Tuesday, September 18, 2018

Jgn mengatakan perkara yg mendahului kehendak Allah

JANGAN ENGKAU MENGATAKAN TENTANG DEFINISI WAJIB: ADALAH PERKARA YANG DIBERI PAHALA ORANG YANG MENGERJAKANNYA DAN DISIKSA ORANG YANG MENINGGALKANNYA

▪️Al 'Allamah Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullahu Ta'ala berkata:

"Wajib adalah perkara yang diperintahkan pembuat syariat untuk dikerjakan sebagai sebuah keharusan.

➡️Hukumnya: bahwa orang yang mengerjakannya diberi pahala dan orang yang meninggalkannya berhak untuk disiksa. Tetapi jangan mengatakan orang yang meninggalkannya disiksa, karena boleh jadi Allah memaafkannya.

Allah Ta'ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki.  (An Nisa':116)

📚Asy Syarhul Mumti' 1/386

📱http://t.me/ukhwh

فـــائدة:

▪️لا تقل في تعريف الواجب :

《 هو ما يثاب فاعله ويعاقب تاركه 》

•قال العلامة محمد بن صالح العثيمين - رحمه الله تعالى -:

▪️الواجب :
« ما أمر به الشارع على سبيلِ الإلزام بالفعل ».

•وحـكمه :

« أن فاعله مثاب ، وتاركه مستحق للعقاب ، ولا نقول : يعاقب تاركه ؛ لأنه يجوز أن يعفو الله عنه ».

▪️قــال تعالى :
{ إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر  ما دون ذلك لمن يشاء }.
[ النـساء / ١١٦ ]

___
📝 المصدر :
[ الشرح الممتع (٣٨٦/١) ]

No comments:

Post a Comment