⚔🛡⚔ Bentengi dirimu dari segala keburukan dan kekhawatiran(termasuk wabah) dengan senantiasa membaca dua ayat terakhir surah al-Baqoroh setiap malam.
Disebutkan dalam hadits dari Abu Mas’ud Al-Badri rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَرَأَ بِالْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ البَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ
“Barang siapa membaca dua ayat terakhir dari surah al-Baqoroh di malam hari, (kedua ayat tersebut) akan mencukupinya.” (HR. al-Bukhori no 5009 dan Muslim no. 808)
⭕️ Makna hadits : kedua ayat tersebut akan mencukupinya.
🖌Berkata Imam Asy-Syaukani rohimahullah :
وَلَا مَانِعَ مِنْ إِرَادَةِ هَذِهِ الْأُمُورِ جَمِيعِهَا وَيُؤَيِّدُ ذَلِكَ مَا تَقَرَّرَ فِي عِلْمِ الْمَعَانِي وَالْبَيَانِ مِنْ أَنَّ حَذْفَ الْمُتَعَلِّقِ مُشْعِرٌ بِالتَّعْمِيمِ فَكَأَنَّهُ قَالَ كَفَتَاهُ مِنْ كُلِّ شَرٍّ وَمِنْ كُلِّ مَا يَخَافُ ، وَفَضْلُ اللَّهِ وَاسِعٌ.
Dan tidak ada larangan dari diinginkan semua perkara, dan hal itu dikuatkan dengan apa yang telah ditetapkan dalam 'ilmu ma'any dan 'ilmu bayan bahwa menghilangkan objek dari kata kerja tersebut, itu memberikan makna secara menyeluruh, maka seakan-akan Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam memaksudkan kedua ayat tersebut "mencukupinya dalam hal perlindungan dari setiap keburukan atau membentenginya dari apa yang dia khawatirkan". Dan karunia Alloh sangat luas.
📖📚 Tuhfah adz-Dzakirin hal 99
🖌 Berkata Imam Nawawi rohimahullah :
" قِيلَ مَعْنَاهُ كَفَتَاهُ مِنْ قِيَامِ اللَّيْلِ ، وَقِيلَ مِنَ الشَّيْطَانِ ، وَقِيلَ مِنَ الْآفَاتِ ، وَيَحْتَمِلُ مِنَ الجميع " انتهى من " شرح صحيح مسلم " (6/91-92) .
Menurut sebagian 'ulama maknanya adalah bahwa kedua ayat tersebut memberi kecukupan padanya dari sholat malam. (Sebagai pengganti sholat malam). Dan ada juga yang mengatakan bahwa ia dijauhkan dari gangguan syaithon dan ada juga yang mengatakan bahwa ia dijauhkan dari segala macam penyakit. Dan semua dari pendapat diatas bisa dibawa dalam memaknai hadits tersebut.
📖📚 Syarh Shohih Muslim 6/91-92.
🖌 Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajar rohimahullah :
قيل معناه : كفتاه كل سوء ، وقيل : كفتاه شر الشيطان ، وقيل : دفعتا عنه شر الإنس والجن ... " أ . هـ .
Sebagian 'ulama mengatakan maknanya : kedua ayat tersebut mencukupinya dari segala keburukan dan ada juga yang mengatakan, dicukupkan dari kejelekan syaithon, dan ada juga yang mengatakan, kedua ayat tersebut akan menolak darinya kejelekan dari syaithon dan manusia.
📖📚 Fathul baari 9/71
🖌 Berkata Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah :
" الصحيح أن معناها كفتاة من شر ما يؤذيه."
Dan yang benar maknanya adalah bahwa kedua ayat tersebut mencukupi dari jelekan yang mengganggunya .
📖📚 Al-Wabil Ash-Shoyyib hal 205
👉 Dan qoidah dalam Ushul tafsir mengatakan :
حذف المتعلق المعمول فيه يفيد تعميم المعنى المناسب له
"Penghilangan Al-mutaallaq (objek kalimat) dari kata kerja menunjukkan pengertian keumuman makna yang sesuai dengannya.
Jadi kata kerja dalam hadits tersebut "mencukupinya" tidak disebutkan , dicukupkan dari apa, sehingga mencakup keumuman makna yang sesuai dengannya.
