🔬APAKAH MEMBAGI TAUHID MENJADI TIGA MACAM TERMASUK BID'AH❓
🕌Syaikh Muhammad bin Sholih al 'Utsaimin rohimahullah berkata:
"Sebagian orang mengatakan pembagian tauhid menjadi tiga macam adalah perkara yang baru dalam syari'at (bid'ah) karena tidak pernah diriwayatkan dari Nabi shollallahu 'alaihi wa 'ala alihi wa sallam, sedangkan apa saja perkara agama yang tidak pernah diriwayatkan dari Nabi shollallahu 'alaihi wa 'ala aalihi wa sallam, maka itu adalah bid'ah. Akan tetapi kami akan menjawab tentang hal ini. Kami katakan, sungguh banyak hal yang disusun para 'ulama tidak pernah disusun di zaman Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam. Karena semuanya ini hanyalah berwujud keterangan dan penjelasan. Sehingga, para 'ulama yang membagi tauhid menjadi tiga macam tidaklah menambahi maupun mengingkari hal yang telah tetap. Akan tetapi mereka mendatangkan apa yang disebutkan dalam al Qur'an dan sunnah. Hanya saja mereka membaginya sesuai perbedaan tingkat pemahaman manusia, seperti yang akan kami jelaskan insyaa Allah. Jika kita menempuh jalan yang ditempuh orang yang berpendapat aneh ini, niscaya juga kita akan mengatakan penentuan syarat sholat, rukunnya, kewajibannya; rukun haji kewajibannya, larangannya, dan lainnya akan kita katakan termasuk bid'ah. Padahal kita tidak menyebutkan pembagian ini dalam rangka beribadah kepada Allah dengannya, tetapi kita menyebutkannya untuk mendekatkan 'ilmu kepada para penuntut 'ilmu syar'i, kalau begitu semuanya ini adalah perantara bukan tujuan. Jadi yang benar, pastinya pembagian tauhid menjadi tiga macam; penyebutan syarat, rukun, kewajiban, dan pembatal ibadah; semuanya ini hukumnya boleh karena termasuk kategori perantara, pendekatan, dan pembatasan untuk penuntut 'ilmu. Kami akan menyebutkan bahwa Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam pernah menyebutkan hal-hal yang dibatasi dengan bilangan seperti: (Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naunggannya), (Tiga golongan yang tidak diajak bicara Allah pada hari kiamat), dan lainnya. Ini semua adalah jenis pembagian."
📕Syarh 'Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
http://t.me/ukhwh
🇸🇦Teks Arob
قال بعض الناس إن تقسيم التوحيد إلى هذه الأقسام الثلاثة بدعة لأن ذلك لم يرد عن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم وما كان من أمور الدين لم يرد عن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم فإنه بدعة.
ولكننا نجيب عن هذا فنقول إن أشياء كثيرة رتبها العلماء لم تكن مرتبة في عهد الرسول عليه الصلاة والسلام وهذا لا يعدو أن يكون بيانا وتوضيحا فالذين قسموه إلى ثلاثة أقسام لم يأتوا بزائد ولم ينكروا ثابتا بل أتوا بما جاءت بما جاء به الكتاب والسنة ولكن قسموه وقسموه باعتبار اختلاف الناس فيه كما سيبين إن شاء الله ولو أننا سلكنا هذا المسلك الذي سلكه هذا الشاذ لقلنا أيضا إن عد شروط الصلاة وأركانها وواجباتها وأركان الحج وواجباته ومحظوراته وما أشبه ذلك لقلنا إنه من من البدع ونحن لا نذكر هذا متعبدين لله به ولكننا نذكر هذا مقربين للعلم إلى طلابنا فهو إذن وسيلة وليس قصدا فالصواب بلا شك أن تقسيم التوحيد إلى ثلاثة أقسام وذكر الشروط والأركان والواجبات والمفسدات في العبادات كل هذا جائز لأنه من باب أيش
الطالب : ...
الشيخ : من باب الوسائل والتقريب وحصر الأشياء لطالب العلم ونحن نذكر أن الرسول عليه الصلاة والسلام كان يذكر الأشياء محدودة بالعدد مثل ( سبعة يظلهم الله في ظله ) ( ثلاثة لا يكلمهم الله يوم القيامة ) وأشبه ذلك وهذا نوع من التقسيم
No comments:
Post a Comment