┏📜📚📖━━━━━━━━━━━━━┓
*Majmu'ah Riyadhussalafiyyin*
┗━━━━━━━━━━━━━📖📚📜┛
بسم الله الرحمن الرحيم
🗓 Ahad, 29 _Robi'ul Awwal_ 1442 H.
🌾🌻📝 *SIKAP AHLUSSUNNAH SALAFY DALAM MENGHADAPI PERTIKAIAN DAN PERSELISIHAN*
قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله تعالى :
وإذا وقع بين معلم ومعلم أو تلميذ وتلميذ أو معلم وتلميذ خصومة ومشاجرة لم يجز لأحد أن يعين أحدهما حتى يعلم الحق ، فلا يعاونه بجهل ولا بهوى ، بل ينظر في الأمر ، فإذا تبين له الحق أعان المحق منهما على المبطل سواء كان المحق من أصحابه أو أصحاب غيره ، وسواء كان المبطل من أصحابه أو أصحاب غيره ، فيكون المقصود عبادة اللَّه وحده وطاعة رسوله واتباع الحق والقيام بالقسط . ومن مال مع صاحبه سواء كان الحق له أو عليه فقد حكم بحكم الجاهلية وخرج عن حكم اللَّه ورسوله والواجب عليهم جميعا أن يكونوا يداً واحدة مع المحق على المبطل فيكون المعظم عندهم من عظمه اللَّه ورسوله ، والمقدم عندهم من قدمه اللَّه ورسوله ، والمحبوب عندهم من أحبه اللَّه ورسوله، والمهان عندهم من أهانه اللَّه ورسوله؛ بحسب ما يرضي اللَّه ورسوله لا بحسب الأهواء ، فإنه من يطع اللَّه ورسوله فقد رشد ومن يعص اللَّه ورسوله فإنه لا يضر إلا نفسه .
فهذا هو الأصل الذي عليهم اعتماده ، وحينئذ فلا حاجة إلى تفرقهم وتشيعهم ، فإن اللَّه تعالى يقول :
{ إنَّ الذِيْنَ فَرَّقُوا دِيْنَهُم وكَانُوا شِيَعاً لَستَ مِنهُم في شَيء} وقال تعالى : { ولا تَكونُوا كَالذينَ تَفَرَّقُوا وَاختَلفُوا من بَعد مَاجَاءتهم البَينَات} )
(مجموع الفتاوى (28 / 16-17)
🌴 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah _rohimahullah ta'ala_ berkata:
"Jika terjadi pertikaian dan perselisihan antara ustadz dengan ustadz, murid dengan murid, atau ustadz dengan murid, maka tidak boleh bagi seorang pun menolong salah satu dari keduanya (yang bertikai) sampai diketahui mana yang benar, maka tidak boleh seseorang menolong berdasarkan kebodohan dan hawa nafsu, bahkan (seharusnya) dia menunggu (bersabar) dalam permasalahan (tersebut).
Apabila telah jelas kepadanya kebenaran maka dia (wajib) menolong orang yang benar dari keduanya di atas (melawan) orang yang bathil (salah). Tidak ada bedanya baik orang yang benar (tersebut) merupakan shahabatnya (orang dekat) atau shahabat lainnya dan tidak ada bedanya baik orang yang bathil (salah) tersebut merupakan shahabatnya atau shahabat yang lainnya. Maka (hendaklah) tujuan utama adalah ibadah kepada Allah semata dan ta'at kepada Rosul-Nya dan mengikuti kebenaran dan menegakkan keadilan.
Barang siapa condong kepada shahabatnya (orang dekatnya) dan tidak membedakan (apakah) kebenaran bersamanya atau berlawanan dengannya, maka dia telah berhukum dengan hukum jahiliah dan telah keluar dari hukum Allah dan Rosul-Nya.
Yang wajib atas mereka semua berada pada tangan yang satu (bersatu) bersama orang yang benar atas (melawan) orang yang bathil (salah). Maka (hendaklah) perkara yang agung di sisi mereka adalah apa yang diagungkan oleh Allah dan Rosul-Nya dan yang dicintai di sisi mereka adalah yang dicintai oleh Allah dan Rosul-Nya dan yang hina adalah orang yang dihinakan oleh Allah dan Rosul-Nya, berdasarkan apa yang diridhoi Allah dan Rosul-Nya bukan berdasarkan hawa nafsu.
Sesungguhnya barang siapa yang menta'ati Allah dan Rosul-Nya maka dia telah mendapat petunjuk dan barang siapa siapa yang berma'shiat kepada Allah dan Rosul-Nya maka sesungguhnya dia tidak membahayakan kecuali kepada dirinya sendiri.
Ini merupakan prinsip (pokok) yang wajib mereka berpegang teguh dengannya. Maka saat itu (jika berpegang dengan prinsip ini) tidak akan ada perpecahan dan pengelompokan di antara mereka. Karena Allah _ta'ala_ berfirman:
_Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka berkelompok-kelompok engkau bukan bagian dari mereka sama sekali.
Allah _ta'ala_ berfirman:
_Janganlah kalian seperti orang-orang yang berpecah-belah dan berselisih setelah datang kepada mereka keterangan yang jelas._
📚 ( _Majmu' al Fatawa_, jilid 28, hlm. 16-17)
🖋 Oleh: _al-Ustadz Sirojudin 'Abbas_ حفظه الله
📲 Yuk Kunjungi dan Ambil Faidahnya, Jangan Lupa Bagikan, Baarokallohu fiikum...
➖➖➖➖➖➖
↘️ *Faedah*:
📚 telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
↘️ *Poster dan Video Dakwah*:
🖼 telegram.me/galerifaedah
↘️ *Website*:
🌏 www.riyadhussalafiyyin.com
No comments:
Post a Comment