Wednesday, August 5, 2020

jadilah salafi yang jujur dan ikhlash

┏🇮🇩🔰🌸━━━━━━━━━━━━━┓
             *SALAFY  ONLINE*
┗━━━━━━━━━━━━━📚🕋📡┛

🍃📚 *JADILAH SALAFI YANG JUJUR DAN IKHLASH*

من صفات السلفي الصادق

قال العلامة ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله وعافاه:

 👈السلفي الصادق المخلص ينظر في كل عمل أو عقيدة فيقيمها على كتاب الله وعلى سنة رسول الله عليه الصلاة والسلام، يحاربون الهوى ويحاربون البدع والضلالات، ويرفعون راية السنة، وينصحون للمسلمين ويبينون لهم الحق؛ يبينون لهم طريق الهدى من الضلال ويبينون لهم ما يسعدهم في دنياهم وفي أخراهم. 

📚[المجموع- شرح عقيدة السلف (٢/ ٢٤٠)].


Al 'Allamah Robi' bin Hadi Al Madkholi -semoga Allah menjaga dan menyehatkan beliau- berkata,

"Seorang salafi yang jujur dan ikhlash: 

◻️ Ia akan melihat pada setiap 'amalan atau keyaqinan, kemudian menilainya berdasarkan Al Quran dan Sunnah Rosulullah ﷺ.

◻️ Ia akan memerangi hawa nafsu, kebid'ahan dan kesesatan-kesesatan. 

◻️ Ia akan mengangkat bendera sunnah, menasihati kaum muslimin dan menjelaskan al haq (kebenaran) kepada mereka. Menjelaskan kepada mereka jalan petunjuk sehingga terbedakan dari jalan-jalan kesesatan dan menjelaskan kepada mereka hal-hal yang bisa membahagiakan mereka di dunia dan akhirat."

📚Al Majmu' - Syarh 'Aqidatus Salaf: 2/240 @selefi_lilhaqq @salafy_cirebon
#salafy #jujur #ikhlas

💻📲 *Join & Share* 📡
▶ *WA Washiilatu At Tarbiyyah*
     📩 wa.me/6285232330440
↘️ *Telegram:* 
     📚 t.me/salafyonline
     🖼 t.me/salafyonline_poster
↘️ *Instagram*
     🖼 instagram.com/salafy_online
↘️ *Website:*
     🌐 www.salafyonline.net

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

kisah Ashhabul ukhdud

✍🏻📢📋✅ *KISAH ASHHABUL UKHDUD YANG DISEBUTKAN DALAM SURAH AL-BURUJ*

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shohih-nya, pada “Kitab az-Zuhd war Roqo`iq”, “Bab Qishshoh Ashhabil Ukhdud” (no. 3005), dari Shuhaib bin Sinan _rodhiallahu 'anhu,_ Rosulullah _shollallahu 'alaihi wa sallam_ bersabda (yang artinya),

Pada zaman dahulu, sebelum masa kalian ada seorang raja, dia mempunyai seorang tukang sihir. Ketika tukang sihir ini sudah semakin tua, dia berkata kepada raja tersebut, "Saya sudah tua, carikan untukku seorang pemuda remaja yang akan saya ajari sihir." Raja itu pun mencari seorang pemuda untuk diajari 'ilmu sihir.

Adapun pemuda itu, di jalanan yang dilaluinya (menuju tukang sihir) itu ada seorang rahib (ahli ibadah). Dia duduk di majelis rahib tersebut, mendengarkan wejangannya. Ternyata uraian tersebut mena'jubkannya. Akhirnya, jika dia mendatangi tukang sihir itu, dia melewati majelis si rahib dan duduk di sana.

Kemudian, setelah dia menemui tukang sihir itu, dia dipukul oleh tukang sihir tersebut. Pemuda itu pun mengadukan keadaannya kepada si rahib. Kata si rahib, "Kalau engkau takut kepada si tukang sihir, katakan kepadanya, Aku ditahan oleh keluargaku. Jika engkau takut kepada keluargamu, katakan kepada mereka, Aku ditahan oleh tukang sihir itu".

