AHLUSSUNNAH DIANTARA TANZHIM, MAS'UL DAN DA'WAH
_______
๐ Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’iy –rahimahullah–
Pertanyaan:
Apa hukum menggunakan tanzhim (tata aturan) di dalam berda'wah kepada Allah ‘Azza wa jalla?
๐ Jawaban:
Tanzhim yang TIDAK menyelisihi Kitabullah dan Sunnah adalah perkara yang dicari dan mesti ada pengaturan. Namun mereka (hizbiyyun) menjadikannya wasilah kepada hizbiyyah.
Adapun tata aturan (berda'wah) dalam batasan-batasan Kitabullah dan Sunnah maka suatu kemestian darinya.
◻️ Qom’ul Mu’anid 2/ 403.
------------------------------------------
Pertanyaan:
Jika sepakat sekelompok pemuda dalam suatu 'amalan da'wah di suatu daerah maka apakah WAJIB untuk dijadikan seorang mas’ul (penanggungjawab) yang HARUS dita'ati?
๐ Jawaban:
Tidak mengapa untuk mereka menjadikan seorang mas’ul bagi mereka namun tidak disebut sebagai amir(pimpinan). Karena amir tidak ada kecuali dalam safar.
๐๐ปKecuali jika ia adalah amirul mu'minin yang ia adalah pimpinan bagi kaum muslimin(dalam urusan negara) atau seorang yang ditunjuk menjadi pimpinan (di suatu daerah) oleh amir(pemerintah) kaum muslimin.
◾️Adapun menjadikan mas’ul sebagai amir maka tidak demikian.
◾️Dan jika ia seorang penanggungjawab terkait suatu 'amalan da'wah maka hanya di dalam batas-batas tanggungjawabnya.
◾️Dan apabila ia menyelisihi Kitabullah dan Sunnah maka Allah ‘Azza wa jalla berfirman dalam kitab-Nya yang mulia:
َูู
َุง ุงุฎْุชََْููุชُู
ْ ِِููู ู
ِู ุดَْูุกٍ َูุญُْูู
ُُู ุฅَِูู ุงَِّููู ﴿ูกู ﴾
"Tentang sesuatu apapun kamu berselisih maka putusannya kembali kepada Allah" [Q.S. Asy-Syuroo: 10]
Dan Dia berfirman:
َูุฅِู ุชََูุงุฒَุนْุชُู
ْ ِูู ุดَْูุกٍ َูุฑُุฏُُّูู ุฅَِูู ุงِّููู َูุงูุฑَّุณُِูู ุฅِู ُููุชُู
ْ ุชُุคْู
َُِููู ุจِุงِّููู َูุงَْْูููู
ِ ุงูุขุฎِุฑِ ﴿ูฅูฉ﴾
"Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rosul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian." [Q.S. An-Nisaa’: 59]
Namun jikalau didapati seseorang yang amanah dititipkan harta da'wah kepadanya atau ditemui seorang pengajar yang memiliki pengetahuan yang mendalam dan dijadikan mas’ul (penanggungjawab) untuk mengajar. Demikian juga seseorang yang memiliki kemampuan dan pandangan yang kuat dalam berda'wah kepada Allah maka tidak mengapa (diangkat sebagai penanggungjawab).
❗Dan tidak dinamakan ia seorang amir(pimpinan). Hanya saja ia seorang penanggungjawab dalam batas koridor tanggungjawabnya.
❗Akan tetapi andaikan ia mendatangkan sesuatu yang menyelisihi Kitabullah dan Sunnah maka tidak didengar dan tidak dita'ati....”
◻️Tuhfatul Mujib, hal. 168 – 169
------------------------------------------
Pertanyaan:
Melanjutkan pertanyaan yang lalu:
Jika ada sekelompok dari grup ini berkumpul secara diam-diam untuk suatu urusan dan tanzhim (pengaturan) terkait da'wah ini dengan perlu diketahui bahwa mereka ini dari kalangan salafiyyin, maka apa hukumnya?
๐ Jawaban:
Tanzhim yang TIDAK menyelisihi Kitabullah dan Sunnah suatu keniscayaan.
Adapun yang menyelisihi kitabullah dan Sunnah maka diletakkan di bawah telapak kaki (dibatalkan). Sebab Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Segala sesuatu bagian dari perkara jahiliyyah ada di bawah telapak kakiku.”
◻️Tuhfatul Mujiib hal. 169 – 170
๐ Penerjemah: Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhohullah
▪︎Channel Telegram ForumBerbagiFaidah [FBF]
------------๐------------
๐ Arsip Fawaid Ilmiyah:
https://telegram.me/fawaidsolo
------------๐------------
No comments:
Post a Comment