Tuesday, February 2, 2021

hukum tentang jual beli dropship

๐Ÿ“š๐Ÿ› *JBS  (JUAL BELI SYAR'I):*
*JUAL BELI SISTEM DROPSHIP*

(Oleh Ustadz Qomar Suaidi Hafizhohullahu Ta'ala)

๐Ÿšš๐Ÿ’จ๐Ÿ’จDROPSHIP adalah sistem berjualan yang anda tidak perlu memiliki produk untuk dipasarkan, tetapi cukup mempromosikan lewat internet messenger, website, atau media sosial.
Jika ada pemesanan, pembeli mentransfer uang ke rekening anda. Anda menghubungi dan mentransfer uang ke supplier untuk mengirimkan barang ke alamat pembeli anda.

๐Ÿš๐Ÿ’จCiri khas sistem Dropship adalah supplier akan mengirimkan paket dengan identitas pengirim atas nama anda. Seolah-olah memang anda yang berjualan dan memiliki barang.

Dari penjelasan tentang sistem jual beli dropship di atas, sekilas kami melihat paling tidak ada 2 cacat dari sisi syari'at.

1⃣. PENJUAL BERPENAMPILAN SEOLAH-OLAH SEBAGAI PEMILIK BARANG

Padahal dia bukan pemiliknya dan bahkan barang tersebut tidak bersamanya. Pembeli mengganggapnya sebagai pemilik barang. Transaksi terjadi atas nama pembeli dan penjual tersebut. 

✔Hal ini bertentangan dengan sabda Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam yang penuh hikmah,
ูˆَู„َุง ุชَุจِุนْ ู…َุง ู„َูŠْุณَ ุนِู†ْุฏَูƒَ
"Jangan kamu jual sesuatu yang bukan milikmu."
(HR Ahmad)

Sabda nabi shollallahu 'alaihi wasallam ini jelas hikmahnya. Diantaranya untuk menghindari penyebab pertikaian antara penjual dan pembeli. Sebab, ketika seorang menjual barang yang bukan miliknya, bisa jadi barang tidak sesuai yang diinginkan, bahkan ditipu. Bagaimana ia mau menjual kepada orang lain?

2⃣. BARANG LANGSUNG DIKIRIM OLEH PEMILIK BARANG ATAU SUPPLIER KEPADA PEMBELI, TANPA MELALUI PENJUAL.

Padahal antara penjual dan pemilik barang hakikatnya juga terjadi transaksi jual beli. 
Pada kenyataannya, ada 2 transaksi. 
•Transaksi pertama adalah antara pemilik barang dan penjual.
•Transaksi kedua adalah antara penjual dan pembeli.

๐Ÿ‘‰๐ŸผDalam kondisi seperti ini, mestinya ketika membeli dari pemilik barang pertama atau produsen, ✋๐Ÿฝ❌penjual tidak boleh menjualnya lagi sampai dia menguasai terlebih dahulu barang tersebut. Diistilahkan dalam syari'at dengan istilah QOBDH.
๐Ÿš›Setelah itu, boleh dia kirim ke pembeli.

✔Nabi shollallahu 'alaihi wasallam bersabda:
ุงِุٕฐَุง ุงุจْุชَุนْุชَ ุทَุนَุงู…ًุง 
ูَู„َุง ุชَุจِุนْู‡ُ ุญَุชَّู‰ ุชَุณْุชَูˆْ ูِูŠَู‡ُ
"Apabila kamu membeli makanan, 
jangan kamu menjualnya sampai kamu menguasainya."
[HR. Muslim dari Jabir rodhiyallahu 'anhu]

Walaupun hadits ini berbicara tentang membeli makanan, secara hukum dan hikmah berlaku pula pada barang lain. 

๐ŸšฅHikmahnya jelas. Diantaranya:
•Demi menjaga hak pembeli dan nama baik si penjual, 
•Menghilangkan sebab pertikaian,
•Dan terhindar dari kerugian atau penipuan sehingga terjamin jual beli yang aman dan nyaman.
•Penjual tetap terjaga nama baiknya karena dia menjual barang setelah diterima, diperiksa dan dipastikan kualitasnya.
•Pembeli juga tidak rugi karena mendapat barang yang kualitasnya terjamin dan sesuai spesifikasi. 

๐Ÿ‘†๐Ÿพ๐Ÿ‘†๐ŸพDengan 2 cacat pada transaksi dropship, penjualan dengan sistem tersebut TIDAK DIPERBOLEHKAN ✋๐Ÿฝ❌

••••••••••
๐Ÿš›SOLUSI
-------------

๐Ÿ‘‰๐ŸผUsulan solusi, "Penjual" mestinya memposisikan dirinya sebagai WAKIL PRODUSEN.
Dengan transparan, dia menampilkan dirinya sebagai wakil penjual, BUKAN pemilik barang. Dia menawarkan berbagai produk sebagai WAKIL PENJUAL atau WAKIL PEMBELI.

๐Ÿ‘‰๐Ÿผ Ketika ada pesanan, dia menghubungi pihak pemilik barang untuk mengirimkan ke pembeli. 
๐Ÿ‘‰๐ŸผDia dapat menyepakati KOMISI penjualan dengan pemilik barang.

๐Ÿ‘‰๐ŸผDalam proses semacam ini, hanya ada SATU TRANSAKSI, yaitu antara pemilik barang dan pembeli. "Penjual" hanya sebagai wakil. 
Dengan demikian, barang dapat langsung dikirimkan kepada pembeli. ๐Ÿ’จDia terlepas dari LARANGAN MENJUAL SESUATU YANG BUKAN MILIKNYA. Allahu a'lam.

°°°°°°°°°°°°°°°
๐Ÿ“Dikutip dari MAJALAH ASYSYARIAH 
Edisi no.111/X/1437H-2015M hal 13-14.
#dropship

↘️ *Gabung Dan Bagikan:*
๐Ÿ“š https://t.me/salafyonline
๐ŸŒŽ simpellink.com/salafyonline

๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ

No comments:

Post a Comment