Monday, November 23, 2020

kewajiban amar ma'ruf nahi munkar

📚 *KEWAJIBAN AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR*

🖊 Syaikh Sholih bin Fauzan bin 'Abdillah al-Fauzan hafizhohullah mengungkapkan, amar ma'ruf nahi munkar termasuk prinsip Islam. Amar ma'ruf nahi munkar merupakan satu sisi agama Islam. Melalui amar ma'ruf nahi munkar akan terbentuk perbaikan pada masyarakat.

Ditambahkan oleh beliau, ma'ruf adalah sesuatu yang selaras dengan perintah Allah subhanahu wa ta’ala dan Rosul-Nya. Adapun munkar adalah segala yang Allah subhanahu wa ta’ala dan Rosul-Nya melarang dan mencegahnya. Yang dilarang atau dicegah itu bisa dalam bentuk perkataan, perbuatan, dan hal lainnya yang menunjukkan penyimpangan.

📝 Melalui amar ma'ruf nahi munkar inilah umat Islam bisa dibedakan dengan umat lainnya. Umat Islam berbeda dengan ahlul kitab (Yahudi dan Nashroni). Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِۗ

“Kalian adalah sebaik-baik umat yang dikeluarkan kepada manusia, menyuruh yang ma'ruf dan mencegah yang munkar dan kalian beriman kepada Allah.” (Ali 'Imron: 110)

Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan untuk menunaikan amar ma'ruf nahi munkar, tetapi orang-orang ahlul kitab tak menunaikan perintah tersebut. Mereka enggan menegakkannya. 

✅ Karena itu, Allah subhanahu wa ta’ala mengutuknya. Ini disebutkan dalam firman-Nya,

لُعِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۢ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُۥدَ وَعِيسَى ٱبۡنِ مَرۡيَمَۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَواْ وَّكَانُواْ يَعۡتَدُونَ ٧٨ كَانُواْ لَا يَتَنَاهَوۡنَ عَن مُّنكَرٍ فَعَلُوهُۚ لَبِئۡسَ مَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ٧٩

“Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Isroil dengan lisan Dawud dan 'Isa putra Maryam. Hal itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka itu satu dengan lainnya selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sungguh, amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat.” (al-Maidah: 78—79)

Allah subhanahu wa ta’ala melaknat ahlul kitab lantaran keengganannya menunaikan amar ma'ruf nahi munkar. Mereka terlaknat, yaitu terusir dan jauh dari rahmat Allah subhanahu wa ta’ala. Namun, tak semua ahlul kitab meninggalkan amar ma'ruf nahi munkar. Mereka yang menegakkannya, maka Allah subhanahu wa ta’ala tak akan berbuat zhoim terhadap siapa pun. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

لَيۡسُواْ سَوَآءًۗ مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ أُمَّةٌ قَآئِمَةٌ يَتۡلُونَ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ ءَانَآءَ ٱلَّيۡلِ وَهُمۡ يَسۡجُدُونَ ١١٣ يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَيَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَيُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡخَيۡرَٰتِۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ ١١٤

“Mereka itu tidak sama. Di antara ahlul kitab itu ada golongan yang berlaku lurus. Mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedangkan mereka juga bersujud. Juga mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar, dan bersegera untuk (mengerjakan) berbagai kebaikan. Mereka itu termasuk orang-orang yang sholih.” (Ali 'Imron: 113—114)

Allah subhanahu wa ta’ala perintahkan untuk menunaikan yang ma'ruf dan mencegah yang munkar sebagai langkah menciptakan masyarakat yang baik. Sebab, tumbuhnya berbagai kema'shiatan dan penyelisihan (syari'at) adalah sebab terjadinya malapetaka dan kehancuran. Sebagai upaya untuk mengatasi hal itu, ditegakkanlah amar ma'ruf nahi munkar. (al-Minhatu ar-Robbaniyah fi Syarhi al-Arba’in an-Nawawiyah, hlm. 252—253)

🖥 Simak selengkapnya:

🌏 https://asysyariah.com/cara-manis-menepis-kemungkaran/
@asysyariah
#kewajiban #amar #makruf

↘️ *Gabung Dan Bagikan:*
📚 https://t.me/salafyonline
🌎 simpellink.com/salafyonline

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

No comments:

Post a Comment