Ketika dia dalam keadaan demikian, datanglah seekor binatang besar yang menghalangi orang banyak. Pemuda itu berkata, “Hari ini saya akan tahu, tukang sihir itu yang lebih utama atau si rahib.”

Dia pun memungut sebuah batu dan berkata, "Ya Allah, kalau ajaran si rahib itu lebih Engkau cintai daripada ajaran tukang sihir itu, bunuhlah binatang ini agar manusia bisa berlalu." Pemuda itu melemparkan batunya hingga membunuhnya. Akhirnya manusia pun dapat melanjutkan perjalanannya.

Kemudian pemuda itu menemui si rahib dan menceritakan keadaannya. Si rahib berkata kepadanya, "Wahai Ananda, hari ini engkau lebih utama daripadaku. Kedudukanmu sudah sampai pada tahap yang aku lihat saat ini. Sesungguhnya engkau tentu akan menerima cobaan. Apabila engkau ditimpa satu cobaan, janganlah engkau menunjuk diriku."

Pemuda itu akhirnya mampu mengobati orang yang dilahirkan dalam keadaan buta, sopak (belang), dan mengobati orang banyak dari berbagai penyakit. Berita ini sampai ke telinga teman duduk Sang Raja yang buta matanya. Dia pun menemui pemuda itu dengan membawa hadiah yang banyak, lalu berkata, "Semua hadiah yang ada di sini adalah untuk engkau, saya kumpulkan, kalau engkau dapat menyembuhkan saya (dari kebutaan ini)."

Anak muda itu menjawab, "Sebetulnya saya tidak dapat menyembuhkan siapa pun. Akan tetapi, yang menyembuhkan itu adalah Allah. Kalau engkau beriman kepada Allah, saya do'akan kepada Allah, tentu Dia sembuhkan engkau".

Teman Sang Raja itu pun beriman kepada Allah, lalu Allah menyembuhkannya. Kemudian dia menemui Sang Raja dan duduk bersamanya seperti biasa. 

Raja itu berkata kepadanya, "Siapa yang sudah mengembalikan matamu?"

Dia menjawab, "Robb-ku."

Raja itu menukas, “Apa kamu punya tuhan selain aku?”

Orang itu berkata, "Robb-ku dan Robb-mu adalah Allah."

Raja itu pun menangkapnya dan tidak berhenti menyiksanya sampai dia menunjukkan si pemuda. Akhirnya si pemuda ditangkap dan dibawa ke hadapan raja tersebut. Sang raja berkata, "Wahai anakku, telah sampai kepadaku kehebatan sihirmu yang dapat menyembuhkan buta, sopak, dan kamu berbuat ini serta itu."

Pemuda itu berkata, "Sesungguhnya saya tidak dapat menyembuhkan siapa pun. Akan tetapi, yang menyembuhkan itu adalah Allah."

Raja itu menangkapnya dan terus-menerus menyiksanya sampai dia menunjukkan si rahib. Akhirnya si rahib ditangkap dan dihadapkan kepada Sang Raja dan dipaksa, "Keluarlah dari agamamu."

Si rahib menolak. Raja itu minta dibawakan sebuah gergaji, lalu diletakkan di atas kepala si rahib. Mulailah kepala itu digergaji hingga terbelah dua. Kemudian diseret pula teman duduk raja tersebut, dan dipaksa pula untuk kembali murtad dari keyaqinannya. Akan tetapi, dia menolak. Akhirnya kepalanya digergaji hingga terbelah dua.

Kemudian pemuda itu dihadapkan kepada raja. Dia pun dipaksa, "Keluarlah kamu dari keyaqinanmu." 

Pemuda itu menolak. Akhirnya raja itu memanggil para prajuritnya, "Bawa dia ke gunung ini dan itu, dan naiklah. Kalau kalian sudah sampai di puncak, kalau dia mau beriman (bawa pulang). Kalau dia tidak mau, lemparkan dia dari atas."

