Tuesday, February 4, 2020

mencegah kerusakan lebih didahulukan daripada mengambil maslahat


🔹MAKNA QOIDAH🔹

MENCEGAH KERUSAKAN LEBIH DIDAHULUKAN DARI PADA MENGAMBIL MASLAHAT (KEBAIKAN)

❓Pertanyaan: 

Wanita ini bertanya, Samahatusy Syaikh, 'ulama dalam ucapan mereka berkata : 

(درء المفاسد مقدم على جلب المصالح)

"Mencegah kerusakan lebih didahulukan dari pada mengambil maslahat"

dan qoidah-qoidah yang lainnya..

Apa yang dimaksud dengan qoidah-qoidah tersebut ?

Siapakah yang telah meletakkan qoidah tersebut ? 

Apakah Nabi Shollallahu 'alaihi wasallam atau para 'ulama yang telah menetapkannya?


✅JAWABAN 
dijawab oleh Asy Syaikh 'Abdul 'Aziiz bin Baaz rohimahullah, 

🔆Para 'ulama menetapkan qoidah tersebut dari dalil-dalil syari'at. Maka seseorang yang meninggalkan keburukan lebih utama dari pada dia mengambil maslahat yang dia bayangkan dan dia sangka. 

🔸Apabila dia berkumpul dengan si Zaid atau si Amr akan berakibat jelek kepada dirinya maka (hendaknya) dia meninggalkan perkumpulan tersebut, yang dikhawatirkan adanya kejelekan dari perkumpulan tersebut.

Walaupun dia berharap pada perkumpulan itu adanya maslahat, seperti:
-bisa menghasilkan uang, 
-mendo'akan untuknya kebaikan 
-atau yang semisalnya, 

akan tetapi jika dapat menimbulkan prasangka buruk kepada dirinya, yaitu dia (akan) dituduh melakukan keburukan, (kemudian) orang yang dia harapkan berkumpul dengannya ternyata dikenal jelek, suka minum khomr, melakukan hal yang diharomkan oleh Allah seperti liwath (homosexual) atau yang semisalnya, hendaknya dia menjauhkan diri dari hal yang bisa menyebabkan prasangka buruk karenanya. 

🔸Begitu pula jika dia menggunakan senjata tertentu yang berakibat kejelekan, hendaknya dia menjauhkan diri darinya.

🔸begitu pula jika pergi ke salah satu kampung/tempat yang berakibat kejelekan, hendaknya dia menjauh darinya walaupun padanya ada maslahat (seperti):
-menjenguk orang yang sakit, 
-bersedekah kepada seseorang, 

selama dengan masuknya ke kampung tersebut akan tertuduh dengan kejelekan dan kerusakan, maka dia jangan pergi. 

(درء المفاسد مقدم على جلب المصالح)

"Mencegah kerusakan lebih didahulukan daripada mengambil maslahat"

Dan seperti itu pula yang semisal dengan itu. 

Sumber
https://binbaz.org.sa/fatwas/12816/معنى-قاعدة-درء-المفاسد-مقدم-على-جلب-المصالح

Alih bahasa
Al Ustadz Abul 'Abbas Sholih bin Zainal Abidin hafizhohullah


معنى قاعدة: (درء المفاسد مقدم على جلب المصالح)
السؤال:
هذه السائلة تقول سماحة الشيخ: يقول العلماء في كلامهم: درء المفاسد مقدم على جلب المصالح، وغيرها من القواعد، فما المقصود بهذه القواعد؟ ومن هو الذي وضعها؟ هل هو النبي ﷺ؟ أم العلماء استنبطوها؟

الجواب:
استنبطها العلماء من الأدلة، من الأدلة الشرعية، فكون الإنسان يدرأ المفسدة أعظم من كونه يجلب المصلحة التي يتخيلها ويظنها، فإذا كان اجتماعه بزيد أو بعمرو يترتب عليه شر فيترك هذا الاجتماع الذي يخشى منه شر، وإن كان يرجو فيه مصلحة بأنه يعطيه فلوس أو يدعو له أو ما أشبه ذلك، لكن إذا كان يترتب عليه سوء ظن، أنه يظن به شر أن هذا الرجل الذي يحب أن يجتمع به مشهور بالشر أو بشرب المسكر أو بتعاطي ما حرم الله من اللواط أو ما أشبه ذلك، يبتعد عن ما يظن به السوء من أجله.
وكذلك إذا كان تعاطيه بسلعة معينة يجر عليه شرًا يبتعد عنها، وهكذا إذا كان ذهابه إلى حارة من الحارات يجر شرًا يبتعد ولو كان فيها مصلحة .... يزور مريضًا أو يتصدق على أحد مادام دخول هذه الحارة داخلها يتهم بالشر والفساد لا يذهب، درء المفسدة مقدم على المصلحة، وهكذا ما أشبه ذلك.

No comments:

Post a Comment