Tuesday, March 31, 2020

sifat orang yang berakal

✋🏻⁉📢💥 *SIAPAKAH ORANG YANG BERAKAL?*

✍🏻 Al-Imam asy-Syafi’i _rohimahullah_ berkata,

العاقل من عقله عن كل مذموم

“Orang berakal adalah seseorang yang akalnya akan mencegahnya dari seluruh perbuatan tercela.”

📚 (Siyar A’lamin Nubala (10/98)

🌎 *Kunjungi* || https://forumsalafy.net/siapakah-orang-yang-berakal/

⚪️ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

jadilah orang yang bijak

‼️📢✋🏻✅ *JADILAH ORANG YANG BIJAK DAN BERAKAL*

✍🏻 Dari ar-Robi’ bin Sulaiman, dia berkata, Aku mendengar asy-Syafi’i berkata,

اللبيب العاقل هو الفطن المتغافل

“Orang yang cerdik lagi berakal akan bersikap bijak dan mudah melupakan (kesalahan orang lain).”

📚 (Shifatush Shofwah 2/254)

🌎 *Kunjungi* || https://forumsalafy.net/jadilah-orang-yang-bijak-dan-berakal/

⚪️ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Monday, March 30, 2020

penjelasan tentang makna dua ayat terakhir suroh Al Baqoroh

⚔🛡⚔ Bentengi dirimu dari segala keburukan dan kekhawatiran(termasuk wabah) dengan senantiasa membaca dua ayat terakhir surah al-Baqoroh setiap malam.

Disebutkan dalam hadits dari Abu Mas’ud Al-Badri rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ بِالْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ البَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

“Barang siapa membaca dua ayat terakhir dari surah al-Baqoroh di malam hari, (kedua ayat tersebut) akan mencukupinya.” (HR. al-Bukhori no 5009 dan Muslim no. 808)

⭕️ Makna hadits : kedua ayat tersebut akan mencukupinya.

🖌Berkata Imam Asy-Syaukani rohimahullah : 

وَلَا مَانِعَ مِنْ إِرَادَةِ هَذِهِ الْأُمُورِ جَمِيعِهَا وَيُؤَيِّدُ ذَلِكَ مَا تَقَرَّرَ فِي عِلْمِ الْمَعَانِي وَالْبَيَانِ مِنْ أَنَّ حَذْفَ الْمُتَعَلِّقِ مُشْعِرٌ بِالتَّعْمِيمِ فَكَأَنَّهُ قَالَ كَفَتَاهُ مِنْ كُلِّ شَرٍّ وَمِنْ كُلِّ مَا يَخَافُ ، وَفَضْلُ اللَّهِ وَاسِعٌ.

Dan tidak ada larangan dari diinginkan semua perkara, dan hal itu dikuatkan dengan apa yang telah ditetapkan dalam 'ilmu ma'any dan 'ilmu bayan bahwa menghilangkan objek dari kata kerja tersebut, itu memberikan makna secara menyeluruh, maka seakan-akan Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam memaksudkan kedua ayat tersebut  "mencukupinya dalam hal perlindungan dari setiap keburukan atau membentenginya dari apa yang dia khawatirkan". Dan karunia Alloh sangat luas. 

📖📚 Tuhfah adz-Dzakirin hal 99

🖌 Berkata Imam Nawawi rohimahullah : 

" قِيلَ مَعْنَاهُ كَفَتَاهُ مِنْ قِيَامِ اللَّيْلِ ، وَقِيلَ مِنَ الشَّيْطَانِ ، وَقِيلَ مِنَ الْآفَاتِ ، وَيَحْتَمِلُ مِنَ الجميع " انتهى من " شرح صحيح مسلم " (6/91-92) .

Menurut sebagian 'ulama maknanya adalah bahwa kedua ayat tersebut memberi kecukupan padanya dari sholat malam. (Sebagai pengganti sholat malam). Dan ada juga yang mengatakan bahwa ia dijauhkan dari gangguan syaithon dan ada juga yang mengatakan bahwa ia dijauhkan dari segala macam penyakit. Dan semua dari pendapat diatas bisa dibawa dalam memaknai hadits tersebut.

📖📚  Syarh Shohih Muslim 6/91-92.

🖌 Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajar rohimahullah :

قيل معناه : كفتاه كل سوء ، وقيل : كفتاه شر الشيطان ، وقيل : دفعتا عنه شر الإنس والجن ... " أ . هـ .

Sebagian 'ulama mengatakan maknanya : kedua ayat tersebut mencukupinya dari segala keburukan dan ada juga yang mengatakan, dicukupkan dari kejelekan syaithon, dan ada juga yang mengatakan, kedua ayat tersebut akan menolak darinya kejelekan dari syaithon dan manusia.

📖📚 Fathul baari 9/71

🖌 Berkata Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah :

" الصحيح أن معناها كفتاة من شر ما يؤذيه."  

Dan yang benar maknanya adalah bahwa kedua ayat tersebut mencukupi dari jelekan yang mengganggunya .

📖📚 Al-Wabil Ash-Shoyyib hal 205 

👉 Dan qoidah dalam Ushul tafsir mengatakan : 

حذف المتعلق المعمول فيه يفيد تعميم المعنى المناسب له

"Penghilangan Al-mutaallaq (objek kalimat) dari kata kerja menunjukkan pengertian keumuman makna  yang sesuai dengannya.

Jadi kata kerja dalam hadits tersebut "mencukupinya" tidak disebutkan , dicukupkan dari apa, sehingga mencakup keumuman makna yang sesuai dengannya.

Karena itulah kesimpulan : 

🖍 Berkata Imam As-Sa'di rohimahullah :

كفتاه : اى من جميع الشرور وذلك لما احتوتا عليه من المعاني الجليلة

Kedua ayat tersebut mencukupinya : maksudnya dari segala kejelekan, dan hal itu dikarenakan apa tercakup pada kedua ayat tersebut berupa makna makna yang mulia.

📖📚 Tafsir As-Sa'di 207.

⭕️ Dua ayat terakhir dari surah Al-Baqoroh adalah  :

Alloh Ta’ala berfirman,

آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (285)

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (286)

“Rosul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Robbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rosul-rosul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rosul-rosul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami ta'at.” (Mereka berdo'a): “Ampunilah kami ya Robb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

⭕️Pentingnya memahami makna dari dua ayat di atas dalam membacanya.

🖍 Berkata Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah :

فليس شىء أنفع للعبد فى معاشيه ومعاديه ومعاديه وأقرب الى نجاته من تدبر القرآن وإطالة التأمل فيه, وجمع الفكر على معاني آياته

Tidak ada sesuatu yang paling bermanfaat bagi seseorang hamba dalam kehidupan dunia dan akhiratnya dan yang paling mendekatkan pada keselamatannya daripada mentadabburi Al Qur'an, dengan banyak memperhatikannya serta mengumpulkan dan memusatkan pemikiran terhadap makna ayat ayat Al-Qur'an.

📖📚 Madarijus-salikin 1/450

🖍 Berkata Al-Hafidz Ibnu Rojab rohimahullah : 

ومن أعظم ما مايتقرب تقرب به الى الله من الوافل كثرة تلاوة القرآن وسماعه بتفكر وتدبر وتفهم.

Dan diantara bentuk pendekatan diri kepada Alloh yang paling agung dibandingkan ibadah ibadah sunnah lainnya adalah memperbanyak tilawah al-Qur'an, mendengarkannya dengan memikirkan da mentadabburi serta memahaminya.

📖📚 Jami Al Ulum wal Hikam 2/242

⭕️ Tafsir dan penjelasan ringkas dari 2 ayat di atas. 

آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ
 
yang artinya :

“Rosul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Robbnya, demikian pula orang-orang yang beriman.

👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :

Firman Alloh :

وَالْمُؤْمِنُونَ

demikian pula orang-orang yang beriman. (Al-Baqoroh: 285)

di athofkan kepada lafadz Ar-Rosul, kemudian Alloh memberitakan keadaan semuanya (Rosul dan orang-orang mu'min)

كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ

Artinya : Semuanya beriman kepada Alloh, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rosul-rosul-Nya. (Mereka mengatakan), "Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun (dengan yang lain) dari rosul-rosul-Nya." (Al-Baqoroh: 285).

👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :

فالمؤمنون يؤمنون بأن الله واحد أحد، فرد صمد، لا إله غيره ولا رب سواه، ويصدقون بجميع الأنبياء، والرسل، والكتب المنزلة من السماء على عباد الله المرسلين والأنبياء، لا يفرقون بين أحد منهم، فيؤمنون ببعض ويكفرون ببعض، بل الجميع عندهم صادقون، بَارُّونَ راشدون، مهديون هادون إلى سبل الخير، وإن كان بعضهم ينسخ شريعة بعض بإذن الله، حتى نسخ الجميع بشرع محمد صلى اللهُ عليه وسلم خاتم الأنبياء والمرسلين الذي تقوم الساعة على شريعته، 

Orang-orang mu'min beriman, bahwasannya Alloh adalah Satu lagi Maha Esa, dan Tunggal lagi bergantung kepada-Nya segala sesuatu, tidak ada ilah yang berhak untuk disembah selain Dia, tidak ada Robb yang yang berhak disembah  selain Dia. Mereka percaya kepada semua Nabi dan semua Rosul, serta semua kitab yang diturunkan dari langit kepada hamba-hamba Alloh yang menjadi utusan dan Nabi. Mereka tidak membeda-bedakan seseorang pun di antara mereka dari yang lainnya. sehingga tidak beriman kepada sebagian dari mereka, lalu ingkar kepada sebagian yang lain. 
Bahkan semuanya menurut mereka adalah orang-orang jujur,  berbakti, berakal, mendapat petunjuk, dan menunjukkan ke jalan kebaikan, walaupun sebagian dari mereka menghapus syari'at sebagian yang lain dengan idzin Alloh, hingga semuanya dihapus oleh syari'at Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wa sallam sebagai penutup para nabi dan para rosul yang hari kiamat akan tegak di atas syari'atnya.

Firman Alloh :

وَقالُوا سَمِعْنا وَأَطَعْنا

Artinya : Dan mereka mengatakan, "Kami dengar dan kami ta'at." (Al-Baqoroh: 285)

👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :

أي سمعنا قولك يا ربنا وفهمناه، وقمنا به وامتثلنا العمل بمقتضاه، 

Yakni kami mendengar firman-Mu, ya Robb kami, dan kami memahaminya dan kami menegakkan serta mengerjakan 'amal sesuai dengannya.

Firman Alloh : 

غُفْرانَكَ رَبَّنا

Artinya : Ampunilah kami, ya Robb kami. (Al-Baqoroh: 285)

👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :

سؤال للمغفرة والرحمة، واللطف،
Ayat ini mengandung makna permohonan ampun dan rahmat serta kelembutan dari Alloh.

