☝🖋📕💡
LARANGAN MEMOTONG RAMBUT DAN LAINNYA HANYA BAGI YANG BERQURBAN
✍ Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin rohimahumullah berkata :
👉 Telah datang sebuah hadits shohih dari Nabi ﷺ, bahwa beliau bersabda :
"Jika telah masuk sepuluh," yaitu 10 hari pertama Dzulhijjah, "lalu seseorang ingin berqurban maka ia tidak boleh memotong rambut dan kukunya sedikitpun." Sebagian riwayat menambahkan : "Tidak pula mengambil sedikitpun dari kulitnya."
✅ Ini adalah larangan. Hukum asal dari sebuah larangan adalah pengharoman, sampai ada dalil yang menunjukkan bahwa larangan itu tidak bermakna pengharoman. Berdasarkan kaidah ini, maka seseorang yang hendak berqurban tidak boleh memotong rambut, kuku, dan kulitnya sedikitpun setelah masuk bulan Dzulhijjah sampai ia menyembelih qurbannya.
✅ Orang yang terkena hukum ini adalah yang berqurban, bukan orang yang ditanggung qurbannya. Jadi, keluarga yang berqurban tidak diharomkan melakukan hal tersebut, karena mereka adalah orang-orang yang ditanggung qurbannya, bukan orang yang berqurban.
📚 Silsilah Fatawa Nur 'ala Darb, kaset no. 310
~~~
قال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله تعالى :
ثبت عن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم أنه قال: «إذا دخل العشر»، يعني عشر ذي الحجة «وأراد أحدكم أن يضحي فلا يأخذن من شعره ولا من ظفره شيئاً». وفي رواية ولا من بشرته شيئاً، وهذا نهي، والأصل في النهي التحريم، حتى يقوم دليل على أنه لغير التحريم. وعلى هذا فلا يجوز للإنسان الذي يريد أن يضحي إذا دخل شهر ذي الحجة أن يأخذ شيئاً من شعره أو بشرته أو ظفره حتى يضحي. والمخاطب بذلك المضحي دون المضحى عنه. وعلى هذا فالعائلة لا يحرم عليهم ذلك؛ لأن العائلة مضحى عنهم وليسوا بمضحين.
سلسلة فتاوى نور على الدرب > الشريط رقم [310]
➖➖➖
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ Channel Telegram||http://t.me/salafy_cirebon
📳 Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiyah
◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻️◻️◻️◻️
No comments:
Post a Comment