🖱🖲 ORANG BERIMAN AKAN MENJADI SEDIH SAAT MELAKUKAN MAKSIAT 🖱🖲
▫Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
وَالْمُؤْمِنُ لَا تَتِمُّ لَهُ لَذَّةٌ بِمَعْصِيَةٍ أَبَدًا، وَلَا يَكْمُلُ بِهَا فَرَحُهُ، بَلْ لَا يُبَاشِرُهَا إِلَّا وَالْحُزْنُ مُخَالِطٌ لِقَلْبِهِ، وَلَكِنَّ سُكْرَ الشَّهْوَةِ يَحْجُبُهُ عَنِ الشُّعُورِ بِهِ، وَمَتَى خَلَّى قَلْبَهُ مِنْ هَذَا الْحُزْنِ، وَاشْتَدَّتْ غِبْطَتُهُ وَسُرُورُهُ فَلْيَتَّهِمْ إِيمَانَهُ، وَلْيَبْكِ عَلَى مَوْتِ قَلْبِهِ، فَإِنَّهُ لَوْ كَانَ حَيًّا أَحْزَنَهُ ارْتِكَابُهُ لِلذَّنْبِ، وَغَاظَهُ وَصَعُبَ عَلَيْهِ، وَلَا يُحِسُّ الْقَلْبُ بِذَلِكَ، فَحَيْثُ لَمْ يُحِسَّ بِهِ فَمَا لِجُرْحٍ بِمَيِّتٍ إِيلَامٌ.
"Orang beriman, selamanya tidak akan pernah bahagia sepenuhnya ketika bermaksiat, dan tidak akan utuh kesenangannya saat itu.
Bahkan tidaklah dia melakukan suatu maksiat melainkan kesedihan akan menghinggapi hatinya. Namun (kadang) dimabuk oleh syahwat membuatnya terhalang dari merasakan kesedihan tersebut.
Tapi kapan saja hatinya kosong sama sekali dari kesedihan saat bermaksiat, dan justru merasa sangat gembira dan senang karenanya; maka hendaklah ia tuduh imannya! Dan menangisi hatinya yang telah mati!
Sebab jika hati hidup maka perbuatan dosa pasti akan membuatnya bersedih, marah, dan terasa berat.
Ketika hati tidak merasakan pengaruh-pengaruh itu maka (ingatlah) bahwa mayit tidaklah dapat merasakan luka sayatan." (Madarijus Salikin, I/538)
✍ -- Tanjung Redeb @ Berau
-- Hari Ahadi, (06:43) 22 Syawal 1440 / 26 Juni 2019
_________________
▶️ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala.
•••
📡 https://t.me/nasehatetam
🖥 www.nasehatetam.net
No comments:
Post a Comment