🔀 SEMAKIN DIA MENOLAK NASIHAT AKAN SEMAKIN TERBONGKAR KEADAAN DIRINYA‼️
(YANG DISAMPAIKAN DATA BUKAN BERITA)
🎙Al-Ustdz Muhammad 'Afifuddin as-Sidawy hafizhohullah
فأقول: وفيه: كان النبي صلى الله عليه وسلم يقبل النصيحة من كل أحد.
Di sini Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam menerima nasihat dari siapapun dari semua orang, hatta minal kafir, hatta walaupun orang-orang kafir sekalipun.
ولنا فيه أسوة
Dan kita punya panutan dengan beliau shollallahu 'alaihi wa sallam.
Yang datang pendeta Yahudi, pendeta Yahudi yang sangat memusuhi Islam wal muslimin, menyampaikan sesuatu dan betul itu syirik, ya والكعبة itu syirik, ما شاء الله وشاء محمد itu betul, menjadikan Allah... menjadikan dia sebagai tandingan Allah, betul itu muatannya dan موجود في المسلمين ketika itu ada, realita itu ada pada muslimin di masa itu.
Rosulullah mengatakan إنه قد قال betul yang dia sampaikan itu, langsung beliau ruju', langsung menasihati muslimin dengan yang benar yang haq, katakan ورب الكعبة , katakan ما شاء الله ثم شاء محمد , atau ما شاء الله ثم شئت
Diterima ini, tawadhu'nya ROsul shollallahu 'alaihi wa salam, dan dia Yahudi.
وسئل الفضيل بن عياض عن التواضع
Fudhoil ibnu 'Iyaadh rohimahullah ditanya tentang tawadhu', beliau mengatakan:
فقال: يخضع للحق
Tawadhu' itu engkau tunduk patuh kepada kebenaran, menerimanya
و ينقاد له ويقبله ممن قاله
tunduk patuh kepadanya dan menerima al-Haq itu dari siapapun yang menyampaikannya, itu tawadhu'.
Lawannya takabbur, Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam menyatakan:
وفي قول النبي صلى الله عليه وسلم: أما إنه صدقك وهو كذوب.
Dan pada sabda Rosullullah shollallahu 'alaihi wa salam terkait dengan syaithon tadi, ucapan ini padanya
فيه: قبول الحق ولو من الشيطان.
menerima al-Haq walaupun dari syaithon.
لأن ما قاله حق.
Dikarenakan apa yang dia sampaikan itu benar, ayat kursi, keutamaan ayat kursi itu benar
مع اعتقادنا أنه كذوب.
walaupun kita meyaqini dia pendusta, dia syaithon.
افهموا هذا التفصيل!
Maka pahamilah rincian ini!
فإنه يكشف لك حقائق المتكبرين.
Akan terbongkar, tersibak untuk kamu hakikat orang-orang yang mutakabbir yang sombong.
الذين يردون النصيحة بحجة...
Yaitu orang-orang yang menolak nasihat dengan alasan
أن الناصح مبهم أو مجهول أو صاحب مشاكل أو أو...
dengan alasan yang menasihati itu mubham, atau majhul, atau orang yang punya banyak masyakilnya, atau, atau, atau yang lainnya.
مع أن ما قاله حق.
🔥 Padahal apa yang dia sampaikan itu benar, haq
بل هو موجود فيه.
🔥 bahkan nyata, realita ada pada dia, ditolak!
هذا متكبر معجب بالنفس.
🔥 Efeknya nanti akan semakin terbongkar kedoknya dia.
🔥 Semakin terbongkar kesalahan dia.
🔥 Semakin terbongkar zallahnya dia
🔥 Semakin terbongkar inhirofnya dia.
Semakin dia menolak nasihat, menolak kebenaran yang disampaikan oleh siapapun orangnya akan semakin terbongkar keadaan dirinya.
⚠️⚡ YANG DISAMPAIKAN DATA, BUKAN BERITA
Allahul musta'an.
Hati-hati.
🤝🏼 Maka di sini kita, secara pribadi saya dan juga antum sekalian, jadilah orang yang jujur, shodiq.
❌ Bukan orang yang punya tendensi pribadi atau duniawi.
❌ Bukan orang yang suka rekayasa.
❌ Atau membikin makar.
❌ Atau bermain-main.
Kayak kita itu manusia biasa, banyak alpanya, banyak salahnya, banyak kekurangannya, mungkin juga banyak zallah (ketergelinciran)nya.
Ketika ada orang yang mengkritisi kita, mungkin orang yang nggak dikenal, orangnya majhul, bahkan mungkin musuhnya kita sendiri.
Kita cermati, ketika ternyata ada pada kita, nyata ada pada kita memang kita yang salah, kita yang keliru, jangan gengsi, jangan sombong, bersikaplah tawadhu', terima itu.
Na'am, Jazaakallahu khoir.
🌱 Saya salah, saya keliru, ruju' kepada al-Haq, terima nasihat, istighfar kepada Allah, taubat kepadanya, perbaiki diri, selesai.
Kalau dia adalah musuh da'wah, katakan dia musuh da'wah, yang dia katakan benar, saya ruju' dan dia musuh da'wah.
💡 Dan subhanallah dengan ruju'nya kita, dengan taubatnya kita dengan jujur, ha... dengan jujur langsung ketika itu dengan jujur, justru akan menutup celah-celah musuh-musuh da'wah untuk kembali mencela kita, mencela du'atus sunnah, kenapa? Taubat selesai sudah urusannya.
Dan kita alhamdulillah semakin bagus, semakin bersih, semakin membaik di masa akan datang, dikarenakan kita sudah taubat, ruju' dari semua yang telah lalu dari kesalahan kita, jangan diulangi lagi, selesai.
Selesai ikhwah.
Wallahul musta'an.
Jadilah orang yang mutawadhi', jadilah orang yang tawadhu' dengan selalu muhasabah, introspeksi diri, mengambil pelajaran mau'izhoh ibroh dari masukan-masukan orang, kritikan-kritikan orang kepada kita, kita manusia biasa, ambil itu faidahnya, muhasabah.
Ada, tinggalkan, ruju' kepada al-Haq, perbaiki diri, selesai.
Apalagi kalau yang menasihati itu, saudara kita, akhunna fillah, teman kita sesama Ahlus Sunnah Salafiyyin, terima dengan baik.
❌ Ndak usah pakai 'inad (sikap keras kepala).
❌ Ndak usah pakai ishror (terus menerus di atas kesalahan).
❌ Ndak usah pakai jidal.
❌ Ndak usah pakai makar.
❌ Ndak usah pakai permainan.
Terima apa adanya, jazaakallahu khoir ya akhy, Allah yubaarik fiik.
Na'am, syukron katsiron atas nasihatnya, selesai.
Anta muhtarom, antum akan terhormat dengan itu, akan naik martabat antum dengan itu, dengan tawadhu'nya engkau, Allah akan angkat martabatnya kamu, kamu akan mulia dan kamu akan semakin bersih.
Semoga Allah 'Azza wa Jalla memberikan taufiq-Nya kepada kita semua, menjadikan kita sebagai orang yang bertawadhu', orang yang menerima al-Haq, dan menerima nasihat dari siapapun.
Dan semoga Allah 'Azza wa Jalla menjauhkan kita semua dari sifat takabbur, sikap 'ujub yang membinasakan pelakunya.
Aamiin ya Robbil 'Aalamin.
No comments:
Post a Comment