Sunday, January 17, 2021

penjelasan tentang hukum minum dengan posisi duduk dan berdiri

๐ŸŒนSyarhusSunnahLinNisaa`๐ŸŒน:
๐Ÿ”‘๐Ÿ’ก๐Ÿ”‘๐Ÿ’ก๐Ÿ”‘๐Ÿ’ก๐Ÿ”‘๐Ÿ’ก๐Ÿ”‘

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
๐Ÿฅ›๐Ÿฅค HUKUM MINUM SAMBIL BERDIRI
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


ูˆَุนَู†ْู‡ُ ู‚َุงู„َ: ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ - ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… -: «ู„َุง ูŠَุดْุฑَุจَู†َّ ุฃَุญَุฏٌ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ู‚َุงุฆِู…ًุง» ุฃَุฎْุฑَุฌَู‡ُ ู…ُุณْู„ِู…ٌ 

✏️▫️ Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu 'anhu, beliau berkata, Rosulullah ๏ทบ bersabda, 
"Jangan salah seorang dari kalian minum dengan berdiri."
(HR. Muslim (2026))
_

☝๐Ÿป Hadits di atas ialah salah satu dalil yang melarang minum sambil berdiri. Ada beberapa dalil lain yang semakna, di antaranya:

✏️▫️ Anas bin Malik rodhiyallahu 'anhu berkata,

ุฃَู†َّ ุงู„ู†َّุจِู‰َّ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุฒَุฌَุฑَ ุนَู†ِ ุงู„ุดُّุฑْุจِ ู‚َุงุฆِู…ًุง

"Sesungguhnya Nabi Muhammad ๏ทบ  melarang dari minum sambil berdiri."
(HR. Muslim, 2024)

✏️▫️ Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ู„ุงَ ูŠَุดْุฑَุจَู†َّ ุฃَุญَุฏٌ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ู‚َุงุฆِู…ًุง ูَู…َู†ْ ู†َุณِู‰َ ูَู„ْูŠَุณْุชَู‚ِุฆْ

"Janganlah sekali-kali salah seorang kalian minum sambil berdiri. Apabila dia lupa maka hendaklah dia muntahkan."
(HR. Muslim, 2026)

•• 

๐Ÿ“ Dan di dalam hadits-hadits lain disebutkan, bahwa Nabi Muhammad ๏ทบ dan para shahabat minum sambil berdiri. Di antara hadits itu ialah:

๐Ÿ–️▫️ Ibnu 'Abbas rodhiyallahu 'anhumaa berkata,

ุณَู‚َูŠْุชُ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู…ِู†ْ ุฒَู…ْุฒَู…َ ูَุดَุฑِุจَ ู‚َุงุฆِู…ًุง

“Saya menuangkan minuman untuk Rosulullah ๏ทบ  dari air zam-zam, dan beliau minum sambil berdiri.”
(HR. Al-Bukhori, 1637 dan Muslim, 2027)

๐Ÿ–️▪️ Berkata an-Nazzal bin Sabroh al-Hilali rohimahullah, 

 ุฃَุชَู‰ ุนَู„ِูŠٌّ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ุนَู„َู‰ ุจَุงุจِ ุงู„ุฑَّุญَุจَุฉِ ูَุดَุฑِุจَ ู‚َุงุฆِู…ًุง ูَู‚َุงู„َ ุฅِู†َّ ู†َุงุณًุง ูŠَูƒْุฑَู‡ُ ุฃَุญَุฏُู‡ُู…ْ ุฃَู†ْ ูŠَุดْุฑَุจَ ูˆَู‡ُูˆَ ู‚َุงุฆِู…ٌ ูˆَุฅِู†ِّูŠ ุฑَุฃَูŠْุชُ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَุนَู„َ ูƒَู…َุง ุฑَุฃَูŠْุชُู…ُูˆู†ِูŠ ูَุนَู„ْุชُ

'Ali rodhiyallahu 'anhu pernah datang dan berdiri di depan pintu masjid, lalu beliau minum sambil berdiri. Setelah itu 'Ali berkata,
Sesungguhnya orang-orang tidak menyukai apabila ada yang minum sambil berdiri, padahal aku pernah melihat Nabi ๏ทบ melakukan seperti yang kalian sedang lihat dariku [yakni minum dengan berdiri].'"
(HR. Al-Bukhori, 5615)

๐Ÿ–️▫️ Ibnu 'Umar rodhiyallahu 'anhumaa menyebutkan,

ูƒُู†َّุง ู†َุฃْูƒُู„ُ ุนَู„َู‰ ุนَู‡ْุฏِ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูˆَู†َุญْู†ُ ู†َู…ْุดِู‰ ูˆَู†َุดْุฑَุจُ ูˆَู†َุญْู†ُ ู‚ِูŠَุงู…ٌ

"Kami dahulu pernah makan di masa Rosulullah ๏ทบ sambil berjalan dan kami minum sambil berdiri."
[-SHOHIH- HR. At-Tirmidzi, 1880 dan Ibnu Majah, 3301)] 

