah_ berkata:

من أعظم ما يلين القلوب تذكر الموت وزوال الدنيا والانتقال إلى الدار الآخرة.

"Termasuk perkara terbesar yang melembutkan hati adalah mengingat kematian, berakhirnya dunia, dan berpindah menuju negeri akhirat."

📚 _Al-Khuthob al-Mimbariyyah_, jilid 2 hlm. 75

⚪ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