Wednesday, November 27, 2019

syarat di terimanya 'amal

*🌷Faedah Hadits Ringkas*

🍃Silsilah Hafalan Hadits Pilihan Ke-1 dan Ke-2  : Mengikhlashkan hidup beribadah untuk Allah Ta'ala dan mentauladani Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam

✅Hadits ke-1 : Dari Amirul Mu'minin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khoththob rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

“Sesungguhnya setiap 'amalan tergantung pada niatnya. Dan bahwasanya setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrohnya karena Allah dan Rosul-Nya, maka hijrohnya untuk Allah dan Rosul-Nya. Dan Barang siapa yang hijrohnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrohnya kepada yang dia tuju.” (Muttafaqun 'Alaihi) 


✅Hadits ke-2 : Dari 'Aisyah Rodhilallahu 'anhaa,  Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan agama kami ini yang bukan berasal darinya, maka perkara tersebut tertolak" 

✅Dalam riwayat yang lain Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu 'amalan yang bukan berasal dari kami, maka 'amalan tersebut tertolak” (Muttafaqun 'alaihi)


✏ Berkata Syaikh As-Sa'diy Rohimahullah :

هذان الحديثان العظيمان يدخل فيهما الدين كله، أصوله وفروعه، ظاهره وباطنه. فحديث عمر ميزان للأعمال الباطنة، وحديث عائشة ميزان الأعمال الظاهرة.


" Ini adalah dua hadits yang agung yang mencakup didalamnya agama seluruhnya, baik yang pokok maupun cabangnya, baik lahir maupun bathinnya, adapun hadits 'Amirul mu'minim 'Umar rodhiallahu 'anhu adalah timbangan untuk 'amal-'amal bathin sedangkan hadits 'Aisyah rodhiallahu 'anhaa adalah timbangan untuk 'amal-'amal lahir , 

ففيهما الإخلاص للمعبود، والمتابعة للرسول اللذان هما شرط لكل قول وعمل، ظاهر وباطن. فمن أخلص أعماله لله متبعاً في ذلك رسول الله صلّى الله عليه وسلم فهذا الذي عمله مقبول. ومن فقد الأمرين أو أحدهما فعمله مردود، داخل في قول الله تعالى: {وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاء مَّنثُورًا} [الفرقان:٢٣]

" Didalam kedua hadits ini terkandung perintah ikhlash beribadah untuk Allah semata dan pengikutan kepada Rosul Shollallahu 'alahi Wasallam dimana yang keduanya merupakan syarat (sah) untuk setiap ucapan dan 'amalan yang nampak maupun yang tersembunyi, Dan barang siapa yang mengikhlashkan 'amalnya untuk Allah semata dalam keadaan mengikuti rosul shollallahu 'alaihi wasallam maka inilah yang diterima 'amalannya, barang siapa yang luput dari keduanya atau salah satunya maka 'amalannya tertolak, maka dia termasuk dalam firman Allah Ta'ala :

وَقَدِمْنَاۤ اِلٰى مَا عَمِلُوْا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنٰهُ هَبَآءً مَّنْثُوْرًا

"Dan Kami akan perlihatkan segala 'amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan 'amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan."
(QS. Al-Furqon 25: Ayat 23)

✏ Catatan makna niat yang ikhlash  : 

أما النية: فهي القصد للعمل تقرباً إلى الله، وطلباً لمرضاته وثوابه.

" Adapun niat adalah keinginan untuk ber'amal dalam rangka pendekatan diri kepada Allah Ta'ala, dan mencari keridho'a-Nya serta pahala dari-Nya.

✏Makna Bid'ah :

كل اعتقاد او عمل او لفظ احدث بعد موت النبي صلى الله عليه و السلم بنية التعبد و التقرب الى الله تعالى ولم يدل الدليد من الكتاب ولا من السنة ولا من فعل السلف.

" Bid'ah adalah setiap keyaqinan atau 'amalan atau lafadz yang diada-adakan setelah meninggalnya rosul shollallahu 'alaihi wasallam yang dilakukan dengan niat ibadah dan pendekatan diri pada Allah Ta'ala, yang tidak ada dalil dari kitab dan sunnah serta perbuatan para salafush sholih" 

📚 Admin Pondok Yatim non Yatim Annashihah Cepu Dikutip dari Bahjatul Qulubil Abror Syaikh As-sa'diy Rohimahullah.

🔗http://annashihahcepu.com

🌎Channel telegram : https://t.me/pesantren_salaf_online

kapan masuk waktu sholat?

✋🏻📢🕌❓ *ADZAN, BISA LANGSUNG SHOLAT?*

*Pertanyaan:*

Kapankah terhitung masuk waktu sholat? Dan kapan kita bisa sholat, apakah sejak adzan berkumandang ataukah harus menunggu selesai iqomah? Mohon penjelasannya.

*Jawaban:*

Masuknya waktu sholat biasanya ditandai dengan aszan yang dikumandangkan oleh para muadzin di masjid-masjid kaum muslimin. Sejak itu, sholat sudah bisa dilakukan, tidak harus menunggu iqomah selesai. Akan tetapi, alangkah bagusnya apabila bisa meng'amalkan beberapa 'amalan berikut sebelum sholat fardhu.

