💥🏠BOLEHKAH PINDAH RUMAH KARENA RUMAHNYA ITU MEMBAWA SIAL?
🔶 Syaikh Ibnu 'Utsaimin rohimahullah
Pertanyaan :
Seorang yang tinggal di sebuah rumah, lalu dia tertimpa berbagai penyakit dan banyak musibah, hal itu menjadikan dia dan keluarganya menganggap kesialan pada rumah tersebut. Apakah boleh bagi dia meninggalkan rumah tersebut karena alasan itu?
Jawaban :
Terkadang sebagian rumah, kendaraan atau sebagian istri itu menjadi sebab kesialan. Allah jadikan dengan hikmah Nya tatkala hal itu menyertai orang tersebut, tertimpa kejelekkan atau terluput dari kebaikan atau semisalnya. Oleh karena itu tidak mengapa menjual rumah, dan pindah ke rumah lainnya. Semoga Allah menjadikan kebaikan di rumah barunya.
Dan ada riwayat dari Nabi shollallahu 'alaihi wasallam bersabda :
الشؤم في ثلاث : الدار والمرأة والفرس » - رواه البخاري ( ٥٠٩٣ ) ومسلم ( ٢٢٢٥ ) -،
"Kesialan itu ada pada tiga perkara : Rumah, istri dan kuda (kendaraan)".
(HR. Bukhori 5092 dan Muslim 2225)
Maka pada sebagian kendaraan terkadang ada kesialan, demikian juga sebagian istri-istri, ada pada mereka kesialan, dan sebagian rumah ada (kesialan).
Jika seorang insan melihat hal itu, hendaknya dia mengetahui, kalau hal itu terjadi dengan taqdir Allah. Dan sesungguhnya Allah Taala dengan hikmah Nya menaqdirkan hal itu, agar seorang insan pindah ke rumah lainnya. Wallahu a'lam.
📑 Fatawa 'Ulama Balad Al-Harom hal 1212
http://telegram.me/ahlussunnahposo
🔶 Syaikh 'Abdul 'Aziiz bin Baaz rohimahullah
Pertanyaan:
Ada orang yang memiliki rumah, dulunya mereka dalam kondisi baik, lalu terjadi silih berganti peristiwa atas mereka dalam rumah tersebut hingga mereka pun merasa sial karenanya dan menjualnya, diantara peristiwa tersebut adalah cobaan yang mereka peroleh dan terjadinya permusuhan diantara sebagian anggota keluarga, Apakah ini termasuk menganggap sial ? Mohon berilah pengarahan manusia, jazaakumullohu khoiron
Jawaban:
Perbuatan ini bukan termasuk menganggap sial, karena Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda dalam hadits yang shohih:
"Kesialan itu ada pada tiga hal: rumah, hewan tunggangan, dan wanita."
Seringnya kesialan terjadi pada tiga hal ini. Dalam lafadh yang lain berbunyi:
"Sesungguhnya kesialan itu ada pada tiga hal, lalu Beliau menyebutkannya."
Maka hal ini menunjukkan atas seringnya terjadi pada sebagian istri kesialan yang menimpa suaminya, sehingga jika telah tampak dari istrinya perkara yang menjukkan atas kesialannya karena buruknya akhlaq atau pergaulan terhadap suaminya, atau pun silih bergantinya kejadian atas suaminya ketika menikahinya berupa kerugian dan kebangkrutan dalam perdagangan, kerusakan dan kemusnahan pada pertaniannya serta lainnya, maka boleh untuk menceraikan istrinya.
Demikian pula rumah, apabila terjadi silih berganti peristiwa di dalamnya, buruknya kondisi di dalamnya, dan berbagai penyakit yang menimpa dirinya dan anaknya, maka tidak masalah pindah dari rumah itu dan menyewakannya kepada orang lain atau menjualnya, berdasarkan hadits shohih ini.
Demikian pula hewan tunggangan berupa onta, kuda, atau lainnya, jika dia tidak melihat manfaat pada hewan tunggangannya dan dia melihat kejelekan yang silih berganti menimpanya disebabkan hewan tunggangannya, maka tidak masalah dia menjualnya dan menggantinya berdasarkan pernyataan hadits dari Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam.
💻🔍http://www.binbaz.org.sa/node/17686
http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
No comments:
Post a Comment