Tuesday, March 9, 2021

sebab terjadinya penyimpangan

┏📜📚📖━━━━━━━━━━━━━┓
  *Majmu'ah Riyadhussalafiyyin*
┗━━━━━━━━━━━━━📖📚📜┛

بسم الله الرحمن الرحيم

🗓 Selasa, 25 Rojab 1442 H
_________________________
Tematik (Aqidah)
------------------------------

*📜 SEBAB PENYIMPANGAN BANI ADAM*
----------------------------------------

🪑 Saudaraku yang mulia.

Sebab penyimpangan bani Adam dari masa ke masa terjerumus kepada:

(-) *Kekufuran,* juga
(-) *'ilmu agama semakin hilang dari mereka,* adalah

*"BERLEBIH-LEBIHAN DALAM MENYIKAPI ORANG-ORANG SHOLIH".*

🪑 Saudaraku yang mulia.

Sebagaimana asy-Syaikh al-Mujaddid Muhammad bin 'Abdil Wahhab at-Tamimi an-Najdi _rohimahullah_ berkata dalam matan _Kitab at-Tauhid_, bahwa:

[ باب ] " ما جاء أنّ سبب كفر بنى آدم وتركهم دينهم هو الغلوّ في الصّالحين ".

*[ BAB ]*

"Hal-hal yang menjelaskan tentang sebab kekufuran bani Adam, juga mereka meninggalkan ('ilmu) agama mereka adalah sikap berlebih-lebihan dalam menyikapi orang-orang sholih."

Sebagaimana Allah _'Azza wa Jalla_ berfirman dalam tanzil-Nya:

« يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ لَا تَغْلُوا۟ فِى دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْحَقَّ ۚ إِنَّمَا ٱلْمَسِيحُ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ ٱللَّهِ وَكَلِمَتُهُۥٓ أَلْقَىٰهَآ إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِّنْهُ ۖ فَـَٔامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ ۖ وَلَا تَقُولُوا۟ ثَلَٰثَةٌ ۚ ٱنتَهُوا۟ خَيْرًا لَّكُمْ ۚ إِنَّمَا ٱللَّهُ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۖ سُبْحَٰنَهُۥٓ أَن يَكُونَ لَهُۥ وَلَدٌ ۘ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا » [ النساء : ١٧١ ].

_"Wahai ahlul kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya al-Masih, 'Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam dan (dengan tiupan) roh dari-Nya._

_Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rosul-rosul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu), (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara."_ *(an-Nisa': 171)*

--------------🍃🍑🍃------------

🪑 Saudaraku yang mulia.

Sikap _al-Ghuluw_ (berlebih-lebihan) yang dimaksud oleh asy-Syaikh _rohimahullah_ dalam bab ini adalah _ghuluw_ dalam hal:

(1) *_Al-Ifroth_*, (yaitu) berlebih-lebihan dalam memuja, memuji, menyanjung orang-orang sholih atau yang dianggap sholih sampai tingkatan _ilahiyyah_ (ketuhanan) sehingga disembah, seperti kebiasaan orang-orang Nashroni yang menjadikan nabi 'Isa dan juga ibunya sebagai tuhan yang disembah, juga mereka menjadikan pendeta-pendeta mereka sebagai tuhan yang disembah dalam fatwa-fatwanya, seperti dalam kisah sahabat 'Adi bin Hatim.

(2) *_At-Tafrith_*, (yaitu) mendiskriminasi atau tidak memuliakan orang-orang sholih yang seharusnya dimuliakan sesuai dengan kewajaran manusiawi, seperti kebiasaan orang-orang Yahudi yang tidak memuliakan orang-orang sholih, sampai-sampai sebagian para nabi ada yang dibunuh oleh mereka, _na'udzubillah._

🪑 Saudaraku yang mulia.

📄 Sehingga sikap yang benar dalam menyikapi orang-orang sholih, orang-orang yang ber'ilmu sesuai dengan bimbingan Islam yang mulia adalah *di pertengahannya*, dengan makna tidak _ifroth_ dan juga tidak _tafrith_. Sikap inilah yang benar sesuai dengan kacamata Islam.

Sehingga barang siapa di antara umat ini yang masih berperilaku seperti cara beragamanya ahlul kitab (Yahudi dan Nashroni), maka sungguh pada hakikatnya dia telah mengikuti dan menyerupai ahlul kitab, _na'udzubillah._

🪑 Saudaraku yang mulia.

📜 Sebagaimana dalam kitab _Fathul Majid Syarh Kitab at-Tauhid_ menyebutkan, bahwa syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah _rohimahullah_ berkata:

" ومن تشبّه من هذه الأمّة باليهود والنّصارى، وغلا في الدين بإفراط فيه أو تفريط فقد شابههم ". 

"Dan barang siapa dari umat ini yang menyerupai kaum Yahudi dan Nashroni (dalam beragama) serta berlebih-lebihan dalam hal _al-Ifroth_ dan juga _at-Tafrith_ dalam ber'amal di atas agama, maka sungguh ia telah menyerupai mereka (Yahudi dan Nashroni dalam beragama, -pen.)."

_______🍏🍋🍏_________

📚 *Referensi:*
_Fathul Majid Syarh Kitab at-Tauhid_, hlm. 218-219.

🔓 والحمدلله ربّ العٰلمين ..

🖋 Oleh: _al-Ustadz Abu Aufa Isma'il_ حفظه الله

📲 Yuk Kunjungi dan Ambil Faidahnya, Jangan Lupa Bagikan, Baarokallohu fiikum...

➖➖➖➖➖➖
↘️ *Faedah Ilmiah dan Desain*:
📝 https://t.me/Riyadhussalafiyyin
↘️ *Desain*:
🖼 https://t.me/galerifaedah
↘️ *Artikel Faedah*:
📚 https://t.me/Riyadhus_salafiyyin
↘️ *Website*:
🌏 https://www.riyadhussalafiyyin.com

No comments:

Post a Comment