๐Ÿ–️▫️ 'Abdullah bin Amr bin Ash rodhiyallahu 'anhumaa berkata,

ุฑَุฃَูŠْุชُ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูŠَุดْุฑَุจُ ู‚َุงุฆِู…ًุง ูˆَู‚َุงุนِุฏًุง

"Saya pernah melihat Rosulullah ๏ทบ minum dalam posisi berdiri dan dalam posisi duduk."
[-HASAN- Mukhtashor asy-Syama'il karya al-Albani, 177 (HR. Tirmidzi, 1883)

๐Ÿ“ KESIMPULAN DARI HADITS-HADITS DI ATAS

๐Ÿ”–▪️ Al-'Allamah Ibnu Muflih rohimahullah berkata, 

ูˆَูŠَุชَูˆَุฌَّู‡ُ ูِูŠ ุฐَู„ِูƒَ ุฃَู†َّู‡ُ - ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ุณَّู„َุงู…ُ - ุดَุฑِุจَ ู‚َุงุฆِู…ًุง ู„ِูŠُุจَูŠِّู†َ ุงู„ْุฌَูˆَุงุฒَ ูˆَุฅِู†َّู‡ُ ู„َุง ูŠَุญْุฑُู…ُ، ูˆَุงู„ู†َّู‡ْูŠِ ู„ِู„ْูƒَุฑَุงู‡َุฉِ ุฃَูˆْ ู„ِุชَุฑْูƒِ ุงู„ْุฃَูˆْู„َู‰

"Nabi ๏ทบ minum dalam posisi berdiri untuk menjelaskan bahwa hukumnya boleh, tidak harom.
Sedangkan (hadits) yang melarang ialah menunjukkan (bahwa minum berdiri) hukumnya makruh atau tindakan yang tidak utama."
(Al-Adab asy-Syar'iyyah, III/174)

Sehingga jelas dari sini, bahwa minum sambil berdiri bukan perbuatan dosa.

Hanya saja, minum dalam posisi duduk jelas lebih baik, karena demikianlah kebiasaan minum Nabi Muhammad ๏ทบ.

๐Ÿ”–▪️ Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rohimahullah menerangkan,

ูˆَูƒَุงู†َ ู…ِู†ْ ู‡َุฏْูŠِู‡ِ ุงู„ุดُّุฑْุจُ ู‚َุงุนِุฏًุง، ู‡َุฐَุง ูƒَุงู†َ ู‡َุฏْูŠَู‡ُ ุงู„ْู…ُุนْุชَุงุฏَ

"Termasuk bimbingan Nabi ๏ทบ ialah minum dengan posisi duduk. Inilah yang menjadi kebiasaan beliau."
(Zadul Ma'ad fi Hadyi Khoiril 'Ibad, IV/209)

Di samping itu, minum sambil berdiri memiliki sejumlah dampak yang kurang baik jika dilakukan terus menerus.

๐Ÿ”–▪️ Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata, 

ูˆَู„ِู„ุดُّุฑْุจِ ู‚َุงุฆِู…ًุง ุขูَุงุชٌ ุนَุฏِูŠุฏَุฉٌ ู…ِู†ْู‡َุง: ุฃَู†َّู‡ُ ู„َุง ูŠَุญْุตُู„ُ ุจِู‡ِ ุงู„ุฑِّูŠُّ ุงู„ุชَّุงู…ُّ،.. ูˆَูŠَู†ْุฒِู„َ ุจِุณُุฑْุนَุฉٍ ูˆَุญِุฏَّุฉٍ ุฅِู„َู‰ ุงู„ْู…

َุนِุฏَุฉِ ูَูŠُุฎْุดَู‰ ู…ِู†ْู‡ُ ุฃَู†ْ ูŠُุจَุฑِّุฏَ ุญَุฑَุงุฑَุชَู‡َุง، ูˆَูŠُุดَูˆِّุดَู‡َุง، ูˆَูŠُุณْุฑِุนَ ุงู„ู†ُّูُูˆุฐَ ุฅِู„َู‰ ุฃَุณْูَู„ِ ุงู„ْุจَุฏَู†ِ ุจِุบَูŠْุฑِ ุชَุฏْุฑِูŠุฌٍ، ูˆَูƒُู„ُّ ู‡َุฐَุง ูŠَุถُุฑُّ ุจِุงู„ุดَّุงุฑِุจِ، ูˆَุฃَู…َّุง ุฅِุฐَุง ูَุนَู„َู‡ُ ู†َุงุฏِุฑًุง ุฃَูˆْ ู„ِุญَุงุฌَุฉٍ ู„َู…ْ ูŠَุถُุฑَّู‡ُ

"Minum sambil berdiri memiliki beberapa dampak negatif, di antaranya:

•••> Menjadi tidak tercapai rasa lega yang maksimal..
•••> Air jadi turun dengan cepat dan kuat menuju perut, sehingga dikhawatirkan dapat mendinginkan kehangatan sistem pencernaan dan mengganggunya.
•••> Dan akan menyebabkan turunnya air ke bagian bawah tubuh dengan cepat secara langsung.

