[13/2 16.38] +62 852-3233-0440: 🔥⚔💥♨️⚡️🔥⚔💥⚡️💢🔥
🛡🚀 *Join & Share :*
🔰 *WhatsApp Jarh Wat Tahdzir 5*
https://chat.whatsapp.com/GARU7JIJc9tAg76dMCzTk4
🌋 *Telegram :* t.me/jarhwattahdzir
#jamaahtabligh #jt
🔥🔥 *'AQIDAH JAMA'AH TABLIGH DAN FATWA PARA 'ULAMA TENTANGNYA*
Jama'ah Tabligh dan para tokohnya adalah orang-orang yang memiliki banyak kerancuan dalam hal 'aqidah.
Demikian pula kitab referensi utama mereka, Tablighi Nishob atau Fadhoil A’mal karya Muhammad Zakariya al-Kandahlawi, adalah kitab yang penuh dengan kesyirikan, bid’ah, dan khurofat.
Di antara sekian banyak kesesatan mereka dalam masalah 'aqidah adalah :
1.Keyaqinan tentang wihdatul wujud (bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menyatu dengan alam ini). (kitab Tablighi Nishob, 2/407, bab “Fadhoil Shodaqot”, cet. Idaroh Nasyriyat Islam Urdu Bazar, Lahore).
2. Sikap berlebihan terhadap orang-orang sholih dan keyaqinan bahwa mereka, mengetahui 'ilmu ghoib. (Fadhoil A’mal, bab “Fadhoil dzikir”, hlm. 468—469, dan hlm. 540—541, cet. Kutub Khonat Faidhi, Lahore).
3. Tawassul dengan Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam(setelah beliau wafat) dan kepada selain beliau, serta berlebihan dalam hal ini. (Fadhoil A’mal, bab “Sholat”, hlm. 345, dan bab “Fadhoil dzikir”, hlm. 481—482, cet. Kutub Khonat Faidhi, Lahore).
4. Keyaqinan bahwa para syaikh Shufi dapat menganugerahkan berkah dan 'ilmu laduni. ( Fadhoil A’mal, bab “Fadhoil Qur’an”, hlm. 202—203, Kutub Khonat Faidhi, Lahore).
5. Keyaqinan bahwa seseorang bisa mempunyai 'ilmu kasyaf, yakni bisa menyingkap segala sesuatu dari perkara ghoib atau bathin. (Fadhoil A’mal, bab “dzikir”, hlm. 540—541, cet. Kutub Khonat Faidhi, Lahore).
6. Hidayah dan keselamatan hanya bisa diraih dengan mengikuti thoriqoh Rasyid Ahmad al-Kanhuhi (Shoqolatil Qulub, hlm. 190). Oleh karena itu, Muhammad ilyas, sang pendiri Jama'ah Tabligh, berbai’at kepada thoriqoh Jisytiyah pada 1314 H, bahkan terkadang ia bangun malam semata-mata untuk melihat wajah syaikhnya tersebut. (Kitab Sawanih Muhammad Yusuf, hlm. 143, dinukil dari Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu an Tushohhah, hlm. 2).
7. Saling berbai’at terhadap pimpinan mereka di atas empat thoriqoh shufi: Jisytiyah, Naqsyabandiyah, Qodiriyah, dan Sahruwardiyah. (ad-Da’wah fi Jazirotil ‘Arob, karya asy-Syaikh Sa’d al-Hushoin, hlm. 9—10, dinukil dari Jama’atut Tabligh MafahimYajibu an Tushohhah, 12).
8. Keyaqinan tentang keluarnya tangan Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam dari qubur beliau untuk berjabat tangan dengan asy-Syaikh Ahmad ar-Rifa’i. (Fadhoil A’mal, bab “Fadhoil ash-Sholati ‘alan Nabi”, hlm. 19, cet. Idaroh Isya’at Diyanat Anarkli, Lahore).
9.Kebenaran qoidah bahwa segala sesuatu yang menyebabkan permusuhan, perpecahan, atau perselisihan—walaupun hal itu benar—maka harus dibuang sejauh-jauhnya dari manhaj Jama'ah. (al-Quthbiyah Hiyal Fitnah Fa’rifuha, hlm. 10).
10. Keharusan untuk taqlid. (Dzikir wa I’tikaf Key Ahmiyat, karya Muhammad Zakariya al-Kandahlawi, hlm. 94, dinukil dari Jama’atut Tabligh ‘Aqoiduha wa Ta’rifuha, hlm. 70).
11. Banyaknya cerita khurofat dan hadits-hadits lemah/palsu dalam kitab Fadhoil A’mal Di antaranya adalah yang disebutkan oleh asy-Syaikh Hasan Janahi dalam kitabnya, Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu an Tushohhah, (hlm. 46—47 dan hlm. 50—52).
Bahkan, cerita-cerita khurofat dan hadits-hadits palsu inilah yang mereka jadikan sebagai bahan utama untuk berda'wah.
Wallahul musta’an.
FATWA PARA 'ULAMA TENTANG JAMA'AH TABLIGH.