Karena itulah kesimpulan :
🖍 Berkata Imam As-Sa'di rohimahullah :
كفتاه : اى من جميع الشرور وذلك لما احتوتا عليه من المعاني الجليلة
Kedua ayat tersebut mencukupinya : maksudnya dari segala kejelekan, dan hal itu dikarenakan apa tercakup pada kedua ayat tersebut berupa makna makna yang mulia.
📖📚 Tafsir As-Sa'di 207.
⭕️ Dua ayat terakhir dari surah Al-Baqoroh adalah :
Alloh Ta’ala berfirman,
آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (285)
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (286)
“Rosul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Robbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rosul-rosul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rosul-rosul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami ta'at.” (Mereka berdo'a): “Ampunilah kami ya Robb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”
⭕️Pentingnya memahami makna dari dua ayat di atas dalam membacanya.
🖍 Berkata Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah :
فليس شىء أنفع للعبد فى معاشيه ومعاديه ومعاديه وأقرب الى نجاته من تدبر القرآن وإطالة التأمل فيه, وجمع الفكر على معاني آياته
Tidak ada sesuatu yang paling bermanfaat bagi seseorang hamba dalam kehidupan dunia dan akhiratnya dan yang paling mendekatkan pada keselamatannya daripada mentadabburi Al Qur'an, dengan banyak memperhatikannya serta mengumpulkan dan memusatkan pemikiran terhadap makna ayat ayat Al-Qur'an.
📖📚 Madarijus-salikin 1/450
🖍 Berkata Al-Hafidz Ibnu Rojab rohimahullah :
ومن أعظم ما مايتقرب تقرب به الى الله من الوافل كثرة تلاوة القرآن وسماعه بتفكر وتدبر وتفهم.
Dan diantara bentuk pendekatan diri kepada Alloh yang paling agung dibandingkan ibadah ibadah sunnah lainnya adalah memperbanyak tilawah al-Qur'an, mendengarkannya dengan memikirkan da mentadabburi serta memahaminya.
📖📚 Jami Al Ulum wal Hikam 2/242
⭕️ Tafsir dan penjelasan ringkas dari 2 ayat di atas.
آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ
yang artinya :
“Rosul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Robbnya, demikian pula orang-orang yang beriman.
👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :
Firman Alloh :
وَالْمُؤْمِنُونَ
demikian pula orang-orang yang beriman. (Al-Baqoroh: 285)
di athofkan kepada lafadz Ar-Rosul, kemudian Alloh memberitakan keadaan semuanya (Rosul dan orang-orang mu'min)
كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ
Artinya : Semuanya beriman kepada Alloh, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rosul-rosul-Nya. (Mereka mengatakan), "Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun (dengan yang lain) dari rosul-rosul-Nya." (Al-Baqoroh: 285).
👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :
فالمؤمنون يؤمنون بأن الله واحد أحد، فرد صمد، لا إله غيره ولا رب سواه، ويصدقون بجميع الأنبياء، والرسل، والكتب المنزلة من السماء على عباد الله المرسلين والأنبياء، لا يفرقون بين أحد منهم، فيؤمنون ببعض ويكفرون ببعض، بل الجميع عندهم صادقون، بَارُّونَ راشدون، مهديون هادون إلى سبل الخير، وإن كان بعضهم ينسخ شريعة بعض بإذن الله، حتى نسخ الجميع بشرع محمد صلى اللهُ عليه وسلم خاتم الأنبياء والمرسلين الذي تقوم الساعة على شريعته،
Orang-orang mu'min beriman, bahwasannya Alloh adalah Satu lagi Maha Esa, dan Tunggal lagi bergantung kepada-Nya segala sesuatu, tidak ada ilah yang berhak untuk disembah selain Dia, tidak ada Robb yang yang berhak disembah selain Dia. Mereka percaya kepada semua Nabi dan semua Rosul, serta semua kitab yang diturunkan dari langit kepada hamba-hamba Alloh yang menjadi utusan dan Nabi. Mereka tidak membeda-bedakan seseorang pun di antara mereka dari yang lainnya. sehingga tidak beriman kepada sebagian dari mereka, lalu ingkar kepada sebagian yang lain.
