Saturday, March 6, 2021

ungkapan yang salah tentang qubur

‌‌🚦📚🎙 *UNGKAPAN YANG SALAH : MENGUBURKAN MAYYIT DI PERISTIRAHATAN TERAKHIR*

Syaikh Muhammad bin Sholih Al-'Utsaimin rohimahullah

Pertanyaan :

Apa hukum ucapan mereka telah diquburkan di tempat “peristirahatan terakhir”?

Jawaban :

Ucapan seorang (mayyit) “diquburkan diperistirahatan terakhir” itu hukumnya harom, dan tidak boleh. Karena jika engkau mengatakan di “peristirahatannya yang terakhir” maka berarti qubur adalah akhir segala sesuatu baginya. Ini terkandung padanya pengingkaran kepada Hari Kebangkitan yang telah diketahui bersama di tengah kaum muslimin, bahwasanya qubur itu bukanlah akhir dari segala sesuatu.

Kecuali bagi mereka yang tidak beriman dengan hari akhir, maka qubur adalah akhir segala sesuatu menurut mereka.

Adapun di sisi seorang muslim, alam qubur bukanlah akhir dari segala sesuatu.
Dan pernah ada seorang Arab badui mendengar seorang yang membaca firman Allah Ta’ala :

(أَلۡهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ ۝ حَتَّىٰ زُرۡتُمُ ٱلۡمَقَابِرَ)

“Mengumpulkan harta telah membuat kalian lalai. Sampai kalian berziaroh (masuk) ke alam qubur.”
[QS. At-Takatsur 1 – 2]

Badui tadi mengatakan :
“Demi Allah tidaklah orang yang berziaroh itu akan menetap, karena orang yang berziaroh pasti akan melanjutkan perjalanan dan pasti dia akan dibangkitkan.

Dan ini adalah pendapat yang benar shohih.
Maka wajib untuk menjauhi ungkapan ini. Tidak boleh dikatakan tentang qubur, bahwasannya qubur itu adalah peristirahatan terakhir.
Karena pemberhentian terakhir adalah kalau tidak surga atau neraka nanti di hari kiamat.

📑 Majmu’ Al-Fatawa 3/133

#akidah #mayit #kubur #surga #neraka #ziyarah
@ahlussunnahposo

↘️ *Gabung Dan Bagikan:*
📚 https://t.me/salafyonline
🌎 simpellink.com/salafyonline

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

No comments:

Post a Comment