Mereka pun membawa pemuda itu ke gunung yang ditunjuk. Si pemuda pun berdo'a, "Ya Allah, lepaskan aku dari mereka dengan apa yang Engkau kehendaki."

Seketika gunung itu bergetar. Mereka pun terpelanting jatuh. Pemuda itu datang berjalan kaki menemui Sang Raja. 
Raja itu berkata, "Apa yang dilakukan para pengawalmu itu?"

Kata si pemuda, "Allah menyelamatkanku dari mereka."

Kemudian Raja menyerahkan si pemuda kepada beberapa orang lalu berkata, “Bawa dia dengan perahu ke tengah laut. Kalau dia mau keluar dari keyaqinannya, (bawa pulang). Kalua tidak mau, lemparkan dia ke laut.”

Mereka pun membawanya. Si pemuda berdo'a lagi, “Ya Allah, lepaskan aku dari mereka dengan apa yang Engkau kehendaki.”

Perahu itu karam dan mereka pun tenggelam. Si pemuda pun berjalan dengan tenang menemui Sang Raja.

Raja itu berkata, "Apa yang dilakukan para pengawalmu itu?"

Kata si pemuda, "Allah menyelamatkanku dari mereka."

Lalu si pemuda melanjutkan, "Sesungguhnya engkau tidak akan dapat membunuhku sampai engkau melakukan apa yang kuperintahkan."

Sang Raja bertanya, "Apa itu?"

Kata si pemuda, "Kau kumpulkan seluruh manusia di satu tempat. Lalu kau salib aku di sebatang pohon. Ambil sebatang panah dari kantung panahku kemudian letakkan pada sebuah busur. Lalu ucapkanlah _Bismillah Robbil ghulam_ (Dengan nama Allah, Robb si pemuda), dan tembaklah aku dengan panah tersebut. Kalau engkau melakukannya, niscaya engkau akan dapat membunuhku."

Raja itu pun mengumpulkan seluruh manusia di satu tempat dan menyalib si pemuda. Kemudian dia mengeluarkan anak panah dari kantung si pemuda lalu meletakkannya pada sebuah busur dan berkata, _"Bismillahi Robbil ghulam_, kemudian dia melepaskan panah itu dan tepat mengenai pelipis si pemuda. Darah mengucur dan si pemuda segera meletakkan tangannya di pelipis itu dan dia pun tewas.

Serta merta rakyat banyak yang melihatnya segera berkata, "Kami beriman kepada Robb si pemuda. Kami beriman kepada Robb si pemuda. Kami beriman kepada Robb si pemuda."

Raja pun didatangi pengikutnya. Lantas diceritakan kepadanya, "Apakah Anda sudah melihat? Apa yang Anda khawatirkan, demi Allah sudah terjadi. Orang banyak sudah beriman (kepada Allah)."

Lalu Raja memerintahkan agar digali parit-parit besar dan dinyalakan api di dalamnya. Raja itu berkata, "Siapa yang tidak mau keluar dari keyaqinannya, bakarlah hidup-hidup dalam parit itu. (Atau ceburkan ke dalamnya)."

Mereka pun melakukannya. Sampai akhirnya diseretlah seorang wanita yang sedang menggendong bayinya. Wanita itu mundur (melihat api yang bernyala-nyala), khawatir terjatuh ke dalamnya (karena sayang kepada bayinya). Akan tetapi, bayi itu berkata kepada ibunya, "Wahai Ibunda, bersabarlah. Sesungguhnya engkau di atas al-haq."

⚪ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

berbuat baik kepada keluarga orang yang meninggal

┏🇮🇩🔰🌸━━━━━━━━━━━━━┓
             *SALAFY  ONLINE*
┗━━━━━━━━━━━━━📚🕋📡┛

📚 *BERBUAT BAIK KEPADA KELUARGA ORANG YANG MENINGGAL*

📝 Syaikh 'Abdul 'Aziiz bin 'Abdullah bin Baaz rohimahullah mengatakan,

✅ Berbuat baik kepada keluarga mayyit serta bersedekah dengan uang dan sembelihan, hal itu diperbolehkan apabila mereka adalah orang-orang faqir.

