HiJo✊🏽❌ Provokasi, Ancaman Revolusi Menggulingkan Presiden RI & Ujaran Kebencian Terhadap Presiden & Kapolri yang Dipropagandakan oleh Media Gema Islam Milik Perhimpunan al-Irsyad
☝️🏽Vitalnya Kedudukan Firanda Andirja dan Muhammad Arifin Badri, Dua Pembesar Halabiyun Rodjaiyun Irsyadiyun
Jika Tak Mampu Sembunyikan Bid'ahnya, Apalagi untuk Sembunyikan Ulfahnya?!
Ikhwani tetaplah nampak Ikhwani walau 1001 kulit Salafy imitasi digunakan untuk menutupi hakekat manhajnya
Di dalam website resmi media al-Irsyad nampak tertera Susunan Pengurus & Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan al-Irsyad Periode 2015-2020, diantara yang penting:
Majelis Fatwa : – Dr. Firanda Andrija, Lc, MA
Majelis Dakwah : -- Dr. Arifin Badri, Lc, MA.
Url Sumber || http://mediaalirsyad.com/strukturorganisasi
Link backup || https://web.archive.org/web/20180825014218/http://mediaalirsyad.com/strukturorganisasi
Kapan ditetapkannya keputusan Susunan Pengurus dan Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan al-Irsyad?
Merujuk pada keterangan di bawah ini nampak tertulis:
Menetapkan
1. Susunan Personalia DPP Perhimpunan Al-Irsyad masa bhakti 1437-1442 H /2015-2020 M sebagaimana daftar terlampir yang merupakan bagian tak terpisahkan dari keputusan ini.
Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan dan jika terdapat kekeliruan akan dilakukan pembetulan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di Surabaya
Tanggal 28 Rabi’ul Awal 1437 H
Ketua Umum
M. Basyir Ahmad Syawie
....
Majelis-Majelis
Majelis Fatwa : Dr. Firanda Andrija, Lc, MA
Nafie Zaenudin,
Nizar Sa’ad Jabal, Lc, MA.
Majelis Dakwah : Dr. Arifin Badri, Lc, MA.
Basuni Iskandar, S.Ag
Ali Syaman, Lc, MA
Sumber || https://perhimpunanalirsyad.org/susunan-fungsionaris-dpp-perhimpunan-al-irsyad-masa-bakti-2015-2020/
Link backup || https://web.archive.org/web/20180917145324/https://perhimpunanalirsyad.org/susunan-fungsionaris-dpp-perhimpunan-al-irsyad-masa-bakti-2015-2020/
🔻 Dari susunan di atas nampak bahwa Firanda dan Muhammad Arifin Badri merupakan dua sosok penting Halabiyun Rodjaiyun yang mengendalikan Perhimpunan al-Irsyad Periode 2015-2020 dalam bidang Majelis Fatwa dan Majelis Dakwah.
🔻 Keputusan tersebut ditetapkan pada tanggal 28 Rabi’ul Awal 1437 H atau bertepatan dengan tanggal 8 Januari 2016.
⬇️⬇️⬇️
⬆⬆⬆
Sekarang mari kita tengok isi pemberitaan media resmi Perhimpunan al-Irsyad..
🔟 (Sepuluh) Bulan Setelah Ditetapkannya Firanda Andirja & Muhammad Arifin Badri sebagai Majelis Fatwa dan Majelis Dakwah 8 Januari 2016.
Hoax dan Tuduhan Keji: Malaikat Menggerakkan Demonstrasi!! Klaim Menipu & Fatwa Pendusta Dipropagandakan
Nukilan:
Bung Jokowi, Jangan Terlambat!
Penulis Admin - Selasa, 8 Nov 2016 - 08:090
"...Bung Jokowi, saya yakin aksi damai 4 November itu digerakkah para malaikat. Ramalan cuaca Badan Meteorologi mengatakan 4 November akan ada hujan lebat. Ternyata? Mendung merata melingkupi Jakarta sehingga demonstran ikut sejuk hatinya, di samping memang sudah diniatkan sejak awal harus menjadi demo sejuk dan damai.
Sesuai ramalan ilmiah BMKG, harusnya Jakarta mengalami hujan dan petir di Jumat siang. Namun tidak ada gerimis, tidak terlihat kilat petir, apalagi geluduk yang sering membarengi hujan lebat. Manusia boleh meramal, tapi takdir Allah yang berjalan.
Bung Jokowi, saya dapat sepenuhnya memahami, bila ratusan ribu (ada yang memperkirakan sekitar satu juta orang) peserta aksi damai 4 November itu sangat kecewa dengan Anda. Bukankah Anda Presiden mereka juga?
Mengapa Anda memilih menghindar dan pergi ke bandara melihat-lihat hal sepele yang bisa Anda tunda kapan saja? Mengapa Anda menggunakan teknik prokrastinasi (mengulur-ulur waktu), mengabaikan hal mendesak yang harus segera diatasi dan mengalihkan perhatian ke sasaran lain yang jelas dapat ditunda?
Ketika kita kaget demo 14 Oktober di depan Balai Kota dan Kantor Bareskrim menghadirkan puluhan ribu orang, dengan tuntutan yang Anda tentu sudah mahfum, tiba-tiba Anda menggebu bicara pungli. Pungli! Teknik prokrastinasi itu ternyata kandas."
Url bukti || https://gemaislam.com/2558-bung-jokowi-jangan-terlambat.html
Link backup || https://web.archive.org/web/20180917093727/https://gemaislam.com/2558-bung-jokowi-jangan-terlambat.html
Sudah cukup bagi seorang Salafy Ahlussunnah dengan prinsip yang dipahaminya selama di Madrasah Salafiyah tentang wajibnya taat kepada pemerintah untuk mengingkari ujaran kebencian dan provokasi yang dilontarkan terhadap pemerintah dan kepala negaranya seperti yang dipropagandakan oleh Gema Islam media resmi milik Perhimpunan al-Irsyad di atas. Bahkan terang-terangan melemparkan tuduhan keji terhadap para Malaikat yang mulia bahwa merekalah yang menggerakkan demonstrasi itu‼️
☝️🏽Pembelaan Terhadap Para Malaikat Allah Ta'ala
Hanyalah Malaikat itu diciptakan oleh Allah Ta'ala untuk selalu mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya dan sama sekali tidak mendurhakai perintah-Nya.
Firman Allah Ta'ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" (QS. at-Tahrim:6)
Dan Malaikat Allah itu adalah makhluk yang mulia, mengawasi dan mencatat semua amal manusia, baik ataupun buruk.
وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ كِرَامًا كَاتِبِينَ يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ
"Padahal sesungguhnya bagi kalian ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaan kalian), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaan itu), mereka mengetahui apa yang kalian kerjakan" (QS. Al-Infithar: 10-12)
Maka bagaimana mungkin diklaim bahwa para malaikat yang mulia itu yang menggerakkan demonstrasi, kemunkaran ikhtilath campur aduknya lelaki dan wanita berteriak-teriak di jalanan, provokasi untuk menyerang dan menjelekkan pemerintah secara terbuka?!
Duhai, bukankah itu semua kemungkaran demi kemungkaran yang padanya terkandung tuduhan keji terhadap Malaikat Allah yang mulia?
Belum, belum selesai...
#bela_malaikat_bela_islam
#pencemaran_kemuliaan_malaikat
⬇️⬇️⬇️
⬆⬆⬆
Halabiyun Rodjaiyun Irsyadiyun Propagandakan Provokasi & Revolusi Hizbi Ikhwani-nya
Nukilan:
"Dalam pidato penutupan, Ketua Dewan Syuro Perhimpunan Al Irsyad, Cholid Bawazeer berharap Perhimpunan akan menjadi yang terkemuka dalam da’wah Ahlussunnah wal jama'ah di atas jalan assalafusholeh di Indonesia.
Ini adalah da’wah yang mencoba untuk selalu berupaya berpegang teguh pada ajaran Quran serta Hadits Rasulullah. Sehingga umat muslim tidak terjerumus ke dalam berbagai ajaran yang bersifat bid’ah."
-selesai penukilan-
http://mediaalirsyaddotcom/dawah-ahlussunnah-wal-jamaah-di-atas-jalan-assalafussoleh.html
Link backup || https://web.archive.org/web/20180825001621/http://mediaalirsyad.com/dawah-ahlussunnah-wal-jamaah-di-atas-jalan-assalafussoleh.
Membaca nukilan di atas teringatlah kita dengan rangkaian kata..
Menuju maksud ke jalan pasti
Sukar dan sulit bukan seperti
Mengadu bukti di medan ini
Jika tak jujur... celakalah pasti
Duhai Ikhwani persolek diri
Seribu satu baju [Salafy] Imitasi tutupi
Menipu umat seakan seperti
Perankan diri bak pembimbing sejati
Hawa nafsu tak lagi kompromi
Gema Ikhwani panaskan hati
Gerah manhaji tak bisa pungkiri
Lupa diri teriakkan REVOLUSI JOKOWI
Taring hizbi tak lagi sembunyi
Provokasi dan Revolusi jargon sejati para hizbi
Ancam Presiden RI dan cerca Kapolri
Manhaj Ikhwani bukan Salafy‼️
Provokasi dan ujaran kebencian yang ditujukan langsung kepada Kepala Negara (Presiden) dan Kapolri yang lebih jelas bahkan dipropagandakan. Ancaman serius Revolusi untuk menumbangkan Kepala Negara yang dipropagandakan oleh Gema Islam-nya Perhimpunan al-Irsyad digerakkan (baca: Diprovokasi) oleh Malaikat Allah Ta'ala⁉️
🔟 (Sepuluh) Bulan Setelah Diangkatnya Firanda Andirja & Muhammad Arifin Badri sebagai Majelis Fatwa dan Majelis Dakwah.
Nukilan:
‘Revolusi Pasti Terjadi, Jika…’
Penulis Admin - Selasa, 8 Nov 2016 - 11:420
JAKARTA (gemaislam) – Gelombang massa jutaan umat Islam Jumat pekan lalu mengepung Istana Negara untuk menuntut hukum atas dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. Tuntutan tersebut tak berhenti sampai disitu. Badai tuntutan pasca aksi 411, tak dapat dipungkiri, terus menderu seiring dengan kesan pembelaan yang ditunjukkan pemerintah terhadap Ahok.
Sekretaris Jenderal Jaringan Muda Nahdhatul Ulama (JMNU), M Adnan Rara Sina mengingatkan jika Presiden Jokowi menunjukan sikap pembelaan yang membabi buta terhadap Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dalam kasus penistaan Al Qura’an dan penghinaan terhadap ulama seperti sikapnya belakangan ini pasca aksi bela Islam 2, maka dapat dipastikan revolusi sosial akan terjadi.
“Kami ingatkan kepada Presiden, salah ambil langkah, maka jabatan Anda sebagai taruhannya. Kami tau bahwa orang-orang di belakang Ahok lah yang mendukung Anda menjadi Presiden,” ungkapnya berdasarkan rilis yang diterima redaksi, Selasa (8/11) di Jakarta.
Adnan mengatakan bahwa revolusi pasti terjadi jika Ahok tak di tangkap. “Tanda-tandanya sudah nampak dari besarnya perhatian rakyat dan aksi protes di berbagai daerah,” jelasnya.
Menurut Adnan, kesan melindungi Ahok juga terlihat dari sikap Kapolri, Tito Karnavian, dalam beberapa pernyataannya. “Dari mimik wajah maupun pernyataan di televisi kelihatan bahwa Tito Karnavian dalam tekanan berat dan hanya bisa menuruti arahan dan perintah Presiden sehingga supremasi hukum terabaikan. Hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” kata Adnan.
Semua ormas Islam termasuk NU dan Muhammadyah, lanjut Adnan, sudah memiliki sikap agar proses hukum tetap berlanjut dan berkeadilan. Untuk itu pihaknya akan mengamankan Fatwa Ulama di bawah rois am KH. Ma’ruf Amin yang secara tegas mengatakan bahwa Ahok telah menista Al Qur’an dan menghina ulama.
“Pilihan ada pada Anda bapak Presiden, Tangkap Ahok atau Revolusi yang gelombangnya akan menyapu kekuasaan Anda,” tutupnya. (fid)
Url bukti || https://gemaislam.com/2562-revolusi-pasti-terjadi-jika.html
Link backup || https://web.archive.org/web/20180916065358/https://gemaislam.com/2562-revolusi-pasti-terjadi-jika.html
⬇️⬇️⬇️
No comments:
Post a Comment