Bahkan semuanya menurut mereka adalah orang-orang jujur, berbakti, berakal, mendapat petunjuk, dan menunjukkan ke jalan kebaikan, walaupun sebagian dari mereka menghapus syari'at sebagian yang lain dengan idzin Alloh, hingga semuanya dihapus oleh syari'at Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wa sallam sebagai penutup para nabi dan para rosul yang hari kiamat akan tegak di atas syari'atnya.
Firman Alloh :
وَقالُوا سَمِعْنا وَأَطَعْنا
Artinya : Dan mereka mengatakan, "Kami dengar dan kami ta'at." (Al-Baqoroh: 285)
👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :
أي سمعنا قولك يا ربنا وفهمناه، وقمنا به وامتثلنا العمل بمقتضاه،
Yakni kami mendengar firman-Mu, ya Robb kami, dan kami memahaminya dan kami menegakkan serta mengerjakan 'amal sesuai dengannya.
Firman Alloh :
غُفْرانَكَ رَبَّنا
Artinya : Ampunilah kami, ya Robb kami. (Al-Baqoroh: 285)
👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :
سؤال للمغفرة والرحمة، واللطف،
Ayat ini mengandung makna permohonan ampun dan rahmat serta kelembutan dari Alloh.
Firman Alloh
وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
Artinya : dan kepada Engkaulah tempat kembali. (Al-Baqoroh: 285).
👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :
أي: المرجع والمآب يوم الحساب.
ialah tempat kembali dan merujuk kelak di hari perhitungan.
Firman Alloh :
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْساً إِلَّا وُسْعَها
Artinya : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Al-Baqoroh: 286)
👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :
أي لا يكلف أحداً فوق طاقته، وهذا من لطفه تعالى بخلقه، وإحسانه إليهم.
Yakni seseorang tidak dibebani melainkan sebatas kesanggupannya. Hal ini merupakan salah satu dari kelembutan Alloh. kepada makhluk-Nya serta kebaikan-Nya kepada mereka.
Firman Alloh :
لَها مَا كَسَبَتْ
Artinya : Ia mendapat pahala dari apa yang diusahakannya.(Al-Baqoroh: 286)
Firman Alloh
وَعَلَيْها مَا اكْتَسَبَتْ
Dan ia mendapat siksa dari apa yang dikerjakannya. (Al-Baqoroh: 286)
firman-Nya:
رَبَّنا لَا تُؤاخِذْنا إِنْ نَسِينا
Artinya : Ya Robb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa (Al-Baqoroh: 286)
👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :
أي إن تركنا فرضاً على جهة النسيان، أو فعلنا حراماً كذلك،
Maksudnya, jika kami meninggalkan suatu hal yang diwajibkan karena lupa, atau kami mengerjakan sesuatu yang harom karena lupa,
firman Alloh :
أَوْ أَخْطَأْنا
Artinya : Ya Robb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami bersalah (Al-Baqoroh: 286)
👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :
أي الصواب، جهلاً منا بوجهه الشرعي،
atau kami keliru dari sesuatu yang benar, karena ketidaktahuan kami atas cara yang ditunjukkan oleh syari'at.
Adapun firman Alloh:
رَبَّنا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنا إِصْراً كَما حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنا
Artinya : Ya Robb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. (Al-Baqoroh: 286).
👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :
أي: لا تكلفنا من الأعمال الشاقة، وإن أطقناها كما شرعته للأمم الماضية من قبلنا من الأغلال، والآصار التي كانت عليهم التي بعثت نبيك محمداً صلى اللهُ عليه وسلم نبي الرحمة بوضعه في شرعه الذي أرسلته به من الدين الحنيف السهل السمح.
Artinya, janganlah Engkau membebani kami dengan 'amal-'amal yang berat, sekalipun kami sanggup mengerjakannya; seperti yang telah Engkau syari'atkan kepada umat-umat terdahulu sebelum kami, berupa belenggu-belenggu dan beban-beban yang dipikulkan di pundak mereka. Engkau telah mengutus Nabi-Mu yaitu Nabi Muhammad sebagai Nabi pembawa rahmat yang di dalam syari'atnya Engkau telah memerintahkannya untuk menghapus semua beban tersebut, sebagai agama yang hanif, mudah, lagi penuh dengan keringanan.
