Friday, May 24, 2019

Carilah Lailatul qodar pada sepuluh hari terakhir bulan romadhon

✋🏻🕌🌅🌸 PENGETAHUAN PENTING YANG TIDAK DIKETAHUI OLEH BANYAK ORANG

إذا تعذر عليك أن تعتكف العشر الأواخر من رمضان كاملة، لماذا لا تعتكف في المسجد ولو لساعة واحدة أو يوما واحدا إن استطعت أو من العشاء إلى الفجر.

Jika anda tidak bisa untuk melakukan itikaf selama 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan secara keseluruhan, mengapa anda tidak melakukan itikaf di masjid walaupun hanya satu jam saja atau satu hari saja jika anda mampu, atau dari waktu isya' hingga fajar.

كل يوم نذهب إلى المسجد لنصلي العشاء والقيام، فلماذا لا تنوي الإعتكاف ولو من العشاء إلى صلاة القيام أو حتى إلى صلاة الفجر، ثم تذهب لعلها توافق ليلة القدر فتفوز فوزا عظيما.

Setiap hari kita pergi ke masjid untuk mengerjakan shalat isya' dan tarawih, maka mengapa anda tidak meniatkan itikaf, walaupun hanya dari waktu isya' sampai shalat tarawih, atau hingga shalat shubuh, kemudian anda pergi. Mudah-mudahan siapa tahu anda bertepatan mendapatkan malam lailatul qadar, sehingga anda bisa meraih keberuntungan yang sangat besar.

وهذه فتوى للشيخ صالح الفوزان أنه يجوز الإعتكاف ولو لساعة واحدة.

Dan berikut ini fatwa asy-Syaikh Shalih al-Fauzan yang menjelaskan bahwa boleh melakukan i'tikaf, walaupun hanya sesaat saja ⬇

📹 http://safeshare.tv/v/EJkW2w4DNvI
🌍 Sumber || https://telegram.me/fawaz_almadkali

📢⛔🌅🌖 PERINGATAN SANGAT PENTING!!!

🌅 Lailatul Qadar bisa jadi datang pada malam-malam genap yang mana itu adalah malam ganjil jika dilihat dari malam yang tersisa.  Oleh karena itu, seharusnya engkau menghidupkan sepuluh malam seluruhnya dengan sempurna agar engkau dapat meraihnya seizin Allah ta’ala.

✋🏻 Dahulu, Syaikhul Islam -semoga Allah meridhainya- pernah ditanya tentang Lailatul Qadar, saat beliau sedang ditahan di sebuah penjara di atas bukit pada tahun 706H, maka beliau menjawab:

☝🏻 “Alhamdulillaah,  Lailatul Qadar terletak diantara 10 malam terakhir dari bulan Ramadhan . Demikianlah yang shahih dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: “Ia terletak pada 10 terakhir dari Ramadhan”.

💥 Lailatul Qadar datang pada malam ganjilnya. Hanya saja, hitungan ganjilnya malam tersebut bisa jadi diambil berdasar;
⏭ (malam-malam) yang sudah lewat,  sehingga kau cari ia di malam 21, 23, 25, 27 dan 29.
⏭ Atau, bisa juga dilihat berdasarkan (malam-malam)  yang tersisa,  sebagaimana sabda Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam: “Pada malam kesembilan yang tersisa, pada malam ketujuh yang tersisa,  pada malam kelima yang tersisa, pada malam ketiga yang tersisa”.

👉🏻 Berdasarkan hal ini;

⏭ seandainya bulan itu sejumlah 30 hari, berarti Lailatul Qadar ada diantara malam-malam genapnya:

🔺Malam 22 adalah malam ke-9 dari yang tersisa.
🔺Malam 24 adalah malam ke-7 dari yang tersisa. Dan demikian seterusnya.

✊🏻📃 Hal ini sebagaimana yang ditafsirkan oleh sahabat Abu Sa’id Al-Khudri dalam hadits yang shahih.
Demikianlah pula (amalan) yang ditegakkan oleh Nabi shallallaahu alaihi wa sallam di bulan Ramadhan.

⏭💡 Adapun seandainya bulan tersebut sejumlah 29 hari, maka penanggalan berdasar hari yang tersisa adalah sama dengan penanggalan berdasar hari yang telah lewat (sama dalam hal ganjil maupun genapnya, pent.).

📢🌹 Jika demikian ini keadaannya, maka yang semestinya bagi seorang mukmin ialah mencari-carinya pada sepuluh hari terakhir seluruhnya, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam:

✅ “Carilah dia (lailatul qadar) pada sepuluh malam terakhir”….
Wallaahu ta’ala a’lam”.

📚 Majmu Fatawa jilid ke-25, Kitabush Shiyaam,
📝 Alih bahasa: Ustadz Muhammad Higa Sewon Bantul
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || Forum Salafy

No comments:

Post a Comment