1. Asy-Syaikh al-’Allamah 'Abdul ‘Aziiz bin Baaz rohimahullah berkata, “Siapa saja yang berda'wah di jalan Allah subhanahu wa ta’ala bisa disebut mubaligh, (artinya: Sampaikan apa yang datang dariku [Rosulullah], walaupun hanya satu ayat).
Akan tetapi, Tabligh India yang dikenal dewasa ini mempunyai sekian banyak khurofat, bid’ah, dan kesyirikan. Oleh karena itu, tidak boleh khuruj bersama mereka selain seorang yang ber'ilmu, yang keluar (khuruj) bersama mereka dalam rangka mengingkari (kebathilan mereka) dan mengajarkan 'ilmu kepada mereka. Adapun khuruj semata-mata ikut dengan mereka, maka tidak boleh.”
2. Asy-Syaikh Dr. Robi’ bin Hadi al-Madkholi berkata “Semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati asy-Syaikh 'Abdul ‘Aziiz bin Baaz (atas pengecualian beliau tentang bolehnya khuruj bersama Jama'ah Tabligh untuk mengingkari kebathilan mereka dan mengajarkan 'ilmu kepada mereka, –pen.), karena jika mereka mau menerima nasihat dan bimbingan dari ahlul 'ilmi, tidak akan ada rasa keberatan untuk khuruj bersama mereka.
Namun, kenyataannya mereka tidak mau menerima nasihat dan tidak mau rujuk dari kebathilan karena kuatnya fanatisme dan kuatnya mengikuti hawa nafsu. Jika mereka benar-benar menerima nasihat dari 'ulama, niscaya mereka telah meninggalkan manhaj yang bathil itu dan akan menempuh jalan ahli tauhid dan Ahlus Sunnah. Nah, jika demikian permasalahannya, tidak boleh keluar (khuruj) bersama mereka sebagaimana manhaj as-salafush sholih yang berdiri di atas al-Qur’an dan as-Sunnah dalam hal tahdzir (peringatan) terhadap ahlul bid’ah dan peringatan untuk tidak bergaul serta duduk bersama mereka.
Hal itu (tidak bolehnya khuruj bersama mereka secara mutlaq, –pen.) karena (perbuatan tersebut) termasuk memperbanyak jumlah mereka dan membantu menyebarkan kesesatan. Ini adalah penipuan terhadap Islam dan kaum muslimin, serta bentuk partisipasi bersama mereka dalam hal dosa dan kekejian. Lebih-lebih lagi, mereka saling berbai’at di atas empat thoriqoh Shufi yang padanya terdapat keyaqinan hulul, wihdatul wujud, kesyirikan, dan kebid’ahan.”
3. Asy-Syaikh al-‘Allamah Muhammad bin Ibrohim Alusy Syaikh, rohimahullah berkata, “Organisasi ini (Jama'ah Tabligh, –pen.) tidak ada kebaikan padanya. Sungguh, ia adalah organisasi bid’ah dan sesat. Dengan membaca buku-buku mereka, benar-benar kami dapati kesesatan, bid’ah, ajakan kepada peribadatan terhadap qubur-qubur dan kesyirikan, sesuatu yang tidak bisa dibiarkan. Oleh karena itu—insyaa Allah— kami akan membantah dan membongkar kesesatan serta kebathilannya.”
Asy-Syaikh al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin al-Albani rohimahullah berkata, “Jama'ah Tabligh tidaklah berdiri di atas manhaj al-Qur’an dan Sunnah Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam serta pemahaman as-salafush sholih.”
Beliau juga berkata, “Da'wah Jama'ah Tabligh adalah da'wah Shufi modern yang semata-mata berorientasi kepada akhlaq. Adapun pembenahan terhadap 'aqidah masyarakat, sedikit pun tidak mereka lakukan karena—menurut mereka—bisa menyebabkan perpecahan.”
Beliau juga berkata, “Jama'ah Tabligh tidak mempunyai prinsip ke'ilmuan. Mereka adalah orang-orang yang selalu berubah-ubah dengan perubahan yang luar biasa, sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.”
4. Asy-Syaikh al-’Allamah 'Abdurrozzaq ‘Afifi rohimahullah berkata, “Kenyataannya, mereka adalah ahlul bid’ah yang menyimpang dan orang-orang thoriqoh Qodiriyah serta lainnya. Khuruj mereka bukanlah di jalan Allah subhanahu wa ta’ala, tetapi di jalan Muhammad ilyas. Mereka tidak berda'wah kepada al-Qur’an dan as-Sunnah, tetapi kepada Muhammad ilyas, syaikh mereka di Banglades.”
Demikianlah selayang pandang tentang hakikat Jama'ah Tabligh, semoga menjadi nasihat dan peringatan bagi pencari kebenaran.
Wallahul muwaffiq wal hadi ila aqwamith thoriq.
Ditulis oleh Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc
Selengkapnya nya di sini..
http://asysyariah.com/membongkar-kedok-jamaah-tabligh/
No comments:
Post a Comment