Firman Alloh :
رَبَّنا وَلا تُحَمِّلْنا مَا لَا طاقَةَ لَنا بِهِ
Artinya : Ya Robb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. (Al-Baqoroh: 286)
👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :
أي: من التكليف، والمصائب والبلاء، لا تَبتَلِنَا بما لا قِبَلَ لنا به.
Yakni dari beban, musibah, dan cobaan; atau janganlah Engkau menguji (mencoba) kami dengan cobaan yang tidak kuat kami hadapi.
Firman Alloh :
وَاعْفُ عَنَّا
Artinya : Beri maaflah kami. (Al-Baqoroh: 286)
👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :
أي: فيما بيننا وبينك، مما تعلمه من تقصيرنا، وزللنا،
maksudnya maafkanlah antara kami dan Engkau dari apa yang Kamu mengetahuinya dari kekurangan, kelalaian kami, dan ketergelinciran kami.
Firman Alloh
وَاغْفِرْ لَنا
Artinya ; ampunilah kami. (Al-Baqoroh: 286)
👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :
أي: فيما بيننا وبين عبادك، فلا تظهرهم على مساوئنا وأعمالنا القبيحة،
Yaitu atas semua kelalaian dan kekeliruan antara kami dan hamba-hamba-Mu, maka janganlah Engkau menampakkan kepada mereka keburukan-keburukan kami dan 'amal perbuatan kami yang tidak baik.
وَارْحَمْنا
Artinya : dan rahmatilah kami. (Al-Baqoroh: 286)
👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :
أي: فيما يستقبل، فلا توقعنا بتوفيقك في ذنب آخر.
Yakni pada masa datang kami. Karena itu, janganlah Engkau jerumuskan kami ke dalam dosa yang lain dengan taufiq-Mu.
👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :
قالوا: إن المذنب محتاج إلى ثلاثة أشياء: أن يعفو اللّه عنه فيما بينه وبينه، وأن يستره عن عباده فلا يفضحه به بينهم، وأن يعصمه فلا يوقعه في نظيره.
maka dari inilah mereka (para 'ulama tafsir) mengatakan bahwa sesungguhnya orang yang berdosa itu memerlukan tiga perkara, yaitu
1⃣pemaafan dari Alloh atas dosanya yang terjadi antara dia dengan Alloh,
2⃣ dosanya ditutupi oleh Alloh dari mata hamba-hambaNya hingga dosanya tidak dibongkar dan dipermalukan di antara mereka,
3⃣dan dipelihara oleh Alloh hingga tidak terjerumus lagi ke dalam dosa yang serupa.
Firman Alloh :
أَنْتَ مَوْلانا
Artinya : Engkaulah Penolong kami. (Al-Baqoroh: 286)
👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :
أي: أنت وَلِيُّنَا، وَنَاصِرُنَا، وعليك توكلنا، وأنت المستعان، وعليك التكلان، ولا حول ولا قوة لنا إلا بك،
Artinya, Engkau adalah Pelindung dan Penolong kami; hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal, dan Engkaulah yang dimintai pertolongan, dan hanya kepada Engkaulah berserah diri; tiada daya dan tiada kekuatan bagi kami kecuali dengan pertolongan-Mu.
Firman Alloh :
فَانْصُرْنا عَلَى الْقَوْمِ الْكافِرِينَ
Artinya : maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.(Al-Baqoroh: 286)
👉🏻 Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahullah :
أي: الذين جحدوا دينك، وأنكروا وحدانيتك، ورسالة نبيك، وعبدوا غيرك، وأشركوا معك من عبادك، فانصرنا عليهم، واجعل لنا العاقبة عليهم في الدنيا والآخرة
Yakni orang-orang yang ingkar akan agama-Mu, ingkar kepada keesaan-Mu dan risalah Nabi-Mu, dan mereka menyembah selain-Mu serta mempersekutukan Engkau dengan seseorang di antara hamba-hamba-Mu. Tolonglah kami terhadap mereka, dan jadikanlah akibat yang terpuji bagi kami atas mereka di dunia dan akhirat.
📖📚 Lihat Tafsir Ibnu Katsir
https://quran.ksu.edu.sa/tafseer/katheer/sura2-aya285.html
https://quran.ksu.edu.sa/tafseer/katheer/sura2-aya286.html#katheer