Ini semua dapat membahayakan orang yang minum. Tetapi jika jarang dilakukan atau hanya pada saat diperlukan, maka tidak berbahaya."
(Zadul Ma'ad fi Hadyi Khoiril 'Ibad, IV/210) 

⚠️ Sebagai tambahan, hukum makruh ini hilang pada saat ada kebutuhan untuk minum sambil berdiri, artinya benar-benar boleh, tanpa ada unsur makruh sama sekali, atau ketika ada tujuan baik yang diinginkan.

๐Ÿ”–▪️ Asy-Syaikh Muhammad Al-'Utsaimin rohimahullah menerangkan, 

ุงู„ุดุฑุจ ู‚ุงุฆู…ًุง ู…ูƒุฑูˆู‡ ุฅู„ุง ู„ุญุงุฌุฉ ุฃูˆ ู…ุตู„ุญุฉ، ู‡ุฐุง ู‡ูˆ ุงู„ู‚ูˆู„ ุงู„ุฑุงุฌุญ ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ุณุฃู„ุฉ، ุฃู†ู‡ ู…ูƒุฑูˆู‡ ุฅู„ุง ู„ุญุงุฌุฉ، ุฃูˆ ู…ุตู„ุญุฉ.
ูุงู„ุญุงุฌุฉ: ู…ุซู„ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุงู„ู…ูƒุงู† ุถูŠู‚ุง ู„ุง ูŠุณุชุทูŠุน ุงู„ุฌู„ูˆุณ، ุฃูˆ ูŠูƒูˆู† ุงู„ุฅู†ุงุก ุงู„ุฐูŠ ูŠุดุฑุจ ู…ู†ู‡ ู…ุฑุชูุนุง، ูƒู…ุง ูŠูˆุฌุฏ ุงู„ุขู† ููŠ ุจุนุถ ุงู„ู…ุจุฑุฏุงุช، ููŠู‡ุง ูƒุฆูˆุณ، ู†ุฑู‰ ููŠู‡ ุฃู†ู‡ ู„ุง ูŠุณุชุทูŠุน ุงู„ุฅู†ุณุงู† ุฃู† ูŠุดุฑุจ ูˆู‡ูˆ ู‚ุงุนุฏ.
ูˆุงู„ู…ุตู„ุญุฉ: ู…ุซู„ ุฃู† ูŠุดุฑุจ ู‚ุงุฆู…ุง ุญุชู‰ ูŠุฑุงู‡ ุงู„ู†ุงุณ ูˆูŠุชุฃุณูˆุง ุจู‡ ููŠ ุดุฑุจู‡؛ ู„ุฃู† ุงู„ู…ุดุฑูˆุน ููŠ ุงู„ุดุฑุจ ุฃู† ูŠุดุฑุจ ุจุซู„ุงุซุฉ ุฃู†ูุงุณ، ูˆุฃู† ูŠู…ุต ุงู„ู…ุงุก ู…ุตุง، ูˆู„ุง ูŠุนุจู‡ ุนุจุง

"Minum sambil berdiri hukumnya makruh, kecuali jika saat diperlukan atau ketika ada mashlahatnya. Ini pendapat yang kuat dalam masalah ini, yaitu makruh kecuali saat diperlukan atau ada manfaatnya.

Kondisi diperlukan:
•> Seperti jika keadaan sedang penuh sesak sehingga dia tidak mampu duduk, 
•> atau letak wadah air berada di tempat yang tinggi, sebagaimana wadah pendingin yang ada saat ini yang (terikat) di situ gelas-gelas, kita melihat bahwa seseorang tidak bisa minum sambil duduk dengan menggunakan gelas tersebut [di kondisi-kondisi ini boleh minum sambil berdiri].

Sedangkan kondisi yang (boleh minum sambil berdiri) saat ada manfaat: Umpamanya dia minum sambil berdiri dengan tujuan agar orang melihatnya dan bisa mencontohnya dalam (menjalankan sunnah) ketika minum. 

๐Ÿน Karena yang disyari'atkan pada saat minum ialah bernafas tiga kali (di luar gelas), meneguk secara perlahan, tidak ditelan sekaligus."
(Syarah Shohih Muslim, VI/428)
 https://t.me/nasehatetam 
www.nasehatetam.net

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
       ๐ŸƒTurut menyebarkan:
WA ๐ŸŒนsyarhus sunnah lin nisaa
http://t.me/syarhussunnahlinnisa
http://t.me/Arsip_PosterSSLN
https://catatanmms.wordpress.con
๐Ÿ–ฅ Https://akhwat.net

Karena Engkau Wajib Menuntut 'ilmu

๐Ÿ‡ธ ๐Ÿ‡ธ  ๐Ÿ‡ฑ ๐Ÿ‡ณ

 ••••๐ŸŒธ▫️๐ŸŒธ▫️๐ŸŒธ▫️๐ŸŒธ••••

No comments:

Post a Comment