Thursday, September 26, 2019

Bentuk penentangan terhadap Allah

✋🏻🔈🇲🇨 *MENGHORMATI PEMERINTAH*
*Antara Kewajiban dan Penyampaian Aspirasi*

Allah _subhanahu wa taala_ berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ وَأُوْلِي ٱلۡأَمۡرِ مِنكُمۡۖ فَإِن تَنَٰزَعۡتُمۡ فِي شَيۡءٖ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمۡ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِۚ ذَٰلِكَ خَيۡرٞ وَأَحۡسَنُ تَأۡوِيلًا

_"Wahai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rosul-Nya dan Ulil Amri di antara kamu. Kemudian, jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (al-Qur`an) dan Rosul (sunnahnya) jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”_ (An-Nisa: 59)

*Syaikh 'Abdul 'Aziiz bin Baaz rohimahullah*, Mufti Kerajaan Arab Saudi, ketika menjelaskan ayat di atas, beliau mengatakan,

“Ayat ini adalah nash (dalil) tentang kewajiban Ta'at kepada ulil amri yaitu Umaro' dan 'ulama. Hadits-hadits yang shohih dari Rosulullah _Shollallahu ‘alaihi wasallam_ telah menerangkan bahwa keta'atan ini adalah sesuatu yang harus, bahkan wajib, dalam perkara yang ma’ruf.

“Adapun keluar dari keta'atan terhadap Umaro' dan membelot dengan mengadakan penyerangan atau selainnya, itu adalah bentuk kemaksiatan dan penentangan terhadap Allah _Subhanahu wata’ala_ dan Rosul-Nya serta penyelisihan terhadap aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah dan Salaful Ummah.” ( _Nashihah Muhimmah_ )

*Syaikh Ibnu 'Utsaimin*  _rohimahullah_ menegaskan,

“Penting kiranya untuk memahami manhaj salaf dalam bermuamalah dengan pemerintah, jangan sampai kesalahan pemerintah dijadikan celah untuk memprovokasi rakyat dan menjauhkannya dari pemerintah karena ini adalah kerusakan dan satu penyebab utama munculnya kekacauan.

“Provokasi untuk membenci pemerintah akan menimbulkan keburukan, fitnah, dan kekacauan. Begitu pula provokasi untuk membenci para 'ulama akan memunculkan sikap meremehkan kehormatan para 'ulama, yang mengantarkan pada sikap peremehan terhadap syari'at yang dibawa oleh para 'ulama tersebut.

“Jika seseorang berupaya meremehkan kehormatan 'ulama dan kehormatan pemerintah maka pasti akan hilang syari'at agama dan stabilitas keamanan. Sebab, dengan itu, ketika para 'ulama menasihati, masyarakat tidak akan lagi percaya kepada nasihat mereka. Begitu pula ketika pemerintah mengambil kebijakan, masyarakat akan menentang kebijakan tersebut. Akibatnya, akan terjadi keburukan dan kerusakan.

“Jadi, yang wajib adalah kita melihat cara yang telah ditempuh oleh generasi salaf dalam menyikapi penguasa. Hendaknya masing-masing pihak dapat mengendalikan diri dan melihat akibat yang akan timbul.

“Penting pula diketahui bahwa orang yang gemar melakukan provokasi pada hakikatnya dia sedang membantu musuh-musuh Islam.” ( _Huquq ar-Ro’i war Ro’iyah_ )

Dua nama 'ulama di atas, yaitu Syaikh 'Abdul 'Aziiz bin Baaz dan Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin, termasuk deretan 'ulama salafi yang selalu menasihati umat di berbagai negara untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negaranya melalui sikap Ta'at dan patuh kepada pemerintahnya, tidak menentang dan memberontak kepadanya. Beliau berdua dalam banyak nasihatnya selalu melarang para da'i dan tokoh agama memprovokasi masyarakat untuk membenci pemerintahnya.

Beliau berdua sering menasihati umat dengan membawakan hadits berikut,

مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِسُلْطَانٍ بِأَمْرٍ فَلَا يُبْدِ لَهُ عَلَانِيَةً وَلَكِنْ لِيَأْخُذْ بِيَدِهِ فَيَخْلُوَ بِهِ فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ وَإِلَّا كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ لَهُ

_“Barang siapa ingin menasihati penguasa tentang suatu perkara, janganlah dia lakukan secara terang-terangan. Sampaikanlah kepadanya secara pribadi. Jika nasihat tersebut diterima, itulah yang diharapkan. Jika tidak diterima, ia telah menunaikan kewajibannya.”_ (HR. Ahmad dan Ibnu Abi ‘Ashim, dari ‘Iyadh bin Ghunm rodhiallahu ‘anhu)

⚪ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

No comments:

Post a Comment