Namun, yang lebih utama ialah tetangga dan kerabat membuatkan makanan di rumah mereka masing-masing, lalu memberikannya kepada keluarga mayyit. Sebab, telah shohih dari Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam bahwa ketika beliau mendengar berita kematian Ja’far bin Abi Tholib rodhiallahu 'anhu di Perang Mu’tah, beliau memerintah para kerabatnya untuk membuatkan makanan bagi keluarga Ja’far. Beliau bersabda, “Karena mereka sedang mendapatkan perkara yang menyibukkan mereka.”

❌ Adapun jika keluarga mayyit yang membuat makanan untuk orang-orang  (masyarakat) karena kematian (semacam peringatan tujuh hari, –red.), ini tidak diperbolehkan. Hal itu termasuk 'amalan jahiliyyah, baik itu dilakukan pada saat hari kematian, hari keempat, kesepuluh, maupun setelah genap setahun; semuanya tidak boleh.

💡Ini berdasarkan riwayat yang shohih dari shahabat Jarir bin 'Abdillah al-Bajali rodhiallahu 'anhu, salah seorang shahabat Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam. Beliau berkata,

كُنَّا نَعُدُّ الْاِجْتِمَاعَ إِلَى أَهْلِ الْمَيِّتِ وَصَنِيْعَهُ الطَّعَامَ بَعْدَ دَفْنِهِ مِنَ النِّيَاحَةِ

“Kami menganggap bahwa berkumpul-kumpul di rumah keluarga mayyit dan membuat makanan setelah pemakamannya, termasuk perbuatan niyahah[1] (meratapi mayyit).”

✔️ Adapun jika ada tamu yang mengunjungi keluarga mayyit pada hari-hari berkabung (saat ta'ziyah), tidaklah mengapa bagi keluarga mayyit membuat makanan untuk mereka sebagai bentuk jamuan. Demikian pula, tidaklah mengapa bagi keluarga mayyit untuk mengundang siapa pun yang mereka kehendaki, tetangga atau kerabat, untuk makan bersama mereka.

Catatan Kaki:
[1] HR. Ahmad dan Ibnu Majah, lafaz di atas adalah lafaz Ahmad.
Niyahah atau meratapi mayit telah dilarang keras oleh Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam. Niyahah termasuk dosa besar karena pelakunya diancam dengan ancaman keras sebagaimana dalam hadits,

النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ

"Seorang wanita yang niyahah (meratapi mayyit), apabila tidak bertaubat sebelum matinya, dia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan memakai pakaian yang menutupi tubuhnya dari tembaga yang meleleh dan kulitnya terkena penyakit kudis (dengan rata).” (Shohih, HR. Muslim)


🖥 Simak selengkapnya:

🌏 https://asysyariah.com/bisakah-kirim-pahala/
@asysyariah
#berbuatbaik #keluarga #meninggal

💻📲 *Join & Share* 📡
▶ *WA Washiilatu At Tarbiyyah*
     📩 wa.me/6285232330440
↘️ *Telegram:* 
     📚 t.me/salafyonline
     🖼 t.me/salafyonline_poster
↘️ *Instagram*
     🖼 instagram.com/salafy_online
↘️ *Website:*
     🌐 www.salafyonline.net
↘️ *YouTube*
     📹 youtube.com/channel/UCJr0ghsWVOSflpSwJJGBlXQ

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

Tuesday, August 4, 2020

nasihat untuk para wanita

🌷🌹💐🍃 *NASIHAT BERHARGA BAGI PARA WANITA*

✍🏻 Al-'Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i _rohimahullah_ berkata, 

هل تعلمين أن عائشة -رضي الله عنها- لم تنجب ولم يكن لها ذرية، ومع ذلك لم يوجد أثر في كتب السنة النبوية أن عائشة قالت: يا رسول الله إدع الله لي بالذرية!!

