Friday, June 21, 2019

Cinta dan benci karena Allah

TENTANG HAJR, CINTA DAN BENCI KARENA ALLAH

🎙Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata:

"Kesimpulannya, bahwa pendapat yang kuat dan yang lebih utama tentang hajr (meninggalkan hubungan dengan orang fasik dan pelaku maksiat, dan ahlul bid'ah) adalah dengan mempertimbangkan sisi maslahat. Nabi ﷺ meng-hajr suatu kaum dan membiarkan kaum yang lain tidak di-hajr dalam rangka mempertimbangkan maslahat syariat Islam. Beliau meng-hajr sahabat Ka'ab bin Malik dan temannya saat tertinggal dari perang Tabuk tanpa udzur selama 50 malam hingga mereka bertaubat, lalu Allah Ta'ala menerima taubat mereka. Sebaliknya beliau ﷺ tidak meng-hajr Abdullah bin Ubay bin Salul dan sekelompok orang-orang yang tertuduh sebagai orang munafik.

Sehingga seorang mukmin itu memperhatikan yang paling bermashlahat. Dan hal ini tidak bertentangan dengan sikap membenci terhadap orang kafir karena Allah, membenci terhadap ahlul bid'ah karena Allah, membenci pelaku maksiat karena Allah. Begitu pula hal itu tidak bertentangan dengan mencintai seorang muslim karena Allah, mencintai pelaku maksiat sesuai kadar keislamannya, mencintai ahlul bid'ah (*) (yang tidak dinyatakan kafir dengan kebid'ahannya) sesuai kadar keislaman yang ada padanya.

💻https://binbaz.org.sa/fatwas/7092/%D8%AD%D9%83%D9%85-%D9%87%D8%AC%D8%B1-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%A8%D8%AA%D8%AF%D8%B9

📝*Syaikh Abdul Muhsin al-'Abbad hafizhahullah berkata:

ولكن لا يُظهر حبهم ولا يُنشر، بل يحذر منهم.

Hanya saja jangan  menampakkan atau menyebarkan kecintaan terhadap mereka akan tetapi mentahdzir (memperingatkan) dari kebid'ahan mereka.(Syarh Sunan Abi Dawud 514)

📱http://t.me/ukhwh

فالحاصل: أن الأرجح والأولى النظر في المصلحة، فالنبي ﷺ هجر قوماً وترك آخرين لم يهجرهم مراعاة للمصلحة الشرعية الإسلامية، فهجر كعب بن مالك وصاحبيه  لما تخلفوا عن غزوة تبوك بغير عذر هجرهم خمسين ليلة حتى تابوا فتاب الله عليهم، ولم يهجر عبد الله بن أبي بن سلول وجماعة من المتهمين بالنفاق لأسباب شرعية اقتضت ذلك.
فالمؤمن ينظر في الأصلح وهذا لا ينافي بغض الكافر في الله وبغض المبتدع في الله وبغض العاصي في الله، ومحبة المسلم في الله ومحبة العاصي على قدر إسلامه، ومحبة المبتدع الذي لم يكفر ببدعته على قدر ما معه من الإسلام لا ينافي ذلك.

No comments:

Post a Comment