✋🏻💐🌹❓ *APAKAH RIZQI & JODOH SUDAH TERCATAT?*
Apakah rizqi dan jodoh sudah termaktub di Lauhul Mahfuzh? Apakah telah tercatat bahwa saya akan menikah dengan si Fulanah tertentu misalnya? Adakah rizqi itu ditentukan atau tergantung dengan usaha dan kepayahan seseorang? Apakah dalilnya?
asy-syaikh Muhammad bin Sholih al-'utsaimin _rohimahullah_ menjawab:
“Sejak Allah ‘Azza wa jalla menciptakan pena, segala sesuatu sampai hari kiamat sudah tercatat di Lauhul Mahfuzh. Sebab, saat pertama kali menciptakan pena, Allah ‘Azza wa jalla berfirman kepada pena,
اُكْتُبْ. قَالَ: رَبِّي وَمَاذَا أَكْتُبُ؟ قَالَ: اُكْتُبْ مَا هُوَ كَاِئنٌ. فَجَرَى فِي تِلْكَ السَّاعَةِ مِمَّا هُوَ كَائِنٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
“Tulislah!”
Pena bertanya, “Wahai Robbku, apakah yang harus aku tulis?”
Allah ‘Azza wa jalla berfirman, “Tulislah apa saja yang akan terjadi.”
Berjalanlah pena pada saat itu menuliskan apa yang akan terjadi sampai hari kiamat.
Ada kabar yang pasti dari Nabi _shollallahu ‘alaihi wa sallam_ bahwa apabila telah berlalu empat bulan dari usia janin dalam rahim ibunya, Allah _‘Azza wa jalla_ mengutus seorang malaikat yang akan meniupkan ruh pada si janin dan menuliskan rizqi, ajal, 'amal, dan sengsara atau bahagianya.
Rizqi sudah tercatat,tidak bertambah dan tidak berkurang. Akan tetapi, Allah _‘Azza wa jalla_ menjadikan sebab-sebab yang dapat menambah dan mengurangi rizqi. Di antara sebabnya adalah seseorang bekerja untuk mencari rizqi, sebagaimana Allah _‘Azza wa jalla_ berfirman,
هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ ذَلُولٗا فَٱمۡشُواْ فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُواْ مِن رِّزۡقِهِۦۖ وَإِلَيۡهِ ٱلنُّشُورُ ١٥
“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah untuk kalian, maka berjalanlah di penjurunya (untuk berusaha) dan makanlah dari rizqi yang Allah karuniakan dan hanya kepada-Nya (kalian) kembali setelah dibangkitkan.” (al-Mulk: 15)
Temasuk sebab pula adalah menyambung hubungan rahim (silaturahim) dalam bentuk birrul walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua) dan menyambung hubungan dengan kerabat. Nabi _shollallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda,
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Siapa yang suka dilapangkan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya dia menyambung rahimnya (silaturahim).”
Temasuk sebab beroleh rizqi adalah bertaqwa kepada Allah _‘Azza wa jalla._ Dia ‘Azza wa jalla janjikan dalam firman-Nya,
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا ٢ وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ
“Siapa yang bertaqwa kepada Allah, Allah akan jadikan baginya jalan keluar dan Allah akan beri rizqi dari arah yang tidak dia sangka.” (ath-Tholaq: 2—3)
Namun janganlah dikatakan bahwa rizqi sudah tercatat dan sudah ditentukan sehingga kita tidak perlu melakukan sebab-sebab (upaya) yang bisa menyampaikan kepada rizqi tersebut. Sebab, sikap seperti itu termasuk kelemahan. Sikap yang cerdas dan menunjukkan kekokohan adalah kita berusaha menempuh sebab yang mengantarkan menuju rizqi kita dan melakukan hal yang bermanfaat dalam urusan agama dan dunia.
Nabi _shollallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda,
الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسُهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللهِ الْأَمَانِي
“Orang yang cerdas adalah yang menundukkan jiwanya dan ber'amal untuk persiapan kehidupan setelah mati. Adapun orang yang lemah adalah yang mengikuti keinginan hawa nafsunya lantas mengharapkan dari Allah angan-angannya.”
Sebagaimana rizqi telah tercatat dan ditaqdirkan dengan sebab-sebabnya, demikian pula jodoh. Ia telah tercatat dan ditaqdirkan dengan sebab-sebabnya. Setiap orang telah tercatat pasangan hidupnya, telah ditentukan dengan siapa dia akan menikah. Tidaklah tersembunyi bagi Allah _‘Azza wa jalla_ sesuatu pun yang ada di bumi dan yang ada di langit.
*(Fatawa asy-Syaikh Muhammad bin Sholih al-'Utsaimin, 2/752)*
🌍 *Sumber* || https://asysyariah.com/apakah-rezeki-jodoh-sudah-tercatat/
⚪️ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
No comments:
Post a Comment