Tidakkah engkau mengetahui bahwa 'Aisyah _rodhiyallahu 'anha_ adalah wanita yang tidak memiliki keturunan? Meski demikian, tidak terdapat satupun atsar (riwayat) di dalam kitab-kitab para 'ulama yang menyebutkan bahwa 'Aisyah pernah berkata kepada Rosulullah _shollallahu 'alaihi wasallam,_ "Wahai Rosulullah, berdo'alah kepada Allah agar aku mendapatkan keturunan." 

وهل تعلمين أن النبي -صلى الله عليه وسلم- مات عنها وعمرها ١٨ سنة، وكان شديد الحب لها، وكانت شديدة الغيرة، أي عاشت بعده ٤٧ سنة، ومع ذلك لم تتحسر على الزواج!!

Tidakkah engkau mengetahui bahwa Rosulullah wafat saat 'Aisyah berumur 18 tahun? Rosulullah sangat mencintai beliau. Beliau sendiri adalah wanita yang memiliki rasa cemburu yang besar. Beliau hidup 47 tahun setelah wafatnya Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam. Meski demikian, beliau tidak pernah bersedih atas kepergian suaminya

لكنها إشتغلت بالعلم والعبادة 
وكانت معلمة ومثقفة ومفتيه لكبار الصحابة.
 لن تتوقف الحياة على الإنجاب.
 ولا على الزواج. ولا على البيت.
 ولا على الضرة -الزوجة الثانية-، ولا على المال، ولا على موت الوالدين، أو فقد الأبناء. 

Akan tetapi, beliau sibuk dengan 'ilmu dan ibadah. Beliau juga adalah wanita yang menjadi pengajar, pendidik, dan ahli fatwa bagi para shahabat. 

Hidup tidak boleh berhenti karena tidak memiliki keturunan, kematian suami, keadaan rumah, adanya istri kedua, kehilangan harta, kematian orang tua, dan kehilangan anak yang disayangi.

ما أخذ الله شيئًا إلا وعوض خيرًا منه، والدنيا دار ابتلاء لم تكمل لأحد أبدًا

Tidaklah Allah mengambil suatu pemberian, melainkan Allah mengganti dengan yang lebih baik. 

Dunia ini adalah tempat ujian dan cobaan, selamanya tidak akan pernah sempurna bagi siapapun. 

 إملئي قلبك بالإيمان والرضا وحسن الظن بالله، ووقتك بطلب العلم والعمل في كل ما ينفع نفسك ومجتمعك.

Penuhilah hatimu dengan iman, ridho, dan prasangka baik kepada Allah. Penuhilah waktumu untuk menuntut 'ilmu dan meng'amalkan segala yang bermanfaat bagi dirimu dan masyarakat. 

 اجعلي الصبر زادك، والقرآن صاحبك: ﴿مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى﴾.

Jadikanlah sabar sebagai bekalmu. Jadikanlah Al-Quran sebagai kitab yang selalu menyertaimu. 

"Tidaklah Kami menurunkan Al-Quran kepadamu agar engkau merasa berat"

 لاينبغي للإنسان أن يكون فارغًا؛ لأن الشيطان يتسلط عليه بخواطر السوء، فخير له أن يشغل نفسه بما ينفعه كي لاتشغله نفسه بما يضره.

Seseorang tidak sepantasnya memiliki waktu kosong. Sebab, syaithon akan menguasai dirinya dengan membisikkan pikiran-pikiran jelek. Yang lebih baik adalah menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang bermanfaat agar jiwanya tidak sibuk dengan hal-hal yang memudhorotkannya. 

ختامًا
 أنصح المرأة الصالحة أن تحرص على مجالسة النساء الصالحات فإنها بهذا تزداد إيمانًا وتزداد علمًا وتزداد بصيرة.

Terakhir, aku menasihatkan kepada wanita sholihah agar bersemangat untuk bermajelis dengan wanita-wanita sholihah. Sebab, dengan ini, akan bertambah iman dan 'ilmunya. 

📚 Ghorotul Asyrithoh, no. 474

⚪ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

mengingat kematian

✋🏻✅❌🍃 *MENGINGAT KEMATIAN*

Yazid ar-Roqosyi _rohimahullah_ berkata kepada dirinya sendiri, “Celaka engkau wahai Yazid! Siapa gerangan yang akan menunaikan sholat untukmu setelah kematianmu? Siapakah yang mempuasakanmu setelah mati? Siapakah yang akan memintakan keridhoan Robb-mu untukmu setelah engkau mati?”

