Wednesday, September 25, 2019

Barisan para pemuda yang pendek akalnya

KHOWARIJ, BERISI BARISAN PARA PEMUDA YANG PENDEK AKALNYA

يَأْتِي فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ حُدَثَاءُ الْأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الْأَحْلَامِ يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ يَمْرُقُونَ مِنَ الْإِسْلَامِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ لَا يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمْ حَنَاجِرَهُمْ فَأَيْنَمَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاقْتُلُوهُمْ فَإِنَّ قَتْلَهُمْ أَجْرٌ لِمَنْ قَتَلَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

"Akan datang di akhir zaman, suatu kaum yang usianya masih muda tapi pendek akalnya. Mereka berucap dengan ucapan makhluk terbaik. Mereka keluar dari Islam sebagaimana keluarnya anak panah dari sasaran bidik (setelah mengenainya). Keimanan mereka tidaklah melewati kerongkongan mereka. Di mana saja kalian bertemu dengan mereka, perangilah mereka. Karena sesungguhnya memerangi mereka akan mendapatkan pahala pada hari kiamat" (H.R al-Bukhori dan Muslim dari 'Aliy bin Abi Tholib rodhiyallahu 'anhu)

Penjelasan:

Fenomena penyimpangan Khowarij sudah dijelaskan Nabi shollallahu 'alaihi wasallam sebelum kemunculannya. Nabi menjelaskan dalam hadits di atas tentang beberapa ciri yang ada pada mereka.

Nabi menggambarkan bahwa mereka itu usianya masih muda namun pendek akalnya. Pemuda memiliki semangat yang tinggi dan kondisi fisik yang masih prima. Namun mereka memiliki kekurangan pengalaman dan 'ilmu. Seharusnya, mereka mengikuti bimbingan para 'Ulama yang telah senior. Karena sesungguhnya keberkahan itu akan didapatkan bersama bimbingan para 'Ulama “besar” (senior) tersebut.

Setiap pergerakan Khowarij dari dulu hingga saat ini tidak pernah didukung oleh para 'Ulama Ahlussunnah. Sebut saja kelompok al-Qaeda, ISIS, Boko Harom, dan berbagai jenisnya, tidak ada satupun 'Ulama Ahlussunnah yang mendukungnya.

Bahkan sejak awal-awal kemunculannya, ketika berdialog dengan para Khowarij, Ibnu 'Abbas rodhiyallahu 'anhuma berkata: Aku datang dari sisi para Shahabat Nabi shollallahu 'alaihi wasallam dari kalangan Muhajirin dan Anshor rodhiyallahu 'anhum. Kepada merekalah Al-Qur'an diturunkan, dan mereka lebih mengerti tentang wahyu dibandingkan kalian. Di tengah-tengah merekalah Al-Qur'an diturunkan. Tidak ada seorang pun di antara mereka (para Shahabat Nabi) yang bersama kalian.

Di masa-masa awal kemunculan Khowarij, tidak ada seorang pun para Shahabat Nabi (orang-orang yang paling ber'ilmu dan bertaqwa) mendukung mereka. Demikian juga pada generasi setelahnya. Tidak didapati seorang 'Ulama Ahlussunnah pun yang mendukung mereka. Jika mereka mengklaim ada seorang 'Ulama, bisa jadi orang yang dimaksud adalah figur yang di-'ulama-kan. Bukan benar-benar 'Ulama.

Nabi juga menyebutkan ciri-ciri mereka: Mereka berucap dengan ucapan makhluk terbaik. Artinya, mereka berdalil dengan Al-Qur'an, sehingga mudah menarik kaum muslimin. Ucapan mereka indah. Seakan-akan dalil kokoh bersama mereka. Namun pada hakikatnya dalil yang mereka gunakan tidak pada tempatnya. Seperti jika mereka berdalil dengan ayat: Tidak ada hukum kecuali hanya milik Allah (Q.S al-An’aam ayat 57). Kalimat yang diucapkan benar, tapi ditempatkan tidak pada tempatnya, karena ada keyaqinan bathil yang menyertainya. Mereka gunakan ayat itu untuk mengkafirkan kaum muslimin.

Nabi juga menggambarkan bahwa mereka keluar dari Islam sebagaimana keluarnya anak panah dari sasaran bidik (setelah mengenainya). Para 'Ulama berbeda pendapat tentang apakah Khowarij kafir atau tidak. Jumhur 'Ulama berpendapat mereka masih muslim dengan penyimpangan yang ada pada mereka.

Dalam hadits di atas, Nabi juga menyatakan: Keimanan mereka tidaklah melampaui kerongkongan mereka. Artinya, Al-Qur'an yang mereka baca sekedar tilawah yang dilafadzkan, tidak dipahami dengan pemahaman yang benar yang menghasilkan keimanan yang benar hingga merasuk ke dalam hati.

Kemudian di akhir hadits, Nabi memberikan motivasi bagi orang-orang beriman untuk memerangi mereka. Perangilah mereka karena Allah. Tentunya di bawah koordinasi dengan Waliyyul Amr, pemerintah muslim. Karena pada sikap memerangi mereka itu terdapat pahala yang akan dipetik keni'matannya pada hari kiamat.

✍🏼 (Abu 'Utsman Khorisman)

Sumber rujukan:
Tuhfatul Ahwadzi syarh Sunan atTirmidzi karya al-Imam al-Mubaarokfuriy
Syarah Shohih Muslim libni 'Utsaimin

<<  Rubrik Nubuwwah Majalah Tashfiyah, dikirim pada Agustus 2016 >>
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Serta Publikasi
↘ Join Telegram
🔵 https://telegram.me/KesesatanKhawarij
🌎 salafymedia.com
Bongkar Kesesatan Khawarij Sampai keakar akarnya
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
⚔🛡⚔🛡⚔🛡⚔🛡⚔🛡⚔🛡
SUMBER
📡 t.me/salafybaturaja
04 Syawal 1439 H
18 Juni 2018 M

No comments:

Post a Comment