┏๐ฎ๐ฉ๐ฐ๐ธ━━━━━━━━━━━━━┓
*SALAFY ONLINE*
┗━━━━━━━━━━━━━๐๐๐ก┛
๐ *TELADAN SALAF DALAM PERGAULAN ANTARA LAKI-LAKI & PEREMPUAN*
๐ Disebutkan dalam hadits 'Abdullah bin Amr bin al-Ash rodhiallahu 'anhumaa, bahwa ada beberapa orang dari Bani Hasyim yang menemui Asma’ rodhiallahu 'anha. Kemudian datanglah Abu Bakr ash-Shiddiq rodhiallahu 'anhu, suami Asma’.
Saat melihat mereka, Abu Bakr tampak tidak senang. Beliau lalu menceritakannya kepada Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam.
๐กBeliau shollallahu 'alaihi wa sallam berkata, “Aku tidak melihat apa pun selain kebaikan.”
Beliau juga bersabda, “Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah menyucikannya dari hal tersebut.”
Kemudian Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bangkit berdiri di atas mimbar dan bersabda,
ูุงَ َูุฏْุฎََُّูู ุฑَุฌٌُู ุจَุนْุฏَ َْููู
ِู َูุฐَุง ุนََูู ู
ُุบِูุจَุฉٍ ุฅِูุงَّ َูู
َุนَُู ุฑَุฌٌُู ุฃَِู ุงุซَْูุงِู
“Setelah hari ini, janganlah seorang lelaki menemui seorang wanita yang sedang ditinggal pergi suaminya, kecuali ia ditemani laki-laki lain atau dua orang laki-laki.” (HR. Muslim no. 2173)
✔️ Al-Qurthubi rohimahullah berkata,
“Peristiwa ini terjadi pada saat Abu Bakr sedang pergi. Akan tetapi, kepergian Abu Bakr masih dalam jarak mukim, bukan safar. Selain itu, hal ini terjadi pada orang-orang yang dikenal sebagai orang yang baik dan sholih. Ditambah lagi mereka memiliki akhlaq yang baik sejak sebelum masa Islam, yang tidak asal menuduh dan menilai.
Hanya saja, Abu Bakr mengingkari hal tersebut berdasarkan cemburu karena tabiat dan agama. Pada saat beliau menceritakannya kepada Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda berdasarkan pengetahuan beliau tentang orang-orang tersebut dan Asma’, “Aku tidak melihat apa pun selain kebaikan.”
Beliau shollallahu 'alaihi wa sallam tujukan hal ini kepada kedua belah pihak karena beliau mengetahui setiap individunya. Mereka adalah kaum muslimin dari Bani Hasyim.
Kemudian Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam mengkhususkan Asma’ dengan persaksian, “Sesungguhnya Allah telah menyucikannya dari hal itu.”
๐ Artinya, menyucikannya dari perasaan yang muncul dalam diri Abu Bakr. Hal ini adalah keutamaan besar bagi Asma’, bahkan yang terbesar.
✅ Tidak hanya ini, Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam juga mengumpulkan para shahabat dan berdiri di atas mimbar untuk melarang mereka serta menjelaskan yang diperbolehkan, “Setelah hari ini, janganlah seorang lelaki menemui seorang wanita yang sedang ditinggal pergi suaminya, kecuali ia ditemani laki-laki lain atau dua orang laki-laki.”
Hal ini untuk menutup celah kholwat dan mencegah munculnya tuduhan.
Ralosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam hanya menyebutkan satu atau dua orang laki-laki (untuk menemani) karena mereka adalah orang-orang yang sholih. Sebab, tuduhan tidak akan terjadi dengan bilangan tersebut.
Adapun hari ini, bilangan ini belumlah cukup. Harus ada jumlah yang banyak karena kerusakan yang telah menyebar dan berbagai niatan yang buruk. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati Imam Malik yang bersikap keras dalam hal ini.” (al-Mufhim, 5/502)
❗️Al-Qurthubi, Abul 'Abbas Ahmad bin 'Umar bin Ibrohim, lahir pada 578 H dan meninggal pada 656 H. Beliau menjelaskan hal ini pada masanya. Lantas, apa yang akan beliau katakan jika beliau hidup dan menyaksikan dunia kita di abad kelima belas Hijriah ini?!
๐ฅ Simak selengkapnya:
๐ https://asysyariah.com/katakan-tidak-untuk-pacaran/
@asysyariah
#teladan #salaf #pergaulan #pria #wanita #ajnabi
๐ป๐ฒ *Join & Share* ๐ก
▶ *WA Washiilatu At Tarbiyyah*
๐ฉ wa.me/6285232330440
↘️ *Telegram:*
๐ t.me/salafyonline
๐ผ t.me/salafyonline_poster
↘️ *Instagram*
๐ผ instagram.com/salafy_online
↘️ *Website:*
๐ www.salafyonline.net
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
No comments:
Post a Comment