Menjawab adzan; hukumnya sunnah muakkadah menurut jumhur 'ulama.
Sholat rowatib qobliyyah pada sholat yang ada rowatibnya, atau sholat ba’da sunnah wudhu', atau ba’da adzan; hukumnya mustahab (sunnah).
Berdo'a; sebab waktu antara adzan dan iqomah termasuk waktu dikabulkannya do'a. Setelah itu, seseorang menunaikan sholat fardhu secara berjama'ah.

🌎 *Sumber* || https://asysyariah.com/tanya-jawab-ringkas-edisi-114/

⚪️ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Tuesday, November 26, 2019

buruknya orang yang tidak peduli dengan agamanya

🍃Sebuah renungan untuk menyadarkan diri bagi yang jauh dari agama, larut dalam kehidupan dunia

🖌Berkata al-Hafizh Ibn ‘Abd al-Bar al-Andalusi (wafat 463 H) dalam sya’irnya:

أخي إن من الرجال بهيمة
                                    
في صورة الرجل السميع المبصر

فطن لكل مصيبة في مالــه
                                       
وإذا يصاب بدينه لـم يشعــر

“Wahai saudaraku, diantara kaum lelaki ada yang bersifat bagaikan binatang”

“Dalam penampilan seorang pria yang mampu mendengar dan berwawasan”

“Ia Cerdas (paham) jika setiap musibah itu menimpa harta bendanya”(dengan terasa sakit dan sedih, terpikirkan,tambahan pent)

“Namun jika musibah menimpa pada agamanya, ia tiada terasa”

📚 Lihat:Bahjatul-majaalis wa Unsul-Majaalis (I/169). 

‎┈┉┅━❀🍃🌹🍃❀━┅┉┈

Rizqi dan jodoh sudah tercatat

✋🏻💐🌹❓ *APAKAH RIZQI & JODOH SUDAH TERCATAT?*

Apakah rizqi dan jodoh sudah termaktub di Lauhul Mahfuzh? Apakah telah tercatat bahwa saya akan menikah dengan si Fulanah tertentu misalnya? Adakah rizqi itu ditentukan atau tergantung dengan usaha dan kepayahan seseorang? Apakah dalilnya?

asy-syaikh Muhammad bin Sholih al-'utsaimin _rohimahullah_ menjawab:

“Sejak Allah ‘Azza wa jalla menciptakan pena, segala sesuatu sampai hari kiamat sudah tercatat di Lauhul Mahfuzh. Sebab, saat pertama kali menciptakan pena, Allah ‘Azza wa jalla berfirman kepada pena,

اُكْتُبْ. قَالَ: رَبِّي وَمَاذَا أَكْتُبُ؟ قَالَ: اُكْتُبْ مَا هُوَ كَاِئنٌ. فَجَرَى فِي تِلْكَ السَّاعَةِ مِمَّا هُوَ كَائِنٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

“Tulislah!”

Pena bertanya, “Wahai Robbku, apakah yang harus aku tulis?”

Allah ‘Azza wa jalla berfirman, “Tulislah apa saja yang akan terjadi.”

Berjalanlah pena pada saat itu menuliskan apa yang akan terjadi sampai hari kiamat.

Ada kabar yang pasti dari Nabi _shollallahu ‘alaihi wa sallam_ bahwa apabila telah berlalu empat bulan dari usia janin dalam rahim ibunya, Allah _‘Azza wa jalla_ mengutus seorang malaikat yang akan meniupkan ruh pada si janin dan menuliskan rizqi, ajal, 'amal, dan sengsara atau bahagianya.

Rizqi sudah tercatat,tidak bertambah dan tidak berkurang. Akan tetapi, Allah _‘Azza wa jalla_ menjadikan sebab-sebab yang dapat menambah dan mengurangi rizqi. Di antara sebabnya adalah seseorang bekerja untuk mencari rizqi, sebagaimana Allah _‘Azza wa jalla_ berfirman,

هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ ذَلُولٗا فَٱمۡشُواْ فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُواْ مِن رِّزۡقِهِۦۖ وَإِلَيۡهِ ٱلنُّشُورُ ١٥

“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah untuk kalian, maka berjalanlah di penjurunya (untuk berusaha) dan makanlah dari rizqi yang Allah karuniakan dan hanya kepada-Nya (kalian) kembali setelah dibangkitkan.” (al-Mulk: 15)

Temasuk sebab pula adalah menyambung hubungan rahim (silaturahim) dalam bentuk birrul walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua) dan menyambung hubungan dengan kerabat. Nabi _shollallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda,

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang suka dilapangkan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya dia menyambung rahimnya (silaturahim).”