Firman Alloh 

وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Artinya : dan kepada Engkaulah tempat kembali. (Al-Baqoroh: 285).

👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :

أي: المرجع والمآب يوم الحساب.

ialah tempat kembali dan merujuk kelak di hari perhitungan.

Firman Alloh :

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْساً إِلَّا وُسْعَها

Artinya : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Al-Baqoroh: 286)

👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :

أي لا يكلف أحداً فوق طاقته، وهذا من لطفه تعالى بخلقه، وإحسانه إليهم.

Yakni seseorang tidak dibebani melainkan sebatas kesanggupannya. Hal ini merupakan salah satu dari kelembutan Alloh. kepada makhluk-Nya serta kebaikan-Nya kepada mereka.

Firman Alloh :

لَها مَا كَسَبَتْ

Artinya : Ia mendapat pahala dari apa yang diusahakannya.(Al-Baqoroh: 286)

Firman Alloh

وَعَلَيْها مَا اكْتَسَبَتْ

Dan ia mendapat siksa dari apa yang dikerjakannya.  (Al-Baqoroh: 286)

 firman-Nya:

رَبَّنا لَا تُؤاخِذْنا إِنْ نَسِينا 

Artinya : Ya Robb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa (Al-Baqoroh: 286)

👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :

أي إن تركنا فرضاً على جهة النسيان، أو فعلنا حراماً كذلك، 

Maksudnya, jika kami meninggalkan suatu hal yang diwajibkan karena lupa, atau kami mengerjakan sesuatu yang harom karena lupa,

firman Alloh : 

 أَوْ أَخْطَأْنا
Artinya : Ya Robb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami bersalah (Al-Baqoroh: 286)

👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :

أي الصواب، جهلاً منا بوجهه الشرعي، 

atau kami keliru dari sesuatu yang benar, karena ketidaktahuan kami atas cara yang ditunjukkan oleh syari'at. 

Adapun firman Alloh: 

رَبَّنا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنا إِصْراً كَما حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنا

Artinya : Ya Robb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. (Al-Baqoroh: 286).

👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :

أي: لا تكلفنا من الأعمال الشاقة، وإن أطقناها كما شرعته للأمم الماضية من قبلنا من الأغلال، والآصار التي كانت عليهم التي بعثت نبيك محمداً صلى اللهُ عليه وسلم نبي الرحمة بوضعه في شرعه الذي أرسلته به من الدين الحنيف السهل السمح.

Artinya, janganlah Engkau membebani kami dengan 'amal-'amal yang berat, sekalipun kami sanggup mengerjakannya; seperti yang telah Engkau syari'atkan kepada umat-umat terdahulu sebelum kami, berupa belenggu-belenggu dan beban-beban yang dipikulkan di pundak mereka. Engkau telah mengutus Nabi-Mu yaitu Nabi Muhammad sebagai Nabi pembawa rahmat yang di dalam syari'atnya Engkau telah memerintahkannya untuk menghapus semua beban tersebut, sebagai agama yang hanif, mudah, lagi penuh dengan keringanan.

Firman Alloh :

رَبَّنا وَلا تُحَمِّلْنا مَا لَا طاقَةَ لَنا بِهِ

Artinya : Ya Robb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. (Al-Baqoroh: 286)

👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :

أي: من التكليف، والمصائب والبلاء، لا تَبتَلِنَا بما لا قِبَلَ لنا به.

Yakni dari beban, musibah, dan cobaan;  atau janganlah Engkau menguji (mencoba) kami dengan cobaan yang tidak kuat kami hadapi. 

Firman Alloh : 

وَاعْفُ عَنَّا

Artinya : Beri maaflah kami. (Al-Baqoroh: 286)

👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah : 

 أي: فيما بيننا وبينك، مما تعلمه من تقصيرنا، وزللنا، 

maksudnya maafkanlah antara kami dan Engkau dari apa yang Kamu mengetahuinya dari kekurangan, kelalaian kami, dan ketergelinciran kami.

Firman Alloh 
وَاغْفِرْ لَنا

Artinya ; ampunilah kami. (Al-Baqoroh: 286)

👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah : 

 أي: فيما بيننا وبين عبادك، فلا تظهرهم على مساوئنا وأعمالنا القبيحة،

Yaitu atas semua kelalaian dan kekeliruan antara kami dan hamba-hamba-Mu, maka janganlah Engkau menampakkan kepada mereka keburukan-keburukan kami dan 'amal perbuatan kami yang tidak baik.

وَارْحَمْنا

Artinya : dan rahmatilah kami. (Al-Baqoroh: 286)

👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :

أي: فيما يستقبل، فلا توقعنا بتوفيقك في ذنب آخر.

Yakni pada masa datang kami. Karena itu, janganlah Engkau jerumuskan kami ke dalam dosa yang lain dengan taufiq-Mu.

👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah : 

 قالوا: إن المذنب محتاج إلى ثلاثة أشياء: أن يعفو اللّه عنه فيما بينه وبينه، وأن يستره عن عباده فلا يفضحه به بينهم، وأن يعصمه فلا يوقعه في نظيره.

maka dari inilah mereka (para 'ulama tafsir) mengatakan bahwa sesungguhnya orang yang berdosa itu memerlukan tiga perkara, yaitu
 
1⃣pemaafan dari Alloh atas dosanya yang terjadi antara dia dengan Alloh,

2⃣ dosanya ditutupi oleh Alloh dari mata hamba-hambaNya hingga dosanya tidak dibongkar dan dipermalukan di antara mereka, 

3⃣dan dipelihara oleh Alloh hingga tidak  terjerumus lagi ke dalam dosa yang serupa.

Firman Alloh : 

أَنْتَ مَوْلانا

Artinya : Engkaulah Penolong kami. (Al-Baqoroh: 286)

👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah : 

أي: أنت وَلِيُّنَا، وَنَاصِرُنَا، وعليك توكلنا، وأنت المستعان، وعليك التكلان، ولا حول ولا قوة لنا إلا بك،

Artinya, Engkau adalah Pelindung dan Penolong kami; hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal, dan Engkaulah yang dimintai pertolongan, dan hanya kepada Engkaulah berserah diri; tiada daya dan tiada kekuatan bagi kami kecuali dengan pertolongan-Mu.

Firman Alloh : 

فَانْصُرْنا عَلَى الْقَوْمِ الْكافِرِينَ

Artinya : maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.(Al-Baqoroh: 286)

👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah : 

 أي: الذين جحدوا دينك، وأنكروا وحدانيتك، ورسالة نبيك، وعبدوا غيرك، وأشركوا معك من عبادك، فانصرنا عليهم، واجعل لنا العاقبة عليهم في الدنيا والآخرة

Yakni orang-orang yang ingkar akan agama-Mu, ingkar kepada keesaan-Mu dan risalah Nabi-Mu, dan mereka menyembah selain-Mu serta mempersekutukan Engkau dengan seseorang di antara hamba-hamba-Mu. Tolonglah kami terhadap mereka, dan jadikanlah akibat yang terpuji bagi kami atas mereka di dunia dan akhirat.

📖📚 Lihat Tafsir Ibnu Katsir

https://quran.ksu.edu.sa/tafseer/katheer/sura2-aya285.html

https://quran.ksu.edu.sa/tafseer/katheer/sura2-aya286.html#katheer

hakikat kehidupan dunia dan akhirat

✋🏻⚠✅💥 *DUNIA ADALAH PERSINGGAHAN DAN AKHIRAT ADALAH KAMPUNG HALAMAN*

✍🏻 Malik bin Dinar _rohimahullah_ berkata,

إن الله جعل الدنيا دار مفر والآخرة دار مقر، فخذوا لمقركم من مفركم، وأخرجوا الدنيا من قلوبكم قبل أن تخرج منها أبدانكم

“Sesungguhnya, Allah menjadikan dunia sebagai tempat persinggahan dan akhirat sebagai kampung halaman. Oleh karena itu, persiapkanlah bekal di tempat persinggahan untuk menuju kampung halaman. Keluarkanlah dunia dari hati kalian sebelum badan kalian keluar dari dunia.

ولا تهتكوا أستاركم عند من يعلم أسراركم، ففي الدنيا حييتم ولغيرها خلقتم، إنما مثل الدنيا كالسم أكله من لا يعرفه، واجتنبه من عرفه، ومثل الدنيا مثل الحية مسها لين، وفي جوفها السم القاتل يحذرها ذو العقول، ويهوي إليها الصبيان بأيديهم

Jangan kalian buka tabir aib kalian di hadapan Dzat yang mengetahui segala rahasia kalian. Di dunia kalian diberi kehidupan, untuk tempat lain (akhirat) kalian diciptakan.
Dunia ibarat racun, dimakan oleh orang yang tidak mengetahui (hakitatnya), dijauhi oleh orang yang mengetahui (hakikatnya). Dunia juga ibarat ular, licin ketika disentuh, namun di mulutnya ada racun yang membunuh. Diwaspadai orang yang berakal, namun disenangi oleh anak-anak kecil.”

📚 (Shifatush Shofwah, 3/200)

🌎 *Kunjungi* || https://forumsalafy.net/dunia-adalah-persinggahan-dan-akhirat-adalah-kampung-halaman/

⚪️ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

agar qolbu tetap tegar ketika tertimpa musibah

📢✋🏻📑🌷 *AGAR QOLBU TETAP TEGAR SAAT MUSIBAH*

✍🏻 Syaikh Sholih al-Fauzan _hafizhohullah_

📬 *Pertanyaan:*

أرجو من الشيخ كلمة عن كيفية تحقيق الثبات عند المصائب في ضوء الهدي النبوي والرضا بقضاء الله وقدرة، مع ذكر الأدلة في ذلك؟

Saya memohon dari Syaikh sebuah penjelasan sesuai dengan bimbingan Nabi _shollallahu 'alaihi wa sallam_ tentang cara agar qolbu tetap tegar saat musibah, ridho terhadap ketentuan Allah dan kekuasaan-Nya, berikut dalil-dalilnya.

🔓 *Jawaban:*

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين

_Bismillahirrohmanirrohim._

Segala pujian yang sempurna hanya milik Allah, Robb alam semesta. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Nabi kita Muhammad _shollallahu 'alaihi wa sallam_, keluarganya, dan para shahabat beliau seluruhnya.