Kemudian ia berkata, “Wahai sekalian manusia, tidakkah kalian menangis dan meratapi diri-diri kalian dalam hidup kalian yang masih tersisa? Duhai orang yang kematian mencarinya, yang quburan akan menjadi rumahnya, yang tanah akan menjadi permadaninya, dan ulat-ulat akan menjadi temannya… dalam keadaan ia menanti dibangkitkan pada hari kengerian yang besar. Bagaimanakah keadaan orang ini?” Kemudian Yazid menangis hingga jatuh pingsan. 

📚 (At-Tadzkiroh, hlm. 8—9)

⚪ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Monday, August 3, 2020

orang beriman pasti diuji

✋🏻✅💥⚠️ *ORANG BERIMAN PASTI DIUJI*

Allah _subhanahu wa ta’ala_ berfirman,

الٓمٓ ١ أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ ٢ وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۖ فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡكَٰذِبِينَ ٣

“Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan untuk mengatakan, "kami telah beriman" sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (al-Ankabut: 1—3)

Sa'ad bin Abi Waqqosh _rodhiallahu anhu_ pernah bertanya kepada Rosulullah _shollallahu 'alaihi wa sallam,_

يَا رَسُولَ اللهِ، أَيُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً؟

“Wahai Rosulullah, siapakah orang yang paling berat ujiannya?”

قَالَ: اْلأَنْبِيَاءُ ثُمَّ اْلأَمْثَلُ فَاْلأَمْثَلُ، فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ، وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى اْلأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ

Beliau menjawab, “Para nabi. Kemudian yang mengikuti mereka (orang-orang mulia). Kemudian yang mengikuti mereka (orang-orang mulia). Seseorang diuji sesuai dengan kadar keimanannya. Kalau imannya kokoh, berat pula ujiannya. Apabila imannya lemah, dia diuji sesuai dengan kadar imannya. Dan senantiasa ujian itu menimpa seorang hamba sampai membiarkannya berjalan di muka bumi dalam keadaan tidak lagi mempunyai dosa.” (HR. Shohih at-Tirmidzi no 2398)

⚪ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

membaca surah Al kafirun sebelum tidur

┏📜📚📖━━━━━━━━━━━━━┓
  *Majmu'ah Riyadhussalafiyyin*
┗━━━━━━━━━━━━━📖📚📜┛

🏭🏢 *BACALAH SURAH AL-KAFIRUN SEBELUM TIDUR* 🏭🏢

▫Dari Naufal Al-Asyja’i _rodhiyallahu ‘anhu_, bahwa Rosulullah berpesan kepadanya,

" اقْرَأْ ( قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ )، ثُمَّ نَمْ عَلَى خَاتِمَتِهَا ؛ فَإِنَّهَا بَرَاءَةٌ مِنَ الشِّرْكِ "

“Bacalah surah qul ya ayyuhal kaafiruun kemudian tidurlah kamu saat selesai membacanya. Karena surah itu bentuk berlepas diri dari kesyirikan.” *-SHOHIH- (Shohih Abu Dawud) HR. Abu Dawud (5055)*

▫Asy-Syaikh 'Abdul Muhsin Al-'Abbad _hafizhohullah_ mengatakan,

وهذا يدل على مشروعية قراءة هذه السورة عند المنام

“Hadits ini menunjukkan disyari’atkannya membaca surah Al-Kafirun sebelum tidur.” *(Transkrip Syarah Sunan Abu Dawud dalam Asy-Syamilah)*

🖋 _Oleh: Ustadz Hari Ahadi حفظه الله_

📲 *Ayo Kunjungi dan Bagikan:*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
↘️ *Faedah:*
📚 telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
↘️ *Poster dan Video Dakwah:*
🖼 telegram.me/galerifaedah
↘️ *Website*:
🌏 www.riyadhussalafiyyin.com