Saturday, October 3, 2020

mengenal uluhiyyah Allah

📚 MENGENAL ULUHIYAH ALLAH


Uluhiyah Allah subhanahu wa ta’ala adalah mengesakan segala bentuk peribadatan bagi-Nya, seperti berdo'a, meminta, tawakkal, takut, berharap, menyembelih, bernazar, dan cinta. Demikian pula ibadah-ibadah lainnya yang diajarkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam.

❗ Memperuntukkan satu jenis ibadah kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala termasuk perbuatan zholim yang besar di sisi-Nya. Perbuatan ini sering diistilahkan dengan syirik.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ

“Hanya kepada-Mu, ya Allah, kami menyembah dan hanya kepada-Mu, ya Allah, kami meminta.” (al-Fatihah: 5)

💡Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam telah membimbing Ibnu 'Abbas rodhiallahu 'anhumaa,

إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ

“Apabila kamu meminta, mintalah kepada Allah. Apabila kamu meminta tolong, minta tolonglah kepada Allah.” (HR. at-Tirmidzi, beliau mengatakan hadits ini hasan shohih)

✅ Allah berfirman,

وَٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡ‍ٔٗاۖ

“Sembahlah Allah dan jangan kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.” (an-Nisa: 36)

✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

“Hai sekalian manusia, sembahlah Robb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa.” (al-Baqoroh: 21)

❗Dengan ayat-ayat dan hadits di atas, Allah subhanahu wa ta’ala dan Rosul-Nya telah jelas mengingatkan tentang tidak bolehnya seseorang memberikan peribadatan sedikit pun kepada selain Allah. Sebab, semuanya itu adalah milik Allah subhanahu wa ta’ala semata.

💡 Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

يَقُولُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لِأَهْوَنِ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا: لَوْ كَانَتْ لَكَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا، أَكُنْتَ مُفْتَدِيًا بِهَا؟ فَيَقُولُ: نَعَمْ. فَيَقُولُ: قَدْ أَرَدْتُ مِنْكَ أَهْوَنَ مِنْ هَذَا وَأَنْتَ فِي صُلْبِ آدَمَ: أَنْ لَا تُشْرِكَ – أَحْسِبُهُ قَالَ: وَلَا أُدْخِلَكَ النَّارَ – فَأَبَيْتَ إِلَّا الشِّرْكَ

Allah berfirman kepada penduduk neraka yang paling ringan 'adzabnya, “Seandainya kamu memiliki dunia dan apa yang ada di dalamnya dan sepertinya lagi, apakah kamu akan menebus dirimu?”

Dia menjawab, “Ya.”

Allah berfirman, “Sungguh, Aku telah menginginkan darimu lebih rendah dari ini ketika kamu berada di tulang rusuk Adam, yaitu agar kamu tidak menyekutukan Aku—rowi berkata: Aku mengira beliau berkata: … dan Aku tidak akan memasukkanmu ke dalam neraka—. Akan tetapi, kamu enggan kecuali terus menyekutukan-Ku.” (Shohih, HR. Muslim dari Anas bin Malik rodhiallahu 'anhu)

💡 Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ، مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي، تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ

Allah berfirman dalam hadits qudsi, “Aku tidak butuh kepada sekutu-sekutu. Barang siapa melakukan satu 'amalan dan dia menyekutukan Aku dengan selain-Ku, Aku akan membiarkannya dan sekutunya.” (Shohih, HR. Muslim dari Abu Huroiroh rodhiallahu 'anhu)

 ▪️Contoh konkret penyimpangan uluhiyah Allah subhanahu wa ta’ala ialah ketika seseorang mengalami musibah dan berharap bisa terlepas dari musibah tersebut. Lalu orang tersebut datang ke makam seorang wali, atau kepada seorang dukun, atau ke tempat keramat, atau ke tempat lainnya. Di tempat itu, dia meminta agar penghuninya atau sang dukun melepaskannya dari musibah yang menimpanya. Ia begitu berharap dan takut keinginannya tidak terpenuhi. Ia pun mempersembahkan sembelihan, bahkan bernazar dan berjanji akan beriktikaf di tempat tersebut jika terlepas dari musibah.

Ibnul Qoyyim mengatakan, “Kesyirikan adalah penghancur tauhid rububiyah dan pelecehan terhadap tauhid uluhiyah. Ia merupakan bentuk berburuk sangka terhadap Allah.”


🖥 Simak selengkapnya:

🌏 https://asysyariah.com/mengenal-allah/

📲 https://t.me/asysyariah

No comments:

Post a Comment