🔥 PERMUSUHAN (DAN FITNAH) ERDOGAN TERHADAP ASY-SYAIKH ROBI' BIN HADI AL-MADKHOLI HAFIZHOHULLAH (DAN DA'WAH SALAFY) 🔥
Erdogan tidak mengatakan Arab Saudi, tetapi mengatakan: "Gerakan Salafi yang dipimpin oleh Robi' al-Madkholi!"
[Dia memukuli saya dan menangis, dan mendahului saya dan mengeluh]
Dalam sebuah artikel yang ditulisnya untuk koran barat, Politico yang terkenal, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerang kelompok "Salafi Madkholi" yang bertempur di barisan revolusioner Kholifa Haftar di Libya.
Dalam artikel yang diterbitkan sehari sebelum konferensi Libya di Berlin, Erdogan mengisyaratkan bahwa kelompok Madkholiyyah berbagi ideologi dengan organisasi-organisasi teroris.
Erdogan memperingatkan bahwa organisasi teroris yang kalah di negeri Syam dan Iraq bisa menemukan lingkungan yang subur di Libya untuk bangkit kembali, "Termasuk perkara yang diketahui bahwa ada kelompok di barisan Haftar yang berbagi ideologi dengan organisasi teroris, seperti kelompok Madkholiyyah."
Dia menambahkan, "Kita tidak boleh lupa bahwa kekerasan dan ketidakstabilan akan memicu migrasi tidak terkendali ke Eropa jika pertempuran terus berlanjut," menurut kantor berita Anadolu.
Dia mempertanyakan, "Akankah para pemimpin Eropa membela sistem liberal global yang menghadapi serangan baru? Atau apakah mereka akan lari dari tanggung jawab mereka seperti yang mereka lakukan di negeri Syam dan mengikuti perkembangan krisis dari podium saja?"
Dan dia menambahkan, "Teman-teman dan sekutu-sekutu kita di Eropa harus menyadari bahwa mereka tidak dapat mengubah dunia hanya dengan mengeluh dan mengungkapkan keprihatinan mereka. Mereka tidak dapat membela hukum internasional, demokrasi, dan hak asasi manusia, tanpa memikul tanggung jawab."
Haftar mengandalkan gerakan Salafi Madkholi yang didukung oleh sekutu-sekutunya di Kerajaan Arab Saudi yang menampung asy-Syaikh "Robi' al-Madkholi" yang dianggap sebagai pemimpin tertua gerakan ini.
Dan Robi' al-Madkholi sebelumnya telah berfatwa kepada para pengikutnya (di Libya) tentang mendesaknya untuk bertempur di barisan pasukan Haftar dengan alasan bahwa dia adalah sebagai komandan pasukan parlemen yang sah di negara itu.
Haftar dengan cepat mengidzinkan para pengikut gerakan ini dan memberi mereka idzin untuk mengendalikan mimbar dan masjid, dan membentuk dewan fatwa untuk mereka, setelah kehadiran bersenjata mereka di dalam batalion yang dikenal sebagai "Brigade Tauhid" di Benghazi, menurut sebuah laporan untuk surat kabar al-Arabi al-Jadid.
https://t.me/jujurlahselamanya/1958
No comments:
Post a Comment