الواجب على المسلم عند نزول المصائب الصبر والاحتساب والدعاء لقوله تعالى

Ketika terjadi musibah, seorang muslim wajib bersabar, mengharapkan pahala, dan berdo'a. Hal ini berdasarkan firman Allah,

وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ١٥٥-اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ – ١٥٦

“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, _"innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun"_ (sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada-Nyalah kami akan kembali).” *(al-Baqoroh: 155—156)*

وحبس اللسان عن التشكي وعن النياحة والتألم مما جرى من القضاء والقدر

Seorang muslim juga wajib menjaga lisannya agar tidak berkeluh kesah, niyahah (meratap), menampakkan rasa sakit ketika menjalani ketentuan dan taqdir Allah.

فعلى المسلم أنه يصبر وأن يقول

Seorang muslim wajib bersabar dan mengatakan,

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ علِي بخَيْرًا مِنْهَا

“Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada-Nyalah kami akan kembali. Ya Allah, berilah pahala atas musibah yang menimpaku dan berikan ganti untukku dengan yang lebih baik darinya.”

هذا الذي ورد ما يقوله المصاب عند نزول المصيبة

Kalimat inilah yang diucapkan oleh orang yang tertimpa musibah, sebagaimana disebutkan (oleh hadits).

📚 *Sumber* || https://www.alfawzan.af.org.sa/en/node/15175

🌎 *Kunjungi* || https://forumsalafy.net/agar-kalbu-tetap-tegar-saat-musibah/

⚪️ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Sunday, March 29, 2020

keutamaan istighfar

┏📜📚📖━━━━━━━━━━━━━┓
  *Majmu'ah Riyadhussalafiyyin*
┗━━━━━━━━━━━━━📖📚📜┛

🌾🌻🗒 *ISTIGHFAR MENGANGKAT WABAH*

 *Wabah termasuk hukuman.* 

عن عائشة -رضي الله تعالى عنها- قالت: سألتُ رسول الله ﷺ عن الطاعون فأخبرني أنه: عذاب يبعثه الله على من يشاء، وأن الله جعله رحمة للمؤمنين، ليس من أحدٍ يقعُ الطاعونُ فيمكث في بلده صابراً محتسباً، يعلم أنه لا يصيبه إلا ما كتب الله له إلا كان له مثل أجر شهيد. رواه البخاري.

Dari 'Aisyah _rodhiyallahu 'anha_, dia berkata, aku bertanya kepada Rosulullah _shollallahu 'alaihi wa sallam_ tentang *wabah* , maka beliau menyampaikan kepadaku, _"Bahwa itu adalah *'adzab (hukuman)* yang dikirim oleh Allah kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan bahwasanya Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman. Tidak ada seorangpun yang tertimpa wabah, kemudian dia tetap tinggal di daerahnya dalam keadaan bersabar dan mengharapkan pahala, dia meyaqini bahwa wabah tersebut tidaklah mengenai dia kecuali telah ditetapkan oleh Allah, kecuali pasti dia akan mendapatkan pahala semisal pahala orang yang mati syahid."_ (Diriwayatkan oleh al-Bukhori)

Nabi _shollallahu 'alaihi wasallam_ juga bersabda :

وما انتشرت الفاحشة في قوم حتى يعلنوا بها إلا عمتهم الأوجاع والطواعين التي لم تكن في أسلافهم

_"Tidaklah perzinaan merajalela di suatu masyarakat hingga merekapun terang-terangan dengannya, kecuali pasti akan menyelimuti mereka penyakit dan wabah yang tidak pernah menimpa orang-orang sebelum mereka."_ (Hadits riwayat Ibnu Majah)

 *Hukuman terangkat dengan sebab istighfar.*

Allah Ta'ala berfirman :

وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِیُعَذِّبَهُمۡ وَأَنتَ فِیهِمۡۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمۡ وَهُمۡ یَسۡتَغۡفِرُونَ

_"Dan tidaklah Allah menghukum mereka sementara engkau (Nabi) ada di tengah-tengah mereka. Dan tidak pula Allah menghukum mereka sementara mereka beristighfar."_
[QS. Al-Anfal: 33]

Al-Imam Al-Qurthubi _rohimahullah_ mengatakan :

والاستغفار إن وقع من الفجار يدفع به ضرب من الشرور والأضرار.
"Dan istighfar jika dilakukan oleh para penggemar maksiat, akan menjadi sebab tercegahnya berbagai kejelekan dan mala petaka." (Al-Jami' Li Ahkamil Qur'an)

Jika istighfarnya para penggemar maksiat saja dapat membendung berbagai malapetaka, apa lagi jika istighfar itu berasal dari orang-orang yang ta'at.

 *Istighfar menambah kekuatan (imun).* 

Allah _Ta'ala_ berfirman :

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ

(Hud berkata) _"Wahai kaumku, beristighfarlah kepada Robb-mu kemudian bertaubatlah kepada-Nya, maka Dia akan mengirim hujan kepada kalian dengan deras dan akan menambah kekuatan pada kekuatan kalian."_ [QS. Hud: 52]

Dengan istighfar, Allah _ta'ala_ menambah kekuatan badan seorang hamba di atas kekuatan yang telah Allah _ta'ala_ berikan sebelumnya. Di antara kekuatan badan tersebut adalah kekuatan imun (daya tahan tubuh). Bisa jadi Allah _ta'ala_ menambah imun seseorang dengan sebab istighfarnya.

Marilah kita banyak beristighfar dan bertaubat dalam menghadapi wabah COVID-19 ini, agar kita terlindungi dari wabah ini dan agar wabah ini segera dicabut oleh Allah _ta'ala_ .

 _Wallahu a'lam._

🖋 Oleh: _al-Ustadz Muhammad Rofi_ حفظه الله

📲 *Ayo Join dan Share*:
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📚 Faedah:
telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
🖼 Poster dan Video:
telegram.me/galerifaedah
🌏 Kunjungi:
www.riyadhussalafiyyin.com

jangan lalai dari waktu yang barokah ini

🍃🌻 WAKTU BERKAH DI PAGI HARI 🌻🍃
Jangan sampai terlewatkan. 💯
—---------------------


🔰 Dari Shahabat Shokher Al-Ghomidi -rodhiyallahu ‘anhu- , Bahwasanya Rosulullah -shollallahu ‘alaihi wasallam- pernah bersabda:

«اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا»

”Ya Allah berkahilah untuk umatku awal waktu pagi mereka.”

📚 [ HR. Ahmad no. 15443, 15557, 15558, 19430, 19479, 19480, 19481, Abu Dawud no. 2606, At-Tirmidzi no.1212, Ibnu Majah no. 2236, 2238. ]
Dishohihkan Asy-Syaikh Al-Albani -rohimahullah- dalam kitab “Shohih Al-Jami’” no. 1300, “Shohih Abi Dawud” no. 2345, “Al-Misykah” no. 3908. 

📌 Hadits ini juga diriwayatkan dari shahabat Ali, Ibnu Mas’ud, Buroidah, Anas, Ibnu 'Umar, Ibnu 'Abbas, dan Jabir rodhiyallahu ‘anhum. [ Lihat Sunan At-Tirmidzi no. 1212. ]

〰〰〰〰
🔘 Berkah atau barokah adalah kebaikan yang banyak dan bersifat tetap. [ Syarh Shohih Muslim (1/225) & (4/116); An-Nawawi & Tafsir Al-Qurtubi (4/139). ]
〰〰〰〰

🌷Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin -rohimahullah- menjelaskan; 

”Bahwa yang namanya Siang hari adalah waktu untuk mencari penghidupan. Sebagaimana Allah –Ta’ala- berfirman (artinya):

”Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.” [ An-Naba`: 11 ]

Apabila seseorang itu memanfaatkannya sejak awal waktu, maka yang demikian itu akan menjadikannya berkah. 
Dan ini suatu perkara yang bisa kita saksikan, tatkala seseorang melakukan suatu pekerjaan di awal waktu pagi, maka ia akan mendapatkan berkah pada pekerjaannya. 

🔻 Hanya saja, yang sangat memprihatinkan; kebanyakan dari kita di masa ini tidur di awal waktu pagi, tidak bangun dari tidurnya kecuali setelah datang waktu Dhuha. 
Sehingga terlewatkan darinya awal waktu pagi yang penuh berkah. 
📚 [ Syarh Riyadhish Sholihin (4/582) ]

Wallahul Muwaffiq (AH)

#Barokah #Keutamaan #WaktuPagi #Jauhi_TidurPagi #Revisi
〰〰➰〰〰
Dikutip dari Channel:
@yookngaji
•••


┏🔰••●●━━━━━━━━━━━┓
http://bit.ly/MENTALPEDAGANG
[khusus Ikhwan (pria)]
┗━━━━━━━━━━━●●••🔰┛

karakter seorang mu'min

✋🏻❌✅💥 *SEORANG MU'MIN TIDAK BERTINDAK JAHIL*

✍🏻 Al-Hasan Al-Bashri _rohimahullah_ mengatakan,

المؤمن لا يجهل، وإن جهل عليه حلم، لا يظلم وإن ظلم غفر، لا يبخل وإن بخل عليه صبر

“Seorang mu'min tidak mengganggu orang lain. Kalau diganggu dia akan bersikap santun. Seorang mu'min juga tidak berbuat zholim. Kalau dia dizholimi, dia akan memaafkannya. Seorang mu'min juga tidak akan berbuat bakhil. Kalau ada yang bakhil terhadapnya, dia akan bersabar.”

📚 (Rosail Ibnu Abid Dunya, hal. 27)

🌎 *Kunjungi* || https://forumsalafy.net/seorang-mukmin-tidak-bertindak-jahil/

⚪️ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

bentuk pendidikan dari Allah

📶 _Untaian Kalam Salafush Sholih_
---------------------------------------------

⛺ *_ADANYA PENYAKIT ITU SEBAGAI BENTUK PENDIDIKAN DARI ALLAH جل جلاله_"*

✍🏻 Al Fudhoil bin 'Iyadh رحمَـہ الله تَعـَالَـى berkata: 

   " Sesungguhnya dijadikannya 'illal -maksudnya penyakit-penyakit- sebagai bentuk pendidikan yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya. Tidaklah setiap yang sakit itu pasti meninggal."

📚 *[Hilyatul Auliya (8/109)]*

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

◾️قال الفُضيل بن عِياض رحمه الله :


" إنما جُعِلَت العلل - يعني الأمراض-  ليؤدب الله بها العباد، وليس كل مَنْ مَرِضَ مات " .


📚[ حلية الأولياء (١٠٩/٨) ].


