📚 *SIKAP EKSTRIM TERHADAP NABI 'ISA 'ALAIHIS SALAM*
▪️ Orang-orang Nashroni, yang mengaku sebagai pengikut Nabi 'Isa, meyaqini bahwa beliau adalah Tuhan, anak Tuhan, atau “Tuhan Anak” yang merupakan salah satu dari tiga unsur trinitas, yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Ruhul Qudus. Setiap unsur sejatinya berbeda dari yang lain (menurut anggapan mereka), tetapi ketiganya merupakan Tuhan yang satu.
⛔️ Keyaqinan semacam ini tentu merupakan keyaqinan yang ekstrim dan menyelisihi agama yang dibawa oleh para rosul, bahkan menyelisihi agama Nabi 'Isa 'alaihis salam itu sendiri. Keyaqinan seperti ini berarti sama saja menempatkan Nabi 'Isa 'alaihis salam melebihi kodrat beliau sebagai seorang manusia.
✅ Nabi 'Isa sendiri sangat mengingkari keyaqinan ini. Allah subhanahu wa ta’ala menyatakan dalam firman-Nya,
وَإِذۡ قَالَ ٱللَّهُ يَٰعِيسَى ٱبۡنَ مَرۡيَمَ ءَأَنتَ قُلۡتَ لِلنَّاسِ ٱتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيۡنِ مِن دُونِ ٱللَّهِۖ قَالَ سُبۡحَٰنَكَ مَا يَكُونُ لِيٓ أَنۡ أَقُولَ مَا لَيۡسَ لِي بِحَقٍّۚ إِن كُنتُ قُلۡتُهُۥ فَقَدۡ عَلِمۡتَهُۥۚ تَعۡلَمُ مَا فِي نَفۡسِي وَلَآ أَعۡلَمُ مَا فِي نَفۡسِكَۚ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّٰمُ ٱلۡغُيُوبِ ١١٦ مَا قُلۡتُ لَهُمۡ إِلَّا مَآ أَمَرۡتَنِي بِهِۦٓ أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمۡۚ وَكُنتُ عَلَيۡهِمۡ شَهِيدًا مَّا دُمۡتُ فِيهِمۡۖ فَلَمَّا تَوَفَّيۡتَنِي كُنتَ أَنتَ ٱلرَّقِيبَ عَلَيۡهِمۡۚ وَأَنتَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ شَهِيدٌ ١١٧
“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, ‘Wahai 'Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, Jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?
('Isa) menjawab, Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya, tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui perkara ghoib.
Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), Sembahlah Allah, Ralobbku dan Robbmu, dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Setelah Engkau mewafatkan (mengangkat) aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan segala sesuatu.(al-Maidah: 116—117)
❗️Keyaqinan seperti ini merupakan salah satu bentuk kekafiran dan kesesatan terbesar. Sebab, keyaqinan ini adalah puncak celaan terhadap kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala, keagungan, dan rububiyah-Nya. Tidak ada seorang pun dari makhluq-Nya kecuali harus tunduk kepada keagungan dan kebesaran-Nya. Beliau juga sejatinya dibebani perintah untuk beribadah kepada-Nya. (Mauqiful Islam min 'Isa)
💎 Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَقَالَتِ ٱلۡيَهُودُ عُزَيۡرٌ ٱبۡنُ ٱللَّهِ وَقَالَتِ ٱلنَّصَٰرَى ٱلۡمَسِيحُ ٱبۡنُ ٱللَّهِۖ ذَٰلِكَ قَوۡلُهُم بِأَفۡوَٰهِهِمۡۖ يُضَٰهُِٔونَ قَوۡلَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبۡلُۚ قَٰتَلَهُمُ ٱللَّهُۖ أَنَّىٰ يُؤۡفَكُونَ
“Dan orang-orang Yahudi berkata, Uzair putra Allah, dan orang-orang Nashroni berkata, Al-Masih putra Allah. Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?” (at-Taubah: 30)
لَقَدۡ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡمَسِيحُ ٱبۡنُ مَرۡيَمَۖ وَقَالَ ٱلۡمَسِيحُ يَٰبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمۡۖ إِنَّهُۥ مَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِ ٱلۡجَنَّةَ وَمَأۡوَىٰهُ ٱلنَّارُۖ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنۡ أَنصَارٍ ٧٢ لَّقَدۡ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ ثَالِثُ ثَلَٰثَةٍۘ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّآ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌۚ وَإِن لَّمۡ يَنتَهُواْ عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ ٧٣
“Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, Sesungguhnya Allah itu dialah al-Masih putra Maryam. Padahal al-Masih (sendiri) berkata, Wahai Bani Isroil! Sembahlah Allah, Robbku dan Robbmu. Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharomkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zholim itu.
Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan, bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada sembahan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Maha Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa 'adzab yang pedih.” (al-Maidah: 72—73)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/turunnya-nabi-isa-di-akhir-zaman/
@asysyariah
#nabi #isa
↘️ *Gabung Dan Bagikan:*
📚 https://t.me/salafyonline
🌎 simpellink.com/salafyonline
🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃
No comments:
Post a Comment