🔥 *WASPADALAH DARI MENGIKUTI HAWA' NASFU*
Berikut ini diantara bentuk-bentuk mengikuti hawa nafsu:
▶️ [ 01 ] —// Bersandar kepada akal atau pendapat dalam permasalahan aqidah, hukum, da'wah dan metode-metodenya, tidak mengambil dalil dari al-Quran, Sunnah dan ijma' Salaf.
▶️ [ 02 ] —// Tidak tunduk terhadap dalil.
▶️ [ 03 ] —// Berargumentasi dengan dalil apapun walau tidak ada sisi keserasian untuk menetapkan pendapatnya.
▶️ [ 04 ] —// Menta'wil dan mentahrif (merubah makna atau maksud) dalil sesuai dengan yang diinginkan oleh hawa nafsunya. Ini sangat laris dikalangan ahlul ahwa', berpendapat, membuat qoidah lalu cari-cari dalil.
▶️ [ 05 ] —// Berpegang kepada ucapan seorang ‘alim atau da'i walaupun menyelisihi dalil yang sudah jelas penyimpangannya.
Bahkan sebagian mereka “memutar leher-leher” dalil untuk dijadikan hujjah atas ucapan pembesarnya atau orang yang mengikutinya.
▶️ [ 06 ] —// Bergabung dengan kelompok dan organisasi-organisasi rahasia, mengikuti pendapat dan perintahnya. Tanpa melihat apakah sesuai dengan syari'at atau tidak.
▶️ [ 07 ] —// Mengilzam (mengharuskan) para pengikutnya dengan pemikiran, pendapat atau kitab tertentu. Dan mentarbiyyah mereka (para pengikutnya) di atas hal itu. Yakni yang menyelisihi syari'at dan dalil.
▶️ [ 08 ] —// Menghalangi manusia -terkhusus para pengikutnya- untuk mendengar ucapan seorang ‘alim Salafi, membaca kitabnya atau berusaha mencegah tersebar kitabnya dengan berbagai cara.
▶️ [ 09 ] —// Tidak mau menerima bantahan atau ucapan apapun yang ditujukan kepada duat yang diagungkan oleh mereka.
Mereka menjadikan bantahan atau ucapan tersebut sebagai bentuk hasad bukan kecemburuan terhadap agama dan nasihat untuk setiap Muslim atau untuk para pengikut mereka.
Karena suatu qoidah: “Kritikan yang terjadi antara sesama rekan adalah tertolak”, karena hal itu dibangun di atas persaingan, hal itu dari satu sisi mereka mencela niat orang yang mengkritik, menjauh dari perintah Allah untuk bersikap husnuzhon, dan dari sisi yang lain mereka “menghabisi” salah satu perinsip di antara perinsip agama yaitu membantah terhadap orang yang menyimpang.
Mereka lupa atau pura-pura lupa bahwa: “Kritikan yang terperinci itu diambil dan didahulukan dari ta'dil (rekomendasi)”.
▶️ [ 10 ] —// Membakar kitab-kitab Ahlus Sunnah yang menjelaskan agama yang benar, membantah orang-orang yang menyimpang.
Maka orang-orang yang terdidik dengan hizbiyyah dan hawa nafsu membakar kitab-kitab tersebut, dan sebaliknya menyebarkan kitab-kitab ahli bid'ah.
▶️ [ 11 ] —// Merusak nama baik 'ulama di tengah-tengah umum dan para pemuda Islam dan menggelari mereka dengan gelar jelek dalam rangka menjauhkan manusia dari mereka.
Contohnya seperti gelar: pegawai/petugas penguasa, tidak mengerti realita dan lain-lain.
▶️ [ 12 ] —// Menjadikan dusta sebagai wasilah untuk menyebarkan da'wah mereka.
📚[Dinukil secara ringkas dari kitab: “Sallus suyuf wal Asinnah ala ahlil ahwa' wa ad'iyya'is sunnah”, karya: Abdullah bin Sholfiq azh-zhofiri, hal. 24-26 dengan sedikit perubahan]
Cilacap, 26 Muharram 1439
Abul 'Abbas Sholih bin Zainal abidin
@ukhuwahsalaf
@salafykawunganten
#pengikut #hawa #nafsu
↘️ *Gabung Dan Bagikan:*
📚 https://t.me/salafyonline
🌎 simpellink.com/salafyonline
🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃
No comments:
Post a Comment