Temasuk sebab beroleh rizqi adalah bertaqwa kepada Allah _‘Azza wa jalla._ Dia ‘Azza wa jalla janjikan dalam firman-Nya,

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا ٢ وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ

“Siapa yang bertaqwa kepada Allah, Allah akan jadikan baginya jalan keluar dan Allah akan beri rizqi dari arah yang tidak dia sangka.” (ath-Tholaq: 2—3)

Namun janganlah dikatakan bahwa rizqi sudah tercatat dan sudah ditentukan sehingga kita tidak perlu melakukan sebab-sebab (upaya) yang bisa menyampaikan kepada rizqi tersebut. Sebab, sikap seperti itu termasuk kelemahan. Sikap yang cerdas dan menunjukkan kekokohan adalah kita berusaha menempuh sebab yang mengantarkan menuju rizqi kita dan melakukan hal yang bermanfaat dalam urusan agama dan dunia.

Nabi _shollallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda,

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسُهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللهِ الْأَمَانِي

“Orang yang cerdas adalah yang menundukkan jiwanya dan ber'amal untuk persiapan kehidupan setelah mati. Adapun orang yang lemah adalah yang mengikuti keinginan hawa nafsunya lantas mengharapkan dari Allah angan-angannya.”

Sebagaimana rizqi telah tercatat dan ditaqdirkan dengan sebab-sebabnya, demikian pula jodoh. Ia telah tercatat dan ditaqdirkan dengan sebab-sebabnya. Setiap orang telah tercatat pasangan hidupnya, telah ditentukan dengan siapa dia akan menikah. Tidaklah tersembunyi bagi Allah _‘Azza wa jalla_ sesuatu pun yang ada di bumi dan yang ada di langit.

*(Fatawa asy-Syaikh Muhammad bin Sholih al-'Utsaimin, 2/752)*

🌍 *Sumber* || https://asysyariah.com/apakah-rezeki-jodoh-sudah-tercatat/

⚪️ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Monday, November 25, 2019

keutamaan menafkahi keluarga

🌷🌸💐🌹 *SEDEKAH YANG TERBESAR PAHALANYA*

✍🏻 Dari Abu Huroiroh _rodhiyallahu 'anhu,_ Rosulullah _shollallahu 'alaihi wasallam_ bersabda,

دينارٌ أنفقته في سبيلِ اللهِ، 
ودينارٌ أنفقته في رقبةٍ، ودينارٌ تصدقت به على مسكينٍ، ودينارٌ أنفقته على أهلِك، أعظمُها أجرًا الذي أنفقته على أهلِك 

"(Antara) satu dinar yang engkau infaqkan di jalan Allah, satu dinar yang engkau gunakan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang engkau sedekahkan kepada orang miskin, dan satu dinar yang engkau belanjakan untuk menafkahi keluargamu; yang paling besar pahalanya adalah dinar yang engkau belanjakan untuk menafkahi keluargamu."

📚 *(HR. Muslim no. 995)*

⚪️ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

cara sholat musafir

✋🏻🌒💐🌸 *CARA SHOLAT MUSAFIR*

*Pertanyaan:*

Bagaimana hukum safar pada hari Jum'at? Bagaimana cara sholat seorang musafir yang tidak berniat mukim?

*Jawaban:*

Safar diperbolehkan pada hari apa pun walau Nabi  _shollallahu ‘alaihi wa sallam_ biasa safar pada hari kamis pagi. Jenis musafir ada dua.

• Sa’ir (yang sudah menempuh perjalanan), sholatnya qoshor dan jamak; bisa taqdim atau ta’khir.

• Nazil (yang singgah di sebuah tempat), sholatnya qoshor pada waktunya masing-masing; ini lebih afdhol. Diperbolehkan juga dijamak; kecuali jika sholat berjama'ah di belakang imam yang mukim, dia sholat sempurna seperti orang yang mukim.

🌍 *Sumber* || https://asysyariah.com/tanya-jawab-ringkas-edisi-101/

⚪️ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Sunday, November 24, 2019

harta dan anak adalah ujian

✋🏻⚠🔥💥 RUSAKNYA ANAK-ANAK MERUPAKAN UJIAN

✍🏻 Syaikh Sholih bin 'Abdillah Al-Fauzan hafizhohullah

📬 Pertanyaan:

هل فساد الأولاد من الابتلاء؟

Apakah rusaknya anak-anak itu merupakan cobaan?  

🔓 Jawaban:

نعم، الأولاد من الابتلاء 

Ya, anak-anak merupakan cobaan.
Allah Taala berfirman: 

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ

"Sesungguhnya harta-harta kalian dan anak-anak kalian itu hanyalah sebagai fitnah buat kalian."
(QS. At-Taghoobun 15)

يعني ابتلاء وامتحان، هل تُحسن تربيتهم، وتصبر عليهم، وتقوم عليهم، وتعطيهم حقوقهم أولا، فهم ابتلاء وامتحان

Yakni sebagai cobaan dan ujian. Apakah engkau memperbaiki pendidikan mereka, engkau bersabar atas mereka, engkau mengurusi mereka, engkau memberikan hak-hak mereka ataukah tidak? 
Maka mereka itu adalah ujian dan cobaan. 

🌏 Sumber || https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/16560

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