🏷 Sumber : https://t.me/ekhlakelmeslim/2776


🌎 *WhatsApp Salafy Cirebon*
⏯ *Channel Telegram* || https://t.me/salafy_cirebon
🖥 *Website Salafy Cirebon* :
www.salafycirebon.com


📳 _Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah_


◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻

Saturday, March 28, 2020

tidak melanggar larangan pemerintah

✋🏻⚠❌✏ *TIDAK MELANGGAR LARANGAN PEMERINTAH*

Dalam Siyar A’lam an-Nubala, Adz-Dzahabi menyebutkan kisah pecakapan antara Abu Wahb Zahid al-Andalus dan seorang yang bernama Faqir, 
 
قَالَ فَقير:فَقَدْ قُلْتُ لَيْلَةً لأَبِي وَهْبٍ:قُمْ بِنَا لزيَارَةِ فُلاَن. 
قَالَ:وَأَيْنَ العِلْمُ؟وَلِيُّ الأَمْرِ لَهُ طَاعَة، وَقَدْ منعَ مِنَ المشِي ليلاً. 
 
Suatu malam, Faqir berkata kepada Abu Wahb, “Mari kita mendatangi si Fulan bersama-sama!”

Abu Wahb menjawab (dengan pengingkaran), “(Kalau kita melakukannya) di manakah 'ilmu? *Hak penguasa adalah dita'ati,* sedangkan penguasa telah melarang bepergian di malam hari.” 

📚 (Siyar A’lam an-Nubala, 30/3)

🌎 *Sumber* || https://asysyariah.com/nasihat-untuk-bersungguh-sungguh-menaati-pemerintah-pada-masa-wabah/

⚪️ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Friday, March 27, 2020

keberkahan musyawaroh

✋🏻✅🌷💐 *KEBERKAHAN MUSYAWAROH*

✍🏻 Diriwayatkan dari al-Hasan al-Bashri _rohimahullah_ bahwa beliau mengatakan,

إن الله عز وجل لم يأمر نبيه بمشاورة أصحابه لحاجة منه إلى آرائهم، ولكنه أحب أن يعلمه ما في المشاورة من البركة

“Sesungguhnya Allah tidaklah memerintah Nabi-Nya _shollallahu 'alaihi wa sallam_ agar bermusyawaroh dengan para shahabat beliau karena memerlukan pendapat mereka. Akan tetapi, Allah hendak mengajari beliau tentang keberkahan yang ada pada musyawaroh.”

📚 (Bahjatul Majalis 1/449)

🌎 *Kunjungi* || https://forumsalafy.net/keberkahan-musyawarah/

⚪️ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

ujian untuk mengetahui siapa yang jujur

✋🏻✍🏻📑⚠ *PATUH DAN TA'AT PADA PEMERINTAH DI SAAT WABAH MELANDA*

Terkait kondisi sekarang, ketika Rosulullah _shollallahu 'alaihi wa sallam_ katakan, “Patuh, ta'atilah kepada pemerintah kalian yang memimpin,

kita, terutama muslimin atau salafiyyin secara khusus, diuji di saat-saat seperti ini, sejauh mana keta'atan kita kepada pemerintah.

Keta'atan, dalam keadaan kita senang atau terpaksa, dalam keadaan susah ataupun mudah. Senang, karena apa yang menjadi perintah dan ketetapan mereka mungkin menguntungkan kita, sesuai dengan yang kita inginkan. Terpaksa, karena keputusan pemerintah mungkin kita rasa merugikan kita, kita anggap itu tidak menguntungkan bagi kita, di situ kita diuji.

Keta'atan

Seperti yang Antum tahu, mungkin di banyak negeri, termasuk kita di Indonesia,  Pemerintah menginginkan kemaslahatan bagi rakyatnya, mengawal kemaslahatan, kesehatan mereka.

Maka menetapkan beberapa ketentuan terkait sholat berjama'ah di masjid, sholat Jum'at, maka ta'ati pemimpin kita.

Ini sekarang ujian, ujian 'amaliah bahwa selama ini kita belajar hanya sebatas teori, mudah.

Manhaj ahlus sunnah ta'at kepada pemerintahnya, manhaj khowarij menentang kepada pemerintahnya. Manhaj ahlus sunnah memuliakan, mengagungkan pemerintahnya, mencintai mereka, mendo'akan baik. Khowarij mencela, membenci mereka, dan seterusnya.

Itu teori, mudah,

tinggal peng'amalannya sekarang di situ akan terlihat ahlus sunnah yang benar-benar jujur, dan siapa pula yang mengada-ada akan tersisihkan.

Perkaranya menuntut konsekuensi kita untuk jujur dan konsekuen terhadap apa yang kita pelajari selama ini.

khoir, insyaaAllah

📢 *Kutipan* al-Ustadz Usamah Faishol Mahri, Lc. _hafizhohullah_

🌎 *Kunjungi* || https://asysyariah.com/patuh-dan-taat-pada-pemerintah-di-saat-wabah-melanda/

⚪️ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

nasihat untuk para tenaga medis

📢✍🏻📑✅ *NASIHAT DAN DUKUNGAN UNTUK TENAGA MEDIS TERKAIT COVID-19*

Kepada para tenaga medis yang berkecimpung dalam penanganan pasien virus Corona (Covid-19), saya menasihatkan agar tetap sabar, tegar, waspada, dan bertawakkal sepenuhnya kepada Allah _subhanahu wa ta’ala._

√ Allah _ta’ala_ berfirman,

وَمَن یَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُۥۤۚ
“Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupi (keperluan)nya.” *[Ath-Tholaq: 3]*

Hal ini bermakna pula “melindunginya”.

Artinya, seorang muslim yang berbekal dengan hal ini (tawakkal kepada Allah) dalam setiap upaya yang dilakukan; dan mengharap pahala di sisi-Nya, usahanya tersebut tidak akan disia-siakan oleh Allah ta’ala.

Allah berfirman,

وَٱصۡبِرۡ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا یُضِیعُ أَجۡرَ ٱلۡمُحۡسِنِینَ

“Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan.” *[ Hud: 115]*

Harapkanlah keutamaan dari Allah. Kalau Allah saja memberikan keutamaan-Nya kepada orang yang menjenguk orang sakit, lantas bagaimana dengan orang yang justru berusaha mengobatinya–tentu akan diberikan keutamaan yang lebih, insyaaAllah.

Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, disebutkan,

مَنْ عَادَ مَرِيضاً لَمٔ يَزَلْ في خُرْفَةِ الجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ

“Barang siapa menjenguk orang sakit, dia akan senantiasa berada di tengah taman-taman jannah hingga dia kembali.”

Disebutkan pula dalam redaksi lain,

“Barang siapa menjenguk seorang muslim yang sakit, dia seakan sedang berjalan di antara taman-taman Jannah hingga dia duduk. Apabila dia duduk, dia akan diliputi rahmat.

Jika itu dilakukan di pagi hari, 70 ribu malaikat akan bersholawat kepadanya hingga masuk waktu sore. Jika dilakukan di sore hari, 70 ribu malaikat akan bersholawat kepadanya hingga masuk waktu pagi.” hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan dishohihkan oleh al-Albani _rohimahumullah._

Dalam hadits riwayat Muslim, dari shahabat Abu Huroiroh, Nabi bersabda,

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةَ مِنْ كُرَبِ الدُنْيا نَفَّسَ اللّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ القِيامَةِ

“Barang siapa menghilangkan kesusahan seorang mu'min di dunia, Allah akan menghilangkan kesusahannya di Hari Kiamat kelak.”

و مَنْ يَسَّر على مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللّهُ عَلَيهِ فِي الدُنيا و الآخِرَة

“Barang siapa memberikan kemudahan kepada orang yang kesulitan, Allah akan memberikan kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat.”

و اللّهُ في عَوْنِ العَبْدِ ما كانَ العَبْدُ في عَونِ أَخِيهِ

“Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut senantiasa menolong saudaranya.”

خَيرُ الناسِ أَنْفَعُهُم لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi mereka.”

Hadits ini akan memberikan harapan bagi kita apabila kita bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi manusia. Jika 'amalan yang mudah dilakukan saja akan diberikan pahala, 'amalan yang besar dan bermanfaat pun demikian.

Nabi bersabda,

لَأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخٍ لِي فِي حاجَةٍ أَحَبُّ إلَيَّ مِن أَن أَعْتَكِفَ في هذا المسجد –يعني المسجد النبوي– شَهْراً

“Sungguh, aku berjalan dalam rangka membantu urusan saudaraku, hal tersebut lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini (yakni Masjid Nabawi) selama sebulan.”

Maka dari itu, hendaknya setiap orang yang sedang menangani pasien, terkhusus pasien Covid-19, menjadikan hadis-hadis ini sebagai pemberi harapan bagi mereka agar menambah timbangan 'amal mereka di sisi Allah _'Azza wa jalla._

Semoga Allah senantiasa melindungi kaum muslimin dan segera mengangkat wabah tersebut, serta memberikan kesembuhan bagi yang sakit.

Semoga sedikit nasihat ini bermanfaat

📢 *Tausiyah* al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc.

🌎 *Sumber* || https://asysyariah.com/nasihat-dan-dukungan-untuk-tenaga-medis-terkait-covid-19/

⚪️ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

bentuk lemahnya iman

📌 JANGAN DIJADIKAN BAHAN CANDAAN !

" Menyebarkan cerita-cerita, rekaman-rekaman video lucu yang di dalam ada konten olok-olokan dan semboro terhadap virus Corona serta menanggapi wabah tersebut dengan cara candaan lelucon, kemudian mengambil lalu memposting potongan-potongan gambar/cuplikan video-video lucu tersebut tengah-tengah kaum muslimin ( melalui WA dll ) itu suatu bentuk lemahnya Iman dan kebodohan tentang Agama Allah ta'ala, perbuatan tersebut diharomkan ditinjau dari berbagai sisi ".

``||• Asy-Syaikh Roid bin 'Abdil Jabbar Al-Mahdawi hafizhohullah

◽◽◽◽
➡ Sumber : @ Nataouan
➡ http  ://Dhiyaussalaf.com
🌐 Whats App dhiyaussalaf Pekanbaru 
➡ Channel telegram || https://t.me/dhiyaussalafpekanbaru

semua akibat dosa manusia

🕋📢🏘 Terngiang Bahkan Terdengar "صَلُّوا فِي بُيُوتِكُمْ."

  Akhirnya ini benar benar terjadi, mulai hari Jum'at 25 Rojab 1441 H/20 Maret 2020 atau bahkan sebelum tanggal itu dan mulai lebih banyak terjadi pada tanggal 2 Sya'ban 1441 atau bertepatan 27 Maret 2020 bahwa sholat jum'at dan sholat lima waktu dibeberapa wilayah diberbagai penjuru negeri serta seantero dunia berjama'ah di Masjid, Mushola sementara ditiadakan sampai batas waktu yang belum ditentukan. 

Kita terhalang dari sholat berjama'ah di masjid yang jaraknya hanya kurang ataupun lebih 100 meter dari rumah rumah kita. 

Sesuatu yang mungkin tidak terdengar oleh sebagian kita seumur hidup, Namun dibeberapa tempat Muadzin mengumandangkan صَلُّوا فِي بُيُوتِكُم " Sholatlah di rumah-rumah kalian" pada adzan sholat jum'at itu dan adzan di setiap sholat lima waktu. Sebelumnya mungkin sebagian kita hanya mendengar lafadz tersebut pada saat hujan deras.

Dahulu Bani Isroil di Mesir diperintahkan Alloh subhanahu wata'ala melalui nabi Musa dan Harun عليها السلام untuk sholat di rumah rumah mereka, karena beratnya siksaan dari Fir'aun dan pasukannya. Mereka terhalangi dari sholat ditempat kanisah kanisah mereka.

(وَأَوۡحَیۡنَاۤ إِلَىٰ مُوسَىٰ وَأَخِیهِ أَن تَبَوَّءَا لِقَوۡمِكُمَا بِمِصۡرَ بُیُوتࣰا وَٱجۡعَلُوا۟ بُیُوتَكُمۡ قِبۡلَةࣰ وَأَقِیمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ)

Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya, “Ambillah beberapa rumah di Mesir untuk (tempat tinggal) kaummu dan jadikanlah rumah-rumahmu itu tempat ibadah dan laksanakanlah sholat serta gembirakanlah orang-orang mu'min.” [Surat Yunus 87]

Awalnya mereka dimuliakan Alloh melalui nabi Yusuf عليه السلام . Namun keturunan selanjutnya menyianyiakan ajaran leluhur mereka Nabi Yusufعليه السلام. Lalu Allah ﷻ menghukum mereka akibat dosa dosa mereka.

Mereka diperintahkan sholat di rumah rumah mereka, agar menjadikan sholat sebagai penolong dari musibah.

Mari kita simak tafsir yang dituliskan oleh seorang 'ulama Syafi'iyah sekaligus ahli tafsir terkenal Al Imam Ibnu Katsir rohimahumulloh dalam menafsirkan.

وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ وَأَخِيهِ أَن تَبَوَّآ لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ (87)

يذكر تعالى سبب إنجائه بني إسرائيل من فرعون وقومه ، وكيفية خلاصهم منهم وذلك أن الله تعالى أمر موسى وأخاه هارون ، عليهما السلام ( أن تبوءا ) أي : يتخذا لقومهما بمصر بيوتا .
واختلف المفسرون في معنى قوله تعالى : ( واجعلوا بيوتكم قبلة ) فقال الثوري وغيره ، عن خصيف ، عن عكرمة ، عن ابن عباس : ( واجعلوا بيوتكم قبلة ) قال : أمروا أن يتخذوها مساجد .
وقال الثوري أيضا ، عن ابن منصور ، عن إبراهيم : ( واجعلوا بيوتكم قبلة ) قال : كانوا خائفين ، فأمروا أن يصلوا في بيوتهم .
وكذا قال مجاهد ، وأبو مالك ، والربيع بن أنس ، والضحاك ، وعبد الرحمن بن زيد بن أسلم ، وأبوه زيد بن أسلم : وكأن هذا - والله أعلم - لما اشتد بهم البلاء من قبل فرعون وقومه ، وضيقوا عليهم ، أمروا بكثرة الصلاة ، كما قال تعالى : ( يا أيها الذين آمنوا استعينوا بالصبر والصلاة ) [ البقرة : 156 ] . وفي الحديث : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا حزبه أمر صلى . أخرجه أبو داود . ولهذا قال تعالى في هذه الآية : ( واجعلوا بيوتكم قبلة وأقيموا الصلاة وبشر المؤمنين ) أي : بالثواب والنصر القريب .
وقال العوفي ، عن ابن عباس ، في تفسير هذه الآية قال : قالت بنو إسرائيل لموسى ، عليه السلام : لا نستطيع أن نظهر صلاتنا مع الفراعنة ، فأذن الله تعالى لهم أن يصلوا في بيوتهم ، وأمروا أن يجعلوا بيوتهم قبل القبلة . وقال مجاهد : ( واجعلوا بيوتكم قبلة ) قال : لما خاف بنو إسرائيل من فرعون أن يقتلوا في الكنائس الجامعة ، أمروا أن يجعلوا بيوتهم مساجد مستقبلة الكعبة ، يصلون فيها سرا . وكذا قال قتادة ، والضحاك .
وقال سعيد بن جبير : ( واجعلوا بيوتكم قبلة ) أي : يقابل بعضها بعضا .

💻📲 https://quran.ksu.edu.sa/tafseer/katheer/sura10-aya87.html

📜 Tafsir Surat Yunus, ayat 87

{وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى وَأَخِيهِ أَنْ تَبَوَّآ لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ (87) }

Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya, "Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu, dan jadikanlah oleh kalian rumah-rumah kalian itu tempat sholat, dan dirikanlah oleh kalian sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman.”

Alloh menyebutkan penyebab yang menyelamatkan kaum Bani Isroil dari Fir'aun dan kaumnya, serta bagaimana mereka lolos dari Fir'aun dan kaumnya. Pada mulanya Allah تعالى. memerintahkan Musa dan Harun (saudaranya) عليهما السلام untuk mengambil rumah-rumah di Mesir sebagai tempat tinggal buat kaumnya.

'Ulama tafsir berbeda pendapat sehubungan dengan makna firman-Nya :

{وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً}

"Dan jadikanlah oleh kalian rumah-rumah kalian itu tempat sholat. (Yunus: 87)

Menurut Ats-Tauri dan lain-lainnya, dari Khosif, dari Ikrimah, dari Ibnu 'Abbas, firman Alloh تعال : dan jadikanlah oleh kalian rumah-rumah kalian itu tempat sholat. (Yunus: 87) Maksudnya adalah, mereka diperintahkan untuk menjadikannya sebagai masjid-masjid (untuk sholat mereka).

Ats-Tsauri telah meriwayatkan pula dari Ibnu Mansur, dari Ibrohim, sehubungan dengan makna firman-Nya: dan jadikanlah oleh kalian rumah-rumah kalian itu tempat sholat. (Yunus: 87) Bahwa mereka dicekam oleh rasa takut, lalu mereka diperintahkan untuk melakukan sholat di rumah masing-masing. Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Abu Malik, Ar-Robi' ibnu Anas, Ad-Dahhak, 'Abdur Rohman ibnu Zaid ibnu Aslam, dan ayahnya (yaitu Zaid ibnu Aslam).

Seakan-akan hal tersebut, hanya Alloh yang lebih mengetahui, di saat penindasan dari Fir'aun dan kaumnya terasa makin keras atas diri mereka yang mempersempit ruang gerak mereka; maka mereka diperintahkan untuk banyak melakukan sholat. Perihalnya sama dengan pengertian yang terkandung di dalam firman-Nya:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ}

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolong kalian. (Al-Baqoroh: 153)

Di dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rosulullah ﷺ. apabila meng­alami suatu musibah, maka beliau sholat. Hadits diketengahkan oleh Imam Abu Daud.

Karena itulah dalam ayat ini disebutkan oleh firman-Nya:

{وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ}

dan jadikanlah rumah-rumah itu oleh kalian tempat sholat, dan dirikanlah oleh kalian sholat serta gembirakanlah orang-orang yang beriman. (Yunus: 87)

Yakni dengan pahala dan kemenangan yang dekat waktunya.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas sehubungan dengan tafsir ayat ini, bahwa orang-orang Bani Isroil berkata kepada Musa عليه السلام, "Kami tidak mampu menampakkan sholat kami kepada kaki tangan Fir'aun itu." Maka Alloh mengidzinkan mereka melakukan sholat di rumah masing-masing. Dan Alloh memerintahkan kepada mereka untuk menjadikan rumah-rumah mereka menghadap ke arah kiblat.

Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan jadikanlah oleh kalian rumah-rumah kalian itu sebagai tempat sholat. (Yunus: 87) Ketika kaum Bani Isroil merasa takut Fir'aun akan membunuh mereka di kanisah kanisah (tempat mereka berkumpul melakukan ibadahnya), maka mereka diperintahkan menjadikan rumah-rumah mereka sebagai masjid-masjidnya dengan menghadap ke arah Ka'bah; mereka boleh melakukan sholatnya di dalam rumah masing-masing secara sembunyi-sembunyi. Hal yang sama telah dikatakan oleh Qotadah dan Ad-Dahhak.

Sa'id ibnu Jubair telah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: dan jadikanlah oleh kalian rumah-rumah itu tempat ibadah. (Yunus: 87) Bahwa yang dimaksud dengan istilah qiblah ialah berhadapan, yakni sebagian darinya berhadapan dengan yang lainnya.

Semoga Alloh subhanahu wata'ala menjadikan sholat kita di rumah sebagai sarana turunnya pertolongan dari wabah ini. 

Ya Robb, dosa kamilah yang telah membuat kami terhalang dari rumahMu..Perintah dan LaranganMu sering kami abaikan..

Ya Robb kami, kami rindu ingin bersujud di rumahMu lagi.

🗓 2 Sya'ban 1441 bertepatan 27 Maret 2020

Ditulis Al Faqir ila Maghfiroti Robbi Abul Faroj Al Jawi di bumi pengasingan Sendang Mulyo 

📸 Poster dari Kementrian Pertahanan kerajaan Arab Saudi dalam seruan untuk tetap tinggal di rumah demi maslahat bersama

Thursday, March 26, 2020

nasihat untuk seluruh kaum muslimin terkait wabah virus Corona

🌅 *NASIHAT MENYEJUKKAN DARI ASY-SYAIKH UBAID UNTUK KAUM MUSLIMIN DALAM SITUASI WABAH COVID-19*

بسم الله الرحمن الرحيم 
الحمد لله رب العالمين، وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أحمعين:

Dari Ubaid bin 'Abdillah bin Sulaiman al-Hamdani al-Jabiri:
Assalamu 'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh 

🏷 Sesungguhnya wabah ini adalah salah satu tentara di antara tentara-tentara Allah _Jalla wa 'Ala_. Allah menimpakannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan menghindarkannya dari siapa saja yang Dia kehendaki. 

✅ Maka harus segera berlindung kepada Allah, memohon agar Dia mengangkat musibah ini dan melepaskan kesulitan yang telah menimpa kaum muslimin secara umum dan selain mereka secara khusus di seluruh negeri. Maka wajib untuk segera berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

⛔ Barangsiapa yang bermaksiat, maka kami menasihatinya untuk segera bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, sebagaimana telah shohih dari Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam - aku mengira diriwayatkan oleh at-Tirmidzi - « Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama belum _yughorghir_ »
_al-Ghorghoroh_ adalah sampainya ruh di kerongkongan. Apabila ruh telah sampai di kerongkongan dan seseorang telah menyaksikan malaikat maut, *maka ketika itu tidak ada lagi kesempatan bertaubat baginya*. 

📝 Aku menasihati seluruh kaum muslimin dan Ahlus Sunnah secara khusus untuk bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala sebelum ruh sampai di kerongkongan. 

Wassalamu 'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh.

Disampaikan oleh:
Ubaid bin 'Abdillah bin Sulaiman al-Hamdani al-Jabiri. 
Ba'dal 'Ashr, Selasa 29 Rojab 1441 H

~~~~~~~~~~

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين، وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

من عبيد بن عبد الله بن سليمان الحمداني الجابري:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 
إن هذا الوباء جند من جنود الله جل وعلا، يصيب به من يشاء ويصرفه عمن يشاء.  فلا بد من اللجوء إلى الله سبحانه وتعالى، وسؤال رفع هذا البلاء، وتفريج الكربة التي أصابت المسلمين عامة وغيرهم خاصة في جميع البلاد. فالواجب اللجوء إلى الله سبحانه وتعالى. 
ومن كان ذا معصية فإنا ننصحه بالتوبة إلى الله سبحانه وتعالى، فإن الله كما صح عن النبي صلى الله عليه وسلم - أظنه عند الترمذي - « إن الله يقبل توبة العبد ما لم يغرغر » والغرغرة : هي حشرجت الروح في الحلقوم، وإذا بلغت الروح في الحلقوم وعاين المرأ ملك الموت فلا توبة حينئذ.
فإني أنصح جميع أهل الإسلام وأهل السنة خاصة بالتوبة إلى الله سبحانه وتعالى قبل غرغرة الأرواح في الحلاقين. 
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته. 

أملاه: 
عبيد بن عبد الله بن سليمان الحمداني الجابري
بعد عصر الثلاثاء، التاسع والعشرين من شهر رجب عام واحد وأربعين وأربع مائة وألف 
وصلى وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

~~~~~~~~~~
Dipublish oleh
🕹️ _*Humas Satgas Tanggap Covid-19 Ma'had Minhajul Atsar Jember*

Monday, March 23, 2020

berbaik sangka kepada Allah

✅ OPTIMISLAH..

Berbaik sangkalah terhadap Robbmu  [ In SyaaAllah semua ] 
• Cobaan ini akan pergi 
• Kedukaan ini akan berakhir
• Kesulitan ini akan berlalu.

Masjid-masjid itu akan kembali penuh sesak dengan penghuninya, kehidupan akan kembali normal sebagaimana adanya, wabah itu tidaklah pernah abadi selamanya.

Yang terpenting, bahwa ketika kita keluar dari wabah tersebut, kita benar-benar mengambil pelajaran, diantaranya :

•  Manusia itu lemah
•  Penting sikap saling tolong-menolong 
•  Selalu bersabar
•  Senentiasa Mendengar dan patuh kepada Pemerintah
•  Senentiasa mengedepankan kemaslahatan umum.

``||• Asy-Syaikh Muhammad bin Qolib Al-'Umary hafizhohullah

◽◽◽◽
➡ http  ://Dhiyaussalaf.com
🌐 Whats App dhiyaussalaf Pekanbaru 
➡ Channel telegram || https://t.me/dhiyaussalafpekanbaru

dzikir ketika tertimpa kesempitan dan kesusahan

KEPADA TENAGA MEDIS DAN SELURUH KAUM MUSLIMIN: APABILA SEDANG MERASA SEDIH, CEMAS, SULIT, DAN GUNDAH GULANA


✋🏻📢🌷🌸 _*Do'a Ketika Tertimpa Kesempitan dan Kesusahan*_

Dari Ibnu 'Abbas _rodhiallahu 'anhumaa,_

كَانَ النَّبِيُّ يَدْعُو عِنْدَ الْكَرْبِ يَقُولُ:

“Apabila Nabi _shollallahu 'alaihi wa sallam_ tertimpa kesusahan, beliau berdo'a,

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

_LAA ILAAHA ILLALLAAHUL ‘AZHIIMUL HALIIM, LAA ILAAHA ILLALLAAHU ROBBUL ‘ARSYIL ‘AZHIIM, LAA ILAAHA ILLALLAAHU ROBBUSSAMAAWAATI WA ROBBUL ARDHI WA ROBBUL ‘ARSYIL KARIIM_

“Tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali hanya Allah Yang Mahaagung lagi Mahasantun. Tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali Allah semata, Robb ‘Arsy yang agung. Tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali hanya Allah semata, Robb langit-langit dan bumi serta Robb ‘Arsy yang mulia.” (HR. Al-Bukhori no. 6346 dan Muslim no. 2730)

✋🏻📢💐🌹 _Bacaan yang Diucapkan Ketika Kesusahan_

Sahabiyah Asma’ bintu ‘Umais _rodhiyallahu 'anha_ mengatakan, Rosulullah _shollallahu 'alaihi wa sallam_ bersabda kepadaku,

أَلاَ أُعَلِّمُكِ كَلِمَاتٍ تَقُولِينَهُنَّ عِنْدَ الْكَرْبِ أَوْ فِي الْكَرْبِ

“Maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang hendaklah engkau ucapkan ketika tertimpa kesusahan,

اللهُ اللهُ رَبِّي، لاَ أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا

_“ALLAAHU ALLAAHU ROBBII, LAA USYRIKU BIHII SYAI AN”_

“Allah… Allah… (Dialah) Robbku. Aku tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun.” 

(HR. Abu Dawud no. 1525. Hadits ini dinilai shohih oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih Abi Dawud no. 1525)

MOHON TIDAK LUPA MEMBACA DO'A DAN DZIKIR

📝 *Ketika pagi dan petang hari membaca do'a ini sebanyak tiga kali:*

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ 

_BISMILLAHIL LADZII LAA YADHURRU MA’AS MIHII SYAI`UN FIL ARDHI WA LAA FIS SAMAA’I WA HUWAS SAMII’UL ‘ALIIM._

“Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang ada di bumi dan di langit yang bisa memudhorotkan, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” 

☝🏻 Rosulullah _shollallahu 'alaihi wa sallam_ bersabda,

مَن قَالَ: بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ؛ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلاَءٍ حَتَّى يُصْبِحَ، ومَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلَاءٍ حَتَّى يُمْسِيَ

*“Barang siapa mengucapkan* BISMILLAHIL LADZII LAA YADHURRU MA’AS MIHII SYAI`UN FIL ARDHI WA LAA FIS SAMAA’I WA HUWAS SAMII’UL ‘ALIIM *tiga kali (ketika sore), tidak akan menimpanya wabah atau bencana hingga pagi. Barang siapa mengucapkannya ketika pagi, tidak akan menimpanya wabah atau bencana hingga sore.”* (HR. Abu Dawud no. 5088, dari shahabat 'Utsman bin 'Affan rodhiyallahu 'anhu. Hadits ini dinilai shohih oleh Syaikh Muqbil dalam ash-Shohih al-Musnad Mimma Laisa fi ash-Shohihain jilid 2 hlm. 10 no. 910)

📒 Suatu ketika, salah seorang perowi hadits yang bernama Aban bin 'Utsman bin 'Affan bin Abil ‘Ash bin Umayah al-Qurosyi al-Umawi (putra 'Utsman bin 'Affan) tiba-tiba terkena suatu penyakit yang menyebabkan lumpuh separuh badan. 

❓Salah seorang yang pernah mendengar hadits di atas dari Aban bin 'Utsman melihat Aban dengan pandangan keheranan.

💎 Mengetahui yang demikian, Aban menjelaskan, “Mengapa engkau melihatku (dengan pandangan seperti itu)? Sungguh, demi Allah, aku tidaklah berdusta atas nama 'Utsman bin Affan (yang menyampaikan hadits tersebut kepada Aban). Demikian pula 'Utsman sekali-kali tidak bedusta atas nama Nabi. 

✍🏻 Akan tetapi, (penyakit) yang menimpaku ini karena aku diliputi amarah (akibat sesuatu) sehingga membuatku lupa mengucapkan do'a tersebut.”

KEPADA TENAGA MEDIS DAN SELURUH KAUM MUSLIMIN: MARI MEMPERBANYAK DO'A


*Do'a Memohon Perlindungan dari Berbagai Penyakit yang Buruk*

اللَّهُمَّ جَنِّبْنِي مُنْكَرَاتِ اَلْأَخْلَاقِ وَالْأَعْمَالِ وَالْأَهْوَاءِ وَالْأَدْوَاءِ

“ALLAAHUMMA JANNIB NII MUNKAROOTIL AKHLAAQ WAL A’MAAL WAL AHWAA WAL ADWAA”

💎 “Ya Allah, jauhkanlah aku dari akhlaq yang buruk, 'amalan yang jelek, hawa nafsu, *dan berbagai penyakit yang buruk.”* 

📚 (HR. ath-Thobaroni 3/1447. Hadits ini dinilai shohih oleh Syaikh Muqbil dalam ash-Shohih al-Musnad Mimma Laisa fi ash-Shohihain jilid 2 hlm. 141 no. 1084)

📝 *Do'a Melihat Orang Lain yang Tertimpa Penyakit Atau Musibah sehingga Dijauhkan dari Musibah Tersebut*

☝🏻 Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

 مَنْ رَأَى مُبْتَلًى، فَقَالَ:

“Barang siapa mendapati orang yang sedang tertimpa bala (penyakit atau musibah, baik menimpa badan atau agama, -pent.) kemudian dia berdo'a,

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ، وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا،

"ALHAMDULILLAAHILLADZII ‘AAFAANII MIMMAB TALAAKA BIHI WA FADHDHALANII ‘ALAA KATSIIRIMMIMMAN KHOLAQO TAFDHILAA

“Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari apa yang Allah timpakan kepadamu (berupa penyakit atau musibah) dan (segala puji bagi-Nya) yang telah melebihkan aku atas kebanyakan hamba-hamba-Nya.”

إِلَّا عُوفِيَ مِنْ ذَلِكَ البَلَاءِ كَائِنًا مَا كَانَ مَا عَاشَ

☝🏻 *(Barang siapa yang mengucapkannya) niscaya dia akan diselamatkan dari bala tersebut selama dia hidup.”*

📚 (HR. at-Tirmidzi no. 3432, dari shahabat 'Abdullah bin 'Umar rodhiyallahu 'anhumaa. Hadits ini dinilai shohih oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih at-Tirmidzi no. 3432)

📌 Dalam do'a ini, terdapat dua hal penting:

1⃣ Ucapan syukur yang terkandung dalam do'a ini tidak berarti bersyukur atas kesengsaraan orang lain. Namun, ucapan syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala karena kita diselamatkan dari bala (penyakit atau musibah, baik menimpa badan atau agama, -pent.). Kalau bukan semata-mata ni'mat dan karunia dari Allah, niscaya kita tidak akan selamat dari penyakit dan bencana tersebut. 
Oleh karena itu, seorang yang mendapati orang lain sedang tertimpa sebuah penyakit atau bencana, hendaklah selalu mengingat ni'mat Allah subhanahu wa ta’ala yang ada pada dirinya, kemudian dia bersyukur kepada-Nya atas ni'mat tersebut, sehingga Dia akan melanggengkan ni'mat-Nya, bahkan menambahnya.

2⃣ Do'a ini menjadi benteng dan wiqoyah (perlindungan) dari Allah supaya kita tidak terkena penyakit atau bencana yang menimpa orang lain tersebut.

📝 *Ketika sore hari membaca do'a ini sebanyak tiga kali:*

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ 

A’UUDZU BI KALIMAATILLAAHIT TAAMMAATI MIN SYARRI MAA KHOLAQ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah (kalamullah) Yang Sempurna, dari kejahatan makhluk yang telah Dia ciptakan.” 

☝🏻Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَالَ حِينَ يُمْسِي ثَلَاثَ مَرَّاتٍ: أَعُوذُ بِكَلمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ؛ لَمْ يَضُرَّهُ حُمَّةٌ تِلْكَ اللَّيْلةَ

*“Barang siapa mengucapkan* A’UUDZU BI KALIMAATILLAAHIT TAAMMAATI MIN SYARRI MAA KHOLAQ *tiga kali ketika sore, tidak akan membahayakannya sengatan (hewan yang berbahaya) pada malam itu.”* *(HR. at-Tirmidzi* no. 3604. Hadits ini dinilai shohih oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih at-Tirmidzi no. 3604)

📂 Salah seorang perowi hadits ini yang bernama Suhail bin Abi Sholih menceritakan, “Seluruh keluarga kami pun mempelajari hadits ini dan mereka selalu mengucapkannya ketika sore. 

📌 Suatu ketika, salah seorang hamba sahaya disengat hewan. *Namun, (dengan sebab dzikir sore di atas) dia tidak merasakan sakit.”*


📲 Selengkapnya:
⚪ https://asysyariah.com/wirid-rutin-harian-sebagai-perlindungan-dari-penyakit/
⏩ Channel Telegram || https://t.me/asysyariah

Sunday, March 22, 2020

sifat seorang mu'min

✋🏻📢✏📑 *KEADAAN MU'MIN SETELAH BER'AMAL*

Tentang firman Allah,

الَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ… (المؤمنون: 60

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut….” *(Al-Mu`minun: 60)*

✍🏻 Al-Hasan al-Bashri _rohimahullah_ mengatakan,

كَانُوا يَعْمَلُونَ مَا يَعْمَلُونَ مِنْ أَعْمَالِ الْبِرِّ وَهُمْ مُشْفِقُونَ أَلَّا يُنْجِيَهُمْ ذَلِكَ مِنْ عَذَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Mereka mengerjakan 'amalan-'amalan kebajikan dalam keadaan khawatir bahwa 'amalan tersebut tidak menyelamatkan mereka dari 'adzab Allah 'Azza wa jalla.”

*(az-Zuhd hlm. 230, karya al-Imam Ahmad)*

🌎 *Kunjungi* || https://forumsalafy.net/keadaan-mukmin-setelah-beramal/

⚪️ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Friday, March 20, 2020

upaya untuk perlindungan dan penjagaan dari penyakit

┏📜📚📖━━━━━━━━━━━━━┓
  *Majmu'ah Riyadhussalafiyyin*
┗━━━━━━━━━━━━━📖📚📜┛

⚠️🛡️🗒 *UPAYA UNTUK PERLINDUNGAN DAN PENJAGAAN DARI PENYAKIT DAN HAL-HAL YANG MEMBAHAYAKAN* 🛡️

بـــــــســـم اللــــــــه

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Di tengah maraknya pemberitaan dan keresahan penduduk dunia tentang tersebarnya virus Corona, marilah kita mengingat kembali kepada petunjuk Allah melalui Rosul-Nya Muhammad _shollallahu 'alaihi wa sallam_. Karena sesungguhnya segala sesuatu yang terjadi adalah dengan kehendak dan ketetapan Allah. 

Dan setiap perkara yang membahayakan atau mengkhawatirkan, maka sesungguhnya Allah telah menjelaskan obat/pencegahnya, sebagaimana pula virus Corona tersebut. Maka di samping upaya-upaya secara 'ilmiah dan medis yang telah diarahkan oleh pemerintah dan para 'ilmuwan, mari kita kuatkan pula pencegahan dan pengobatan secara _syar'i_ yang telah dituntunkan oleh Nabi kita. Berikut hal-hal yang disyari'atkan dalam Islam untuk dapat mencegah dan mengatasi segala macam mara bahaya, termasuk penyakit-penyakit yang mengkhawatirkan: 

*A. Iman dan taqwa kepada Allah.*

Yaitu dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketaqwaan kepada Allah adalah salah satu sebab Allah menjaga hamba-Nya. Nabi mengatakan kepada Ibnu 'Abbas rodhiyallahu 'anhumaa, 

احفظ الله يحفظك..

_"Jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu.."_ (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad).

Artinya, jagalah syari'at dan aturan Allah dengan tidak melanggar larangan dan tidak meninggalkan kewajiban, niscaya Allah akan menjaga dirimu, hartamu, dan keluargamu. 
Maka keimanan serta ketaqwaan adalah sebab keselamatan dan penjagaan Allah atas hamba-Nya. 
*B. Beristighfar dan bertaubat.*

Memohon ampunan kepada Allah atas dosa-dosa dan kemaksiatan, karena sesungguhnya dosa-dosa dan kemaksiatan itu adalah sebab datangnya bala, musibah dan bencana. 

Allah berfirman,

{ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ}

_”Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan, disebabkan oleh perbuatan tangan manusia. Allah ingin merasakan kepada mereka sebagian akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”_ (QS. Ar-Rum: 41)

Istighfar bukan hanya menggugurkan dosa, tapi juga mendatangkan kebaikan di dunia sebagaimana nabi Nuh mengatakan, _Maka aku katakan kepada mereka, “Mohonlah ampun kepada Robb kalian, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya dengan begitu Dia akan mengirimkan hujan kepada kalian dengan berturut-turut serta memperbanyak harta dan anak-anak kalian serta mengadakan untuk kalian kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya sungai-sungai untuk kalian…”_ (QS. Nuh: 10-12)

*C. Dzikir pagi dan petang.*

Nabi mengajarkan kepada kita beraneka ragam do'a dan dzikir yang fungsinya adalah memohon kepada Allah perlindungan dan penjagaan terhadap baik yang berupa gangguan jin, syaithon, dan segala yang mereka bawa, ataupun dari segala macam mara bahaya yang lainnya.
Di antara do'a dan dzikir tersebut adalah dzikir pagi dan petang. Al-Imam Ibnul Qoyyim berkata, "Dzikir pagi dan petang seperti baju besi, semakin bertambah ketebalannya maka pemiliknya semakin tidak terkenai (oleh bahaya, -pent.). Bahkan kekuatan baju besi itu bisa sampai memantulkan kembali anak panah sehingga berbalik mengenai pemanahnya sendiri." 

Berikut sebagian dari do'a dan dzikir pagi petang yang memberi faidah pencegahan dari penyakit dan hal yang berbahaya: 

*1. Bacaan Surat Al-Ikhlash dan Al Mu'awwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas) 3 kali setiap pagi dan petang.*
 
Keutamaannya: mencukupi orang yg membacanya untuk perlindungan dari segala sesuatu. (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari Mu'adz bin 'Abdillah bin Khubaib dari ayahnya) 

*2. Bacaan dua ayat yang terakhir dari surat Al-Baqoroh:*

{آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ*لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ}
Keutamaan dari membaca kedua ayat tersebut, Nabi mengatakan, _"Dengan membaca kedua ayat tersebut pada malam harinya, maka kedua ayat tersebut mencukupi dia."_ (HR. Bukhori) 

*3. Bacaan dzikir:*

*(أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى المُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، وَحْدَهُ لا شَرِيكَ له، له المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهو علَى كُلِّ شيءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ ما في هذِه اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ ما بَعْدَهَا، وَأَعُوذُ بكَ مِن شَرِّ ما في هذِه اللَّيْلَةِ وَشَرِّ ما بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُ بكَ مِنَ الكَسَلِ وَسُوءِ الكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُ بكَ مِن عَذَابٍ في النَّارِ وَعَذَابٍ في القَبْرِ وإذَا أَصْبَحَ قالَ ذلكَ أَيْضًا: أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ المُلْكُ لِلَّهِ)*
"Kami memasuki waktu malam, dan sesungguhnya seluruh kerajaan adalah milik Allah. Segala puji bagi Allah, tiada sesembahan yang benar melainkan Allah, satu-satunya tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nyalah kerajaan dan bagi-Nya segala puji dan Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Robb aku memohon kepadamu kebaikan pada malam ini, dan kebaikan pada sesudahnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pada malam ini dan keburukan pada sesudahnya. Ya Robb aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di masa tua. Ya Robb aku berlindung kepada-Mu dari 'adzab di neraka dan 'adzab di alam qubur.", dan ketika pagi mengucapkan dengan lafal _ashbahna_. (HR. Muslim)

*4. Bacaan dzikir:*
*بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ* ثَلَاثَ مَرَّاتٍ  
Tidaklah ada seorang hamba yang mengucapkan di waktu pagi hari atau sore di malam hari (yang artinya), "Dengan Nama Allah yang tidak ada yang _memudhorotkan_ bersamaan dengan nama-Nya (disebut) segala sesuatu di bumi maupun di langit dan Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.", sebanyak 3 kali, maka tidak ada sesuatupun yang memudhorotkan (membahayakannya) (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, dishohihkan Ibnu Hibban dan Al-Albani)

*5. Bacaan dzikir:*
*أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ* 
Barang siapa yang mengucapkan ketika sore tiga kali (yang artinya), "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan makhluk. Tidak akan _memudhorotkannya_ sengatan (binatang) pada malam itu." (Suhail) berkata, "Keluarga kami mempelajarinya. Mereka berkata bahwa pernah anak perempuan mereka disengat (binatang) tapi tidak merasa sakit." (HR. At-Tirmidzi, Ahmad, dishohihkan Ibnu Hibban dan Al-Albani).

*6. Bacaan dzikir:*
 
*اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي وَاحْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي* 

Dari Ibnu 'Umar _rodhiyallahu 'anhumaa_ beliau berkata, Rosulullah _shollallahu 'alaihi wa sallam_ tidak pernah meninggalkan do'a ini ketika sore maupun pagi, "Ya Allah sesungguhnya aku meminta pemaafan dan afiat di dunia dan akhirat. Ya Allah sesungguhnya aku meminta pemaafan dan afiat pada dinku, dan kehidupan duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah tutuplah aurotku dan berilah perasaan aman dalam hatiku, dan jagalah aku dari arah depan, dari belakang, dari kanan, dari kiri, dari atas, dan aku berlindung kepada-Mu dari ditenggelamkan ke dalam bumi dari arah bawah." (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, lafal sesuai Ibnu Majah, dishohihkan Al-Hakim dan Al-Albani).

*7. Bacaan dzikir:*

*للَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ*

Dari 'Abdurrohman bin Abi Bakroh bahwasanya ia berkata, wahai ayahku, sesungguhnya aku mendengar engkau berdo'a setiap pagi, "Ya Allah berikanlah afiat pada badanku. Ya Allah berikanlah afiat pada pendengaranku. Ya Allah berikanlah afiat pada penglihatanku. Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau.", 'Abdurrohman berkata pada ayahnya, anda mengulanginya 3 kali ketika pagi dan 3 kali ketika sore …." (HR. Ahmad, Abu Dawud, dihasankan Al-Albani).

*D. Beberapa dzikir dan do'a lain sehari-hari.*

1. Bacaan do'a: 
*اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ، وَالْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّئِ الأَسْقَامِ*
"Ya Allah aku berlindung kepadamu dari penyakit belang, gila, lepra, dan dari penyakit-penyakit yang berbahaya." 
(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Hibban)
2. Bacaan do'a:
*اللَّهُمَّ جَنِّبْنِي مُنْكَرَاتِ اَلْأَخْلَاقِ، وَالْأَهْوَاءِ، وَالْأَعْمَالِ، وَالْأَدْوَاءِ*
"Ya Allah jauhkanlah aku dari kejelekan-kejelekan akhlaq, hawa nafsu, perbuatan, dan penyakit-penyakit." (HR. Al-Hakim). 
3. Bacaan do'a ketika tertimpa sakit:
Hendaknya dia meletakkan tangannya pada bagian tubuhnya yang sakit dan mengucapkan,

*بسم الله*
 3 kali.
 Lalu membaca do'a: 

*أَعُوْذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ*
7 kali. 

"Bismillah. Aku berlindung kepada Allah dan dengan kekuasaan-Nya dari segala kejelekan apa yang aku dapati dan aku khawatirkan." (HR. Muslim)

Demikian semoga yang sedikit ini bermanfaat, dan Allah senantiasa menjaga kita semua dalam kebaikan, kesehatan, dan keselamatan.

🖋 Oleh: _al-Ustadz  'Abdurrohman Luki_ حفظه الله
🌏📑 Dikutip dan dicuplik dari berbagai sumber:

https://salafy.or.id/blog/2013/01/22/jagalah-allah-niscaya-allah-menjagamu/

https://asysyariah.com/kunci-kunci-rejeki/

https://www.atsar.id/2016/03/dzikir-pagi-dan-petang-seperti-baju-besi.html

https://www.atsar.id/2019/02/keutamaan-dzikir-pagi-dan-sore-petang.html

https://salafy.or.id/blog/2014/12/09/dzikir-pagi-dan-sore/

https://binbaz.org.sa/fatwas/23144/ما-الدعاء-المشروع-عند-المرض

https://binbaz.org.sa/audios/2765/466-من-حديث-اللهم-اني-اعوذ-بك-من-منكرات-الاخلاق-والاعمال-والاهواء


📲 *Ayo Join dan Share*:
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📚 Faedah:
telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
🖼 Poster dan Video:
telegram.me/galerifaedah
🌏 Kunjungi:
www.riyadhussalafiyyin.com

perisai seorang muslim

 ✋🏻📢🌷🌸 *PERISAI SEORANG MUSLIM

_*Do'a Ketika Tertimpa Kesempitan dan Kesusahan*_

Dari Ibnu 'Abbas _rodhiallahu 'anhuma,_

كَانَ النَّبِيُّ يَدْعُو عِنْدَ الْكَرْبِ يَقُولُ:

“Apabila Nabi _shollallahu 'alaihi wa sallam_ tertimpa kesusahan, beliau berdo'a,

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

_LAA ILAAHA ILLALLAAHUL ‘AZHIIMUL HALIIM, LAA ILAAHA ILLALLAAHU ROBBUL ‘ARSYIL ‘AZHIIM, LAA ILAAHA ILLALLAAHU ROBBUSSAMAAWAATI WA ROBBUL ARDHI WA ROBBUL ‘ARSYIL KARIIM_

“Tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali hanya Allah Yang Maha agung lagi Maha santun. Tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali Allah semata, Robb ‘Arsy yang agung. Tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali hanya Allah semata, Robb langit-langit dan bumi serta Robb ‘Arsy yang mulia.” (HR. al-Bukhori no. 6346 dan Muslim no. 2730)


_*Bacaan yang Diucapkan Ketika Kesusahan*_

Sahabiyah Asma’ bintu ‘Umais _rodhiyallahu anha_ mengatakan, Rosulullah _shollallahu 'alaihi wa sallam_ bersabda kepadaku,

أَلاَ أُعَلِّمُكِ كَلِمَاتٍ تَقُولِينَهُنَّ عِنْدَ الْكَرْبِ أَوْ فِي الْكَرْبِ

“Maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang hendaklah engkau ucapkan ketika tertimpa kesusahan,

اللهُ اللهُ رَبِّي، لاَ أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا

_“ALLAAHU ALLAAHU ROBBII, LAA USYRIKU BIHII SYAI AN”_

“Allah… Allah… (Dialah) Robbku. Aku tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun.” 

*(HR. Abu Dawud no. 1525. Hadits ini dinilai shohih oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih Abi Dawud no. 1525)*

 🌎 *Sumber* || https://asysyariah.com/doa-doa-ketika-tertimpa-kesempitan-dan-kesedihan/

⚪️ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

wasiat Al Hasan Al Bashri rohimahullah

🌹🌷💐🌸 *JAGALAH AGAMAMU*

✍🏻 Al-Hasan al-Bashri _rohimahullah_ mengatakan,
 
ابْنَ آدَمَ دِينُكَ دِينُكَ فَإِنَّمَا هُوَ لَحْمُكَ وَدَمُكَ فَإِنْ يَسْلَمْ لَكَ دِينُكَ يَسْلَمْ لَكَ جِسْمُكَ وَدَمُكَ وَإِنْ تَكُنِ الْأُخْرَى فَنَعُوذُ بِاللَّهِ فَإِنَّهَا نَارٌ وَلَا تُطْفَأُ، وَجَسَدٌ لَا يَبْلَى وَنَفَسٌ لَا تَمُوتُ

“Wahai anak Adam, jagalah agamamu, jagalah agamamu. Sungguh, agamamu adalah darah dan dagingmu. Jika agamamu selamat, akan selamat pula tubuh dan darahmu. Apabila yang terjadi 
tidak seperti itu, kita berlindung kepada Allah. Sungguh, (akibat)nya adalah api neraka yang tidak padam, tubuh yang tidak hancur, dan jiwa yang tidak mati.” 

📚 *(az-Zuhd hlm. 229, karya al-Imam Ahmad)*

⚪️ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Thursday, March 19, 2020

menginginkan apa yang di inginkan oleh Allah

🌷🌸💐🌹 *MEMENTINGKAN PAHALA AKHIRAT*

✍🏻 Al-Hasan al-Bashri _rohimahullah_ mengatakan,

لَوْ لَمْ يَكُنْ لَنَا ذُنُوبٌ نَخَافُ عَلَى أَنْفُسِنَا مِنْهَا إِلَّا حُبَّنَا الدُّنْيَا لَخَشِينَا عَلَى أَنْفُسِنَا مِنْهَا إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ:  

“Kalau tidak ada dosa yang kita khawatirkan atas diri kita kecuali kecintaan kita terhadap dunia, sungguh (itu sudah cukup untuk) kita mengkhawatirkan diri kita. Allah _'Azza wa jalla_ berfirman,

تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللَّهُ يُرِيدُ الْآخِرَةَ

“Kalian menghendaki harta benda duniawi, sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untuk kalian).” *(Al-Anfal: 67)*

أَرِيدُوا مَا أَرَادَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

Hendaklah kalian menginginkan apa yang diinginkan oleh Allah _'Azza wa jalla_.”

📚 *(az-Zuhd hlm. 229, karya al-Imam Ahmad)*

⚪️ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Friday, March 6, 2020

jangan asal menyebarkan berita

🔉📡💊 ADAB PEMBERITAAN PENYAKIT CORONA

🔹 Asy-Syaikh Doktor Kholid bin Dhohwi azh Zhofiri hafizhohullah berkata:

"Ketauhilah hamba Allah, tidak boleh bermudah-mudahan dalam menyebarkan isu seperti halnya (Corona) ini, sehingga orang-orang bertambah semakin takut. Maka, wajib mengembalikan perkaranya kepada pakarnya dan kepada ulil amri (pemerintah dan 'ulama). Allah Ta'ala berfirman:

وَاِذَا جَاۤءَهُمْ اَمْرٌ مِّنَ الْاَمْنِ اَوِ الْخَوْفِ اَذَاعُوْا بِهٖ ۗ وَلَوْ رَدُّوْهُ اِلَى الرَّسُوْلِ وَاِلٰٓى اُولِى الْاَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِيْنَ يَسْتَنْۢبِطُوْنَهٗ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطٰنَ اِلَّا قَلِيْلًا
 
"Dan apabila sampai kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka (langsung) menyiarkannya. (Padahal) apabila mereka menyerahkannya kepada Rosul dan ulil amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya (secara resmi) dari mereka (Rosul dan ulil amri). Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepadamu, tentulah kamu mengikuti syaithon kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu)." (An Nisa':83)


قال الشيخ د. خالد بن ضحوي الظفيري حفظه الله:

واعلموا عباد الله أنه لا يجوز التساهل في نشر الإشاعات في مثل هذه الأحوال فيزداد الناس خوفا إلى خوفهم، ويجب إرجاع الأمور إلى أهل الاختصاص وإلى أولي الأمر، قال تعالى:

(وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا)


💻http://aldhafiri.net/?audio=1725 | @ukhwh

📑 WA Ashhaabus Sunnah
📝💻 Majmu'ah Hikmah Salafiyyah || ▶ https://t.me/hikmahsalafiyyah

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