DIANTARA BENTUK KECERDIKAN AL-IMAM ADH-DHAHHAK
▫️▫️▫️
🍃 Dahulu, seorang Nashroni berbeda pendapat dengan adh-Dhahhak bin Muzahim.
🌠 Suatu hari, beliau berkata padanya:
"Kenapa engkau tidak berIslam?"
❌ Si Nashroni berkata:
"Karena aku menyukai khomr (minuman keras) dan aku tidak bisa menahan diri (untuk tidak meminumnya)."
✳ Beliau berkata:
"Masuklah Islam dan silahkan engkau tetap meminumnya."
Maka sang Nashroni itu pun masuk Islam...
👍🏻 Lalu adh-Dhahhak berkata:
"Sekarang engkau telah masuk Islam. Jika engkau tetap meminum khomr, kami akan menghukummu dengan hukuman hadd². Tapi jika kamu murtad, maka kami akan membunuhmu.³“
al-Adzkiya' karya Ibnul Jauzi
▫️▫️▫️
Catatan:
1. Beliau adalah adh-Dhahhak bin Muzahim al-Hilali Abul Qosim atau Abu Muhammad al-Khurosani, seorang tabi'in. Masyayikh beliau diantaranya: Abu Huroiroh, Ibnu 'Abbas, Ibnu 'Umar, dan Anas bin Malik rodhiyallahu 'anhum. Adz-Dzhabi rohimahullah menggelari beliau sebagai bejana 'ilmu. Hadits-hadits beliau diriwayatkan oleh Ash-habus Sunan (lihat Siyar A'lamin Nubala' juz 4 nomer biografi 238).
2. Hukum Hadd bagi peminum khomr diantaranya adalah dengan dicambuk.
2. Berdasarkan sabda Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam:
من بدل دينه فقتلوه
"Siapa yang mengganti agamanya (murtad), maka bunuhlah dia." (H.R. Al-Bukhori dari Ibnu 'Abbas)
Tentunya yang berhak melakukan itu adalah Pemerintah kaum muslimin. Bukan individu-individu dalam masyarakat.
▫️▫️▫️
Join Channel:
Http://telegram.me/anNajiyahBali
@goresanfawaid
(TwIS)
No